Assalamu'alaikum.w.w.
> Dengan belajar dari kenyataan-kenyataan dan pengalaman-
>pengalaman ini, mereka akhirnya mengubah rencana dan tipu
>daya. Kini mereka arahkan kepada pemeluk-pemeluk Islam de-
>ngan tujuan memalingkannya dari Dinul Islam. Kemudian mereka
>melancarkan serangan dengan kejam, dalam rangka merobek-
>robek Islam di akal kita, memalsukan bentuknya, serta mengubah
>hakikatnya dalam pengertian kita. Selanjutnya, usaha memotong-
>motong, memisah-misahkan, dan mengubah-ubah ajaran Islam
>itu dilancarkan dengan semakin intensif.
Dalam rangka perang aqidah atau ideologi selama empat belas
abad, musuh-musuh Islam bergerak mati-matian untuk menghadapi
din ini. Perang ini dimulai oleh orang-orang Quraisy tatkala
mereka berkata tentang Nabi kita Muhammad saw, bahwa menurut
mereka beliau itu penyair, dukun, tukang sihir, dan bahkan gila.
Dan pada kurun waktu selanjutnya jahiliyyah terus-menerus maju
dan mundur, menghadap dan membelakangi, menikam dan memukul,
pemeluk-pemeluk Islam. Banyak dari kaum muslimin yang berjatuhan
dalam musibah kekafiran.
Bahkan di antara kaum muslimin ada kelompok-kelompok
yang masih dari darah kita sendiri, berbicara dengan bahasa kita
sendiri, tetapi membelot ke barisan musuh dan menjadi juru dak-
wah kesesatan. Mereka membantu melemparkan anak-anak panah
jahiliyah tanpa upah. Dan dalam rangka melancarkan missinya
ini, mereka mendapat dukungan dari para penguasa negeri-negeri
kita, padahal para penguasa ini juga tidak mengharapkan upah.
Kemudian siapakah yang masih mempertahankan din ini ?.
Sebagian besar kaum muslimin memperoleh pengertian tentang
Islam yang sudah diubah-ubah, sedang sebagian dari kaum cen-
dekiawannya pun ada yang menjadi terompet propaganda musuh
melalui pemikiran-pemikiran mereka. Sedangkan penguasa-
penguasa negeri-negeri muslimin membentengi agen-agen musuh
dengan senjata mereka. Jadi, hanya sedikit sekali jumlah orang
yang masih bekerja untuk kepentingan din ini. Alangkah baik
dan mulianya mereka itu. ,
Sayangnya, kebanyakan dari mereka yang berjumlah sedikit
ini pun pada akhirnya terpaksa mengibarkan bendera putih me-
nyatakan tidak sanggup lagi menentang arus, dan rela menerima
Islam yang telah disesuaikan dengan kehendak situasi, yang telah
terpotong, serta telah diubah-ubah, yaitu Islam yang ditanam oleh
musuh-musuh kita di tanah air kita. Dan sebagian dari mereka.
mengikuti jejak kaum muslimin pada umumnya yang telah lebih
dahulu, menerima pengertian tentang Islam yang sudah berubah
dan diada-adakan.
Dengan demikian, orang-orang yang bekerja untuk kepen-
tingan Islam telah jatuh terserang "Penyakit" , padahal merekalah
yang semestinya memberikan resep kepada umat.
Mereka memandang Islam hanya sebatas sebagai ibadah dan
syi'ar, dan dalam dakwahnya mereka enggan keluar dari masalah
shalat dan dzikir. Sedangkan jihad, hisbah, dan menghukum de-
ngan syari'at Islam, sudah mansukh (diubah). Sebagian yang
lainnya, hanya berbicara kepada umat tentang Islam di sekitar ke-
percayaan, tahayul, khurafat (cerita-cerita lama yang tidak ada
dasarnya) dan memperbanyak debat. Mereka tidak mempedulikan
lagi adanya penguasa yang sekular, yang mengubah syari'at
Allah, dan keluar dari Ad Din.
