Assalamu'alaikum.w.w.
> Selanjutnya kita segera memakai baju perang untuk menghadapi
>agresi ideologi (pemikiran serta budaya asing) yang dilatar be-
>lakangi oleh usaha mencari keuntungan materi. Semua itu kita
>laksanakan dalam rangka mencetak generasi seperti generasi
>pertama. Generasi yang pengertiannya tentang Islam seperti
>pengertian generasi pertama. Generasi itu mesti dibentuk melalui
>metode dan tuntutan Islam. Tindakan ini merupakan mukadimah
>dari bekerja dan berkorban untuk Islam dan mengembalikan umat
>kepada kedudukannya, yaitu sebagai pemimpin dan pelurus
>manusia yang telah tersesat terlalu lama.
Islam adalah berserah diri dan merendah serta tunduk kepada
Allah dengan penuh kerelaan, dengan cara mengikuti apa yang
dibawa oleh Nabi kita yang mulia, baik yang berupa perintah,
larangan, hukum, kaidah-kaidah, maupun aturan-aturan yang
mengatur kehidupan manusia di sepanjang masa, di setiap tempat,
sehingga kebahagiaan dunia dan akhiratnya terjamin.
Inilah Islam, dengan definisi yang sangat ringkas dan seder-
hana. Inilah Islam, sebagaimana yang dibawa oleh Nabi Muhammad
saw, dan sebagaimana yang dipahami oleh ulama salaf kita yang
shaleh, dan sebagaimana yang kita pelajari dari ulama-ulama
umat kita.
Inilah yang diakui oleh aqidah yang menetap di hati kita.
Sesungguhnya kita beriman kepada Allah, bahwa Dialah yang
menciptakan segala sesuatu serta mengetahui segala sesuatu.
Mengetahui apa yang sudah ada, apa yang akan ada, apa yang
tidak ada, dan bagaimana adanya. Dan bagi Allah, tak ada yang
hilang baik di langit maupun di bumi, walaupun hanya seberat
atom atau yang lebih kecil dari itu atau yang lebih besar. Semua
itu termaktub di Lauh Mahfudh.
"...Tidak ada tersembunyi daripada-Nya seberat dzarrah
pun yang ada di langit dan di bumi dan tidak ada pula
yang lebih kecil dari itu dan lebih besar, melainkan
tersebut dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)".
(QS:Saba':3)
Allah Mahabijaksana dalam perbuatan, perkataan, dan dalam
membuat peraturan. Allah Yang Maha Mengetahui apa yang baik
bagi hamba-hamba-Nya untuk hari ini dan esok. Dan kita beriman,
bahwa missi Nabi Muhammad adalah penutup missi. Kita mengimani
bahwa Dinul Islam adalah penutup untuk makhluk seluruhnya sejak
Nabi Muhammad diutus sampai hari kiamat, dan seluruh makhluk
diperintah untuk mengikutinya.
"....Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah
kepadamu semua.." (QS:Al-A'raf:158)
"Barangsiapa mencari din selain DinuI Islam, maka sekali-
kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan
dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi
(QS:'Ali 'Imran:85)
Dengan beriman kepada semua perkara ini, berarti kita harus
percaya dan meyakini, pula bahwa misi ini diturunkan agar
merata ke seluruh manusia sesuai dengan metodenya, untuk
mengatur seluruh perundang-undangan bagi seluruh manusia.
Kita harus meneruskan missi itu. Kita dituntut untuk menjelaskan
kepada mereka tentang segala apa yang menjadi keharusan bagi
mereka, dan untuk memperbaiki hidup mereka. Missi ini dituju-
kan untuk menjelaskan kepada mereka tentang aqidah, ibadah,
budi pekerti, cara-cara mengatur umat manusia, memimpin
masyarakat, menyelesaikan semua perselisihan dan permasalah-
an, serta aturan yang berkenaan dengan hubungan antarnegara.
