Assalamualaikum, Para Rantauneter sekalian, Sebenarnya kita tidak perlu membela diri untuk mengatakan kepada penganut agama lain bahwa babi itu haram karena ini itunya, karena bagi kita itu adalah akidah kita, itu secara jelas tercantum di dalam Al-Quran (Al-Maidah ayat 3). Membela diri dengan mengatakan babi itu haram dengan alasan lain, sebenarnya seolah-olah kita menyesali bahwa tidak memakan daging babi adalah kurang nilainya atau seolah-olah kita malu dikatakan bahwa kita tidak sanggup. Tetapi kadang-kadang ada saatnya juga kita harus memberikan argumentasi logika bahwa diharamkannya babi itu oleh Allah ada dasar dan tujuannya. Tulisan berikut ini adalah bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa daging babi itu memang tidak untuk dikonsumsi, dan mungkin bisa dijadikan sebagai jawaban pertanyaan yang sebenarnya tidak perlu dijawab itu. Yaitu mengapa babi itu haram. Contoh-contoh ketidak-baikan daging babi bisa dilihat pada beberapa tulisan ilmiah berikut (Terjemahan bebas ): 1. Dari buku "Handbuch der gesunden Ernaehrung, Von Ahornsirup bis Zusatzstoffe", Franz Binder dan Josef Wahler, terbitan dtv-verlag, Muenchen, 1993". a. Daging babi yang sehat pun tetap mengandung senyawa-senyawa yang kurang baik, sehingga para peneliti daging menyarankan untuk tidak memakan daging babi. Penulis ini menyatakan inilah dasarnya orang Islam dan Yahudi mengatakan bahwa daging babi haram. b. Daging babi menganduang racun yang disebut sebagai SUTOXIN dan racun-racun lain, diantaranya senyawa-senyawa belerang yang ada di dalam jaringan ikat yang konsistennya berlendir. Kalau senyawa-senyawa ini bersatu dengan lemak yang lunak maka akan bisa menyebabkan mengembangnya jaringan ikat manusia, dan akan mengendap di jaringan ikat dan urat, ini akan dapat menyebabkan penyakit Rheuma, ini dikemukakan oleh Dr. Reckenweg, ahli toxikologi yang sangat intensiv melakukan penelitian terhadap daging babi. c. Selanjutnya juga dinyatakan bahwa daging babi yang paling tidak berlemakpun, masih mengandung lemak yang banyak. d. Penyakit pada babi yang terkenal adalah penyakit Pest, yang mengakibatkan puluhan atau bahkan ratusan ribu babi yang terpaksa dibunuh, untuk mencegah menyebarnya penyakit dan paling utama untuk menjaga pasar daging. Penyakit pest pada babi tidak berbahaya bagi manusia, tapi daging babi yang terserang penyakit pest mengandung racun yang telah dihasilkan virus pest. Racun ini berbahaya bagi manusia dan tidak rusak oleh panas ketika dimasak. e. Selain dari penyakit pest, paru-paru babi adalah tempat mangkal yang paling disenangi virus demam. Sehingga dengan alasan kesehatan di Jerman daging babipun tidak diberikan sebagai makanan pada binatang di kebun binatang (Zoo). 2. Dari buku "Neurodermitis nat�rlich behandeln", Dr. med. Sigrid Flade, GU Verlag Muenchen, 1994: Penulis ini juga mengatakan : Dengan alasan kesehatan dia tidak lagi memakan daging babi, karena daging babi mengandung SUTOXIN, racun yang dihasilkan sendiri oleh tubuh babi. Kemudian kalau diperhatikan cara pemeliharaan babi, maka tidaklah heran kalau babi itu adalah binatang yang tidak sehat. Racun yang dihasilkan oleh babi ditumpuk di dalam jaringan lemak. Selanjutnya penulis ini menjelaskan bahwa orang yang sering memakan daging babi lebih mudah terkena peradangan/bisul dan akne. 3. "Taschenatlas der Parasitologie", Werner Frank & J. Lieder, Kosmos Verlag, Stuttgart, 1986. Bukan cacing pita saja yang berbahaya pada babi, lebih bahaya lagi adalah cacing Trichinella spiralis, dimana babi adalah sumber paling utamanya. Bila memakan daging yang mengandung kapsul/telur cacing ini, maka sipemakan akan terinfeksi (Trichinose), bahkan bisa bersifat carrier selama 33 tahun dalam kapsul kapurnya. Akibatnya bagi manusia bisa mematikan melalui sakit otot, Pneumonia, Gagal jantung atau Encephalitis. 