Sebagian yang lain lagi, memandang Islam hanya sekedar
sebagai kewajiban belajar, menghafal, dan tukar-menukar pikiran
mengenai Islam. Adapun dakwah, hisbah, dan jihad. telah ter-
amat jauh dari benak mereka.
Golongan yang lain lagi adalah orang-orang yang mengajak
umat mengkaji dan menerapkan kitab-kitab kumpulan hadits ten-
tang masalah makan, minum, berpakaian, dan nikah.
Yang lain lagi membuat persiapan dan mengumpulkan senjata
serta meneriakkan: "Jihad! Jihad!" Namun mereka lupa untuk
mendidik kader-kader yang dapat mengangkat senjata dan dapat
memimpin umat serta negara.
Ringkasnya, secara umum pemikiran pemeluk din yang masih
punya motivasi beramal untuk Islam menjadi kacau-balau, tidak
dapat maju ke depan bersama din mereka. Gerak mereka menciut,
dibatasi oleh dinding pengertian mereka yang sempit terhadap
Islam.
Di tengah rentetan kekalahan dan tragedi yang terus-menerus
menimpa dan mengejar umat Islam itu, orang awam hanya berdiri
menonton, sedangkan banyak di antara elit pemerintahan justru
turut membantu dan mendukung terjadinya musibah itu. Hal ini
membuat orang-orang yang beramal untuk din ini, semakin mele-
mah, tak dapat berbuat sesuatu untuk dirinya dan aqidahnya.
01eh sebab itu. menjadi suatu keharusan bagi orang-orang
yang ingin memindahkan umat Islam dari kekalahan menuju ke-
menangan, mendiagnosa penyakit yang tengah diderita umat.
Memprediksi akibat-akibat yang ditimbulkannya sebagai langkah
pertama untuk menemukan resep penyembuhan. Dan bila obat
bagi penyakit umat itu telah didapatkan, maka kita harus mene1-
annya sekalipun terasa pahit.
"....Boleh jadi kamu membenci sesuatu. padahal ia amat
baik bagimu...."(QS:2:216)
Kita harus memiliki kejelasan tentang kekacau balauan yang
dialami oleh kaum muslimin, yang telah mengakibatkan keran-
cuan pemahaman mereka terhadap Islam. Kita harus mengetahui
siapakah yang memasukkan racun ke dalam tubuh umat ini. Kita
harus mampu mengidentifikasi karakter orang yang benar-benar
beramal untuk kepentingan Islam dan orang yang hanya berkedok
kepentingan Islam. sehingga kita dapat terhindar dari ketergelin-
ciran seperti yang dialami oleh kebanyakan orang sebelum kita.
Selanjutnya kita segera memakai baju perang untuk menghadapi
agresi ideologi (pemikiran serta budaya asing) yang dilatar be-
lakangi oleh usaha mencari keuntungan materi. Semua itu kita
laksanakan dalam rangka mencetak generasi seperti generasi
pertama. Generasi yang pengertiannya tentang Islam seperti
pengertian generasi pertama. Generasi itu mesti dibentuk melalui
metode dan tuntutan Islam. Tindakan ini merupakan mukadimah
dari bekerja dan berkorban untuk Islam dan mengembalikan umat
kepada kedudukannya, yaitu sebagai pemimpin dan pelurus
manusia yang telah tersesat terlalu lama.
...bersambung...
RantauNet http://www.rantaunet.com
=================================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
ATAU Kirimkan email
Ke / To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email / Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
- mendaftar: subscribe rantau-net [email_anda]
- berhenti: unsubscribe rantau-net [email_anda]
Ket: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
=================================================
WebPage RantauNet dan Mailing List RantauNet adalah
servis dari EEBNET http://eebnet.com, Airland Groups, USA
=================================================