assalamualaikum wr.wb.
Sanak di palanta, ambo ucapkan tarimo kasiah ka Uni
Indrawaty nan alah babagi pangalaman... samoga sajo
ambo dapek maambiak faedahnyo.. 
baitu ajo dulu... 
wassalam,

HM
--- Nur Indrawaty Liputo <[EMAIL PROTECTED]> a
écrit : > Assalamualaikum,
> Perkenalkan, namo Ambo Indrawaty. Ambo mambaco
> pengalaman nan ditulis di 
> rantau net, kebetulan ambo panah pulo mandanga dari
> urang lain pengalaman 
> nan samo.
> 
> Assalamu'alaikum...
> >
> >Saya ingin berbagi pengalaman pribadi saya dulu
> semasa
> >kuliah S1  di salah satu universitas di Amerika.
> >
> >Waktu itu saya tinggal dengan 3 orang yang beda
> agama:
> >Catholic,Atheist dan Agnostic.
> >Saya sebagai muslim selalu ditanya macam-macam oleh
> >ketiga roommate saya ini.
> >"Mengapa harus shalat 5 kali sehari?",
> >"Mengapa harus wudhu?", "Mengapa harus basuh 3-3
> >kali",
> >"Mengapa shalat harus gerakannya begitu?",
> >"Mengapa nggak boleh makan babi?", etc, etc.
> >
> >Pertama kali saya bingung bagaimana menjelaskan
> secara
> >simple dan masuk logika mereka yang sejak kecil
> >berlatar belakang non muslim itu.
> >
> >Saya cuma bisa jawab "This is based on the laws of
> >Allah". Mereka cuma bisa jawab :"Well, you accept
> >those laws without questioning them?!". Saya cuma
> >bilang "For you, your faith, for me, my faith."
> >
> >Suatu hari, ketika salah satu dari mereka
> (agnostic)
> >sedang memasak air, saya ada ide bertanya padanya:
> >"Mengapa air harus mendidih 212 F ? (100 C) mengapa
> >tidak lebih atau kurang? Mengapa atom punya 7
> lapisan?
> >Mengapa planet di tata surya cuma ada 9 ? Mengapa
> mata
> >anda 2 tidak 3, atau  1? etc.etc. Pokoknya saya
> tanya
> >semua yang berhubungan dengan  numbers in the
> nature.
> >Saya tanya lagi "Why do you accept all those laws
> >without questioning them ?" Teman saya cuma bisa
> >tersenyum dan menjawab, "You got me this time!".
> >
> >Pernah mereka bertiga bertanya kepada saya: "If we
> die
> >as a non moslem who do not believe in Islam, will
> we
> >go to hell in hereafter?" Saya ambil  Al Qur'an
> >English translation, saya tunjukkan ayat-ayat yang
> >menjelaskan bahwa mereka yang mereject atau memilih
> >agama selain Islam, tidak akan diterima amal mereka
> >oleh Allah SWT, dan di akherat mereka akan merugi.
> >Saya katakan pada mereka: "Yes, if you reject
> Islam,
> >you reject your creator, you will go to hell  " 
> Saya
> >tidak mau berbasa-basi dengan mereka dengan berkata
> >"Oh, nggak, asal kamu berbuat baik, you'll be
> fine..."
> >atau "Tuhan Maha Pengasih dan Penyayang, kita semua
> >sama ciptaan-Nya, Dia tidak akan memasukkan kalian
> ke
> >neraka...". Tapi saya katakan apa adanya. Hasilnya?
> >Mereka yang tadinya tidak pernah membaca buku-buku
> >Islam, setelah kejadian itu, meminjam buku-buku
> Islam
> >saya untuk dibaca.
> >
> >Bahkan hampir setiap kali sebelum tidur, kita
> berempat
> >selalu berdiskusi tentang Islam.Alhamdulillah,
> sampai
> >saya lulus, pemikiran mereka yang keliru tentang
> Islam
> >telah hilang, dua roommate saya yang Catholic dan
> >Agnostic bahkan beberapa kali datang ke masjid.
> Mereka
> >berdua bahkan mencoba berpuasa dibulan Ramadhan
> >bersama saya. Mereka berdua bertanya kemungkinan
> >mereka masuk Islam. Si Atheist sendiri berubah
> status
> >dari tidak percaya adanya Tuhan, menjadi Agnostic
> yang
> >percaya tapi masih mencari kebenaran mengenai
> >agama-agama di dunia.
> >
> >Saya tidak pernah menyangka akan begini hasilnya
> >ketika saya tegas menjawab pertanyaan mereka. Kalau
> >saya tidak tegas, mungkin mereka tidak akan takut
> akan
> >possibility masuk neraka, mungkin mereka akan
> >tenang-tenang saja tidak berusaha mencari tahu
> >sincerely apa itu Islam, dan kemungkinan lainnya
> yang
> >bisa menghalangi mereka dari cahaya kebenaran
