Kpd sanak di tigo balerong :
  - Rantaunet
  - Banuanet
  - SMA-1 Net ( BT)

         Assalamu'alaikum wr wb

Tulisan barikuikgo adolah tulisan dari mak Amir MS (*), pengarang 
buku "Adat Minangkabau Pola dan Tujuan Orang Minang".
Pandapek baliauko ambo minta (by phone), karano babarapo waktu 
nan lalu ado partanyaan di Rantaunet, kalau ndak salah judulno : 
   Apakah Adat Minang masih terpakai pada masa ini ??

Samoga bisa manambah pangartioan kito ka budayo Minangkabau.

Kapado tuan Amir MS, ambo ucapkan  tarimo kasih nan lah langsuang
dalam sahari maresponse parmintaan ambo, langsuang pulo
pulo ma fax ka Bgr 27/3.

Tambahan info : Buku "Adat Minangkabau Pola dan Tujuan Orang Minang"
saat ini stock di rmh pak Amir MS sadang habis, akan dicetak ulang.
Baitu informasi dari baliau.

(*) Amir MS (lhr Mei 1932), Kubang Pikumbuah. 
    Kini bermukim di Cidodol, Jkt.

---------------------------------------------------------

Pertanyaan : Apakah Adat Minangkabau Masih Aplikabel ?

Pertanyaan ini masih perlu diklarifikasi mengenai siapa yang bertanya ?
Apakah yang bertanya ini, orang Minang ataukah orang NON MINANG ?
Kalau yang bertanya itu Orang Minang, maka pertanyaan itu terpaksa kami jawab
dengan pertanyaan lagi ?
Pertanyaan itu adalah Adat Minang yang mana menurut dugaan anda, yang sudah
TIDAK aplikabel ? Cobalah jelaskan dengan agak kongkrit, apakah adat perkawinan
menurut Adat Minang, apakah ketentuan adat mengenai pusaka tinggi, ataukah adat
tentang garis keturunan sako-indu, atau adat yang mana ? 
Mohon jelaskan, sebelum kami jawab.

Tetapi kalau beliau yang bertanya itu adalah orang NON MINANG, maka jawaban kami
adalah sebagai berikut ;
Sebagian adat Minang, tidak aplikabel bagi mereka yang bukan orang Minang atau
Non Minang. Misalnya tentang adat Upacara Perkawinan japuik manjapuik, adat
tentang status tanah Pusako Tinggi, adat perkawinan sumando (eksogami) dan
lain-lain. Tapi banyak pula adat Minang yang aplikabel tidak saja bagi orang
Minang, tetapi juga aplikabel bagi dunsanak-dunsanak kami yang Non Minang.

Sebagai contoh ajaran adat Minang bagi para perantau dari suku dan etnis
manapun, ajaran adat Minang tentang hubungan bermasyarakat, bahkan pengajaran
adat Minang tentang menghadapi konflik, dan lain sebagainya termasuk ajaran adat
Minang tentang berdemokrasi.

Tentang para perantau, adat Minang memberi pituah sbb :
Kok buyuang pai kadanau, iyu bali balanak bali, ikan panjang bali dahulu.
Kalau buyuang pergi kerantau, Ibu cari dunsanak cari, Induk semang cari dahulu.

Pituah ini menekankan kalau kita sebagai pendatang dikampung orang, yang perlu
dicari terlebih dahulu adalah induk semang, yaitu sesepuh atau orang tua dari
kelompok etnis yang kita datangi, yang akan menjadi pelindung dan yang akan
menunjuk  ajari kita dalam menyesuaikan diri dengan budaya lingkungan setempat.
Dengan cara demikian kita akan lebih mudah beradaptasi dan menyesuaikan diri
dengan tata cara dan krama yang berlaku ditempat pemukiman baru kita itu.


( basambuang ..........)



RantauNet http://www.rantaunet.com
=================================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3

ATAU Kirimkan email
Ke / To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email / Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
- mendaftar: subscribe rantau-net [email_anda]
- berhenti: unsubscribe rantau-net [email_anda]
Ket: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
=================================================
WebPage RantauNet dan Mailing List RantauNet adalah
servis dari EEBNET http://eebnet.com, Airland Groups, USA
=================================================

Kirim email ke