Missi itu tercermin dalam kehidupan Nabi Saw. Beliau sebagai
rasul dan juru dakwah, sebagai penguasa dan hakim, sebagai
pendidik, sebagai panglima perang, serta sebagai imam shalat.
Demikian pula para khalifah-khalifah sepeninggal beliau.
Dalam hadits Nabi_ dinyatakan :
"Maka tetapilah sunnah para khalifah yang benar dan
mendapat petunjuk sepeninggalku. gigitlah sunnah itu
dengan geraham"(HR. Tirmidzi dan Ahmad)
Nabi menerima ajaran semata-mata dari Allah Ta'ala, tidak
dari siapapun selain dari-Nya. Demikian pula para khalifah se-
peninggal beliau. Semata-mata hanya mendapat petunjuk dari
beliau, bukan yang lain. Hal ini menunjukkan, bahwa petunjuk
beliau mencakup segala hal dan cukup untuk mengatur dunia,
sebagaimana yang pemah dilaksanakan oleh para khalifah sebelum
kita, yang telah mengatur/menguasai dunia ini.
Allah Ta'ala beriman dalam Kitab-Nya :
"Pada hari ini telah Ku sempurnakan untuk kamu din-
mu, dan telah Ku cukupkan kepadamu nikmatKu. dan
telah Ku-ridhai Islam itu jadi din bagimu...."
(QS:Al-Maidah:03)
Ayat di atas adalah sebagian dari banyak ayat dalam Al-Qur'an
yang menerangkan tentang universalitas Islam. Di dalamnya
mengandung tiga kalimat. Satu di antaranya cukup menjadi bukti
yang nyata, bahwa din ini serba meliputi dan sebagai din yang
universal, tanpa ada kekurangan dan kelemahannya.
Makna dari menyempurnakan din sebagai din penghabisan
adalah bahwa din ini tidak meninggalkan suatu perkara, baik per-
kara besar maupun kecil, tanpa memberi penjelasan dan penyele-
salan hukum. Jadi, semuanya telah diatur secara menyeluruh de-
ngan cara dan aturan tertentu. Makna lain dari ungkapan terse-
but, adalah bahwa kesempurnaan itu tidak membenarkan adanya
"barang baru " yang diada-adakan. yang dianggap lebih sempurna
dan din yang telah disempurnakan itu. Baik itu mengenai keper-
cayaan maupun mengenai pergaulan, ekonomi, politik, ilmu
pengetahuan, perang, dan pemerintahan.
"Dan telah Ku cukupkan nikmat-Ku kepadamu"
Penyempurnaan di sini juga mengandung arti, bahwa tak ada
lagi kenikmatan yang lebih sempurna daripadanya. Nikmat telah
sempurna dan lengkap, tak ada kekurangan dan tak ada sesuatu
yang dirasa tidak baik. Allah Ta'ala telah meridhai din ini untuk
seluruh makhluk, sejak missi ini diturunkan hingga hari kiamat.
Dan seluruh manusia dipanggil dengan:
"Aku telah ridha Islam sebagai din kamu sekalian"
oleh karenanya, jangan ada seorang pun yang berkata bahwa
din ini memang telah sempurna dan diridhai, tetapi pada masa
yang telah lalu dan tidak untuk masa sekarang. Islam telah sem-
purna dan diridhai di setiap tempat dan masa. Tidaklah masuk
akal, jika Allah dapat menciptakan makhluk, tetapi tidak dapat
mewujudkan suatu metode yang sempurna dan lengkap untuk
pengaturannya.
Lebih tidak masuk akal lagi apabila.....
...bersambung....
RantauNet http://www.rantaunet.com
=================================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
ATAU Kirimkan email
Ke / To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email / Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
- mendaftar: subscribe rantau-net [email_anda]
- berhenti: unsubscribe rantau-net [email_anda]
Ket: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
=================================================
WebPage RantauNet dan Mailing List RantauNet adalah
servis dari EEBNET http://eebnet.com, Airland Groups, USA
=================================================