> Islam.
> >
> >Pernah saya diundang ke pesta oleh seorang teman
> non
> >muslim di rumahnya yang megah (seperti Castle).
> Bapak,
> >jendral di army, ibunya konglomerat di Amerika.
> >Di belakang rumahnya saja ada tempat parkir
> >helicopter. Ketikasaya ditawari minum wine
> (alcoholic
> >beverage), saya bilang "I am sorry, I am a Moslem,
> I
> >don't drink alcohol " Mereka langsung salut, dan
> >bertanya-tanya tentang Islam. Bahkan bapak teman 
> saya
> >langsung membawa saya ke ruang belajarnya.
> >
> >Saya kaget sekali ketika saya lihat di dinding
> >terhampar sajadah bergambar Ka'bah. Di meja
> belajarnya
> >ada Al Qur'an.  Dia bilang dia beli itu semua
> ketika
> >perang Desert Storm (perang Badai Gurun-Irak).
> >Dia salut dengan ajaran Islam. Bahkan dia katakan
> lagi
> >banyak anak buahnya di army (hundreds of them) yang
> >masuk Islam pada perang Desert Storm. Dia sendiri
> >sedang mempelajari Islam. Waktu itu saya
> benar-benar
> >tertegun ketika diajak ngobrol oleh Si Jendral ini.
> >
> >Dia bilang bahwa Moslems di Amerika harus bisa
> melobby
> >White House terhadap policy di MidEast dan Islamic
> >world in general. Dia bilang lagi bahwa kebijakan
> di
> >Amerika banyak dipengaruhi oleh lobby Jews
> (Yahudi).
> >Saya kaget mendengar uraian ini dari seorang
> Amerika
> >kulit putih yang non muslim dan dari Angkatan
> >Bersenjata pula.
> >
> >Padahal obrolan ini semua berasal  dari omongan
> saya
> >bahwa saya tidak minum alcohol karena saya
> >muslim...mungkin kalau saya malu-malu berucap
> >saya  muslim tentunya dia tidak akan 'curhat'
> kepada
> >saya tentang hal-hal di atas...
> >
> >Pernah pula, sewaktu hendak berlibur ke Indonesia,
> >saya dan teman saya shalat di corner salah satu
> gedung
> >di Chicago Intern'l Airport. Selesai shalat, ada
> dua
> >orang pilot berdiri menatap kami tidak jauh dari
> >tempat kami shalat. Seorang darinya mendekati dan
> >menyalami kami, menjabat tangan kami, sambil
> bertanya
> >dari mana kami berasal. Dia merasa senang melihat
> >orang Islam yang taat menjalankan agamanya. Bahkan
> >diberinya kami kartu namanya dan berpesan jangan
> >segan-segan mengontak dia kapan saja.
> >
> >Masya Allah, tadinya sebelum saya ke Amerika, saya
> >tidak menyangka masih ada  orang-orang di Amerika
> yang
> >seperti itu. Sebagian dari mereka berhati hanif
> >(lurus) dan masih mencari-cari kebenaran. Tugas
> kita
> >sebagai Muslim menyampaikan dakwah kepada mereka.
> >Kalau kita berpaham agama itu sama, buat apa lagi
> >berdakwah ? Toh, masuk Islam atau tidak, mereka
> tetap
> >saja selamat (kalau asumsinya semua agama itu
> >sama).Begitu pula dalam dakwah, kadang-kadang
> memang
> >harus tegas dan memberikan peringatan, di samping
> >dengan tutur kata yang baik dan bijaksana.
> >
> >Mudah-mudahanan Allah menunjuki hati-hati mereka
> yang
> >masih sincerely seeking for the truth di mana saja
> >mereka berada.... Semoga bermanfaat.
> >
> >Wallahu a'lam bishawab..


___________________________________________________________
Do You Yahoo!? -- Pour dialoguer en direct avec vos amis, 
Yahoo! Messenger : http://fr.messenger.yahoo.com

RantauNet http://www.rantaunet.com
=================================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3

ATAU Kirimkan email
Ke / To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email / Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
- mendaftar: subscribe rantau-net [email_anda]
- berhenti: unsubscribe rantau-net [email_anda]
Ket: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
=================================================
WebPage RantauNet dan Mailing List RantauNet adalah
servis dari EEBNET http://eebnet.com, Airland Groups, USA
=================================================

Kirim email ke