4. Dari "Fleisch", Lampiran Majalah Mingguan Stern no.5/2001. Babi adalah binatang yang paling mudah mengalami stress dibanding hewan potong lainnya, dalam transport yang membawanya ke rumah potong saja dia bisa stress, sehingga babi dengan segera mengeluarkan hormon stress yang berlebihan. Hormon stress ini akan mengakibatkan daging menjadi lunak, yang akan mempercepat hancurnya protein. Daging ini akan menjadi PSE (Pale, Soft, Exudativ = Pucat, lunak dan berair). Air daging ini akan sangat cepat mengundang bakteri, alias cepat busuk. Untuk mencegah itu masih ditambahkankan lagi bahan penenang. Selain itu hormon stressnya tentunya juga akan mempengaruhi stress manusia yang memakannya, dan ikut memacu tekanan darah tinggi. Pertanyaan apakah babi tidak bisa tertular penyakit gila sapi (BSE)? Dari penelitian terhadap 18 binatang menyusui, babi ternyata juga bisa tertular. Sehingga babi tidak bisa dikatakan bebas dari BSE. Selama ini tidak/belum ditemukan BSE pada babi hanyalah karena umur babi yang sangat pendek untuk terkena penyakit BSE. Masa inkubasi BSE bisa mencapai 10 - 15 tahun, sedangkan babi yang diternakkan umurnya hanya 4 - 8 bulan saja. 5. Dari buku "Umweltschutz zu Hause, Was jeder tun kann", oleh Egmont R. Koch. Goldmann Verlag, Muenchen: Daging babi tidak sehat bukan saja karena banyaknya sisa-sisa racun lingkungan seperti pestisida dan logam berat yang bisa menumpuk pada hati dan ginjal, tapi ditambah lagi karena oleh ulah peternak yang menambahkan antibiotika, obat-obatan serta Hormon-hormon. Hormon-hormon ini akan bisa merusak hormon manusia, terutama pada anak-anak akan bisa mengganggu pertumbuhan dan perkembangan tubuhnya. Untuk ini masih banyak lagi literatur yang menyatakan bahwa daging babi itu memang tidak sehat. Kalau kita tinjau peternakan babi di Eropah, bila dikatakan babi Eropah sehat adalah bohong, karena peternakan di Eropah terutama babi sangat banyak menggunakan obat-obatan (kecuali peternakan ekologis...?, katanya..), terutama antibiotika. Karena lingkungannya yang kurang sehat dan babi peka penyakit, maka peternakan babi paling banyak menggunakan antibiotika, tetapi lebih parah lagi antibiotika tersebut digunakan bukan saja untuk mencegah penyakit. Hanya 30 % penggunaan antibiotik pada babi yang digunakan untuk pengobatan, selebihnya adalah untuk pemacu pertumbuhan daging. Baru-baru ini di salah satu siaran TV di sini (Jerman) disiarkan sejauh mana pemakaian antibiotika pada babi. Pada pengujian bermacam-macam antibiotika dengan medium penguji, disamping antibiotika juga diambil potongan daging babi segar sebagai sampel antibiotika, ternyata kekuatan hasilnya sama dengan antibiotika, jadi karena banyaknya antibiotika diberikan pada babi, daging babipun sudah sama kuatnya dengan antibiotika. Berarti orang yang mengkonsumsi daging babi setiap hari sama dengan memakan antibiotika setiap hari. Akibatnya banyak orang di Eropah sudah tidak bisa lagi diobati dengan antibiotika tertentu. Masih bisa dibayangkan lagi, salah satu antibiotik yang sering diberikan pada hewan ternak di sini (terutama babi) adalah jenis Tetracycline, dalam suatu pengujian Labor, tulang dari hewan yang mengkonsumsi antibiotik ini di bawah lampu UV bersinar kuning yang berbeda dengan kontrolnya, dan tulang beginilah yang nantinya akan diberikan lagi pada babi dalam bentuk tepung tulang dan seterusnya. Dari kenyataan di atas apakah bisa dikatakan bahwa daging babi sekarang ini sudah sehat karena diternakkan dengan teknologi tinggi? Pertanyaan inipun sebenarnya tidak perlu kita jawab. wassalam Sutan Sati Batuah ------------------------------------------------------------ Bergabunglah dengan Free Email @mimbarminang.com Klik berita terbaru ranah minang di http://www.mimbarminang.com RantauNet http://www.rantaunet.com ================================================= Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ATAU Kirimkan email Ke / To: [EMAIL PROTECTED] Isi email / Messages, ketik pada baris/kolom pertama: - mendaftar: subscribe rantau-net [email_anda] - berhenti: unsubscribe rantau-net [email_anda] Ket: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung ================================================= WebPage RantauNet dan Mailing List RantauNet adalah servis dari EEBNET http://eebnet.com, Airland Groups, USA =================================================

