____________________________________________________________________ Get free email and a permanent address at http://www.netaddress.com/?N=1
Artikel Imam Prasodjo di Tempo Online: Tidak ada penyelesaian masalah dengan cara-cara fisik. Pembelaan yang emosional dan mengarah pada kekerasan tidak akan memenangkan suatu kelompok, tetapi akan meruntuhkan kita semua. Saya kuatir langkah seperti itu, justru merugikan Gus Dur sendiri. Apalagi di tengah hujan kritik. Sementara itu, baik di dalam maupun di luar negeri, Gus Dur sangat sarat dengan citra kedemokrasiannya, citra seorang demokrat, pluralis, yang selalu mengedepankan argumen, sangat toleran. selengkapnya lihat : http://www.tempo.co.id/harian/wacana/wac-seruan1.html Lihat juga komentar Cak Nur pada pertemuan dengan aktifis di Washington DC, 17 Maret 2001, bertepatan dengan ultah beliau : "Kekuasaan memang membuat orang lupa kebenaran. Betapa demokratnya Soekarno. Setelah berkuasa dia menjadi otoriter. Soeharto juga begitu. Diawal pemerintahannya, cukup menjanjikan. Akhirnya menjadi tiran. Sekarang Gus Dur, yang dikenal sangat demokrat dan humanis, juga telah terlihat tanda-tanda perubahan menjadi anti demokrasi. Makanya, kalau ada yang mencalonkan saya jadi presiden, mendingan jangan. Takut saya nanti berubah juga". "Gerrrr", hadiran pada ketawa. Wassalam dm-umar

