____________________________________________________________________
Get free email and a permanent address at http://www.netaddress.com/?N=1


At 06:43 PM 4/11/01 EDT, [EMAIL PROTECTED] wrote:
> 
>Berita MimbarMinang: 
> 
>Pariaman, Mimbar Minang -- PEMBANGUNAN Terminal Jati Padang Pariaman yang  
>telah menelan dana miliaran rupiah, tetap terancam menjadi percuma.  
...
>Komentar : 
> 
>Logikanya pembangunan terminal itu untuk memfasilitasi rakyat. 
>Tapi rakyat (baca:supir) tak mau masuk ke terminal itu. Tentu 
>ada pasalnya. Pertama, mungkin perencanaannya kurang tepat, 
>kemudian dipaksakan demi pertimbangan subjektif (komisi proyek?). 
>Taroklah rencana sudah pas. Sudahkan dilakukan sosialisasi?. 
>Sudahkah juga ada law enforcement untuk menggiring supir 
>dan penumpang ke terminal baru itu. Ini yang paling susah. 
>Soalnya budaya "salam tempel" masih hidup. Tempel saja 
>petugas, terminal lama tetap dipakai. Yang dapat tempean, nempel 
>lagi keatas. Alamat jadi puing2 itu bangunan terminal. 
>Pembangunan untuk siapa jadinya?? 
> 
>Oo wayoiii.... alah basitungkin pitih disalang dari bank duya, 
>tibo dikampuang awak tabuang pacuma (tantu indak bagi nan 
>dapek keuntungan proyek). Alah tagadai pulo kampuang ambo. 
> 
> 
>Dutamardin Umar 
>(Rang Piaman nan basabalahan jo Bank Duya) 
> 

Oiiy yaiyyaaiii, iyo gaca awak maagaki yo...
Well, lagukan lah lagu lamo tu baliak:

Lamaklah banaa, Oi Sala Lauak,... Rang Piaman...,
Jiko ....
[Aa tu garangan sambuangannyo Jo?]
Sala.... Lauak... , Sala... Lauak ...  :)
X_________________________Sjamsir Sjarif
Indonesian Translator and Cultural Consultant
http://www.usindo.net/hambo
Tel (831)-426-1333  Fax (831)-426-8907
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~



Kirim email ke