http://www.kompas.com/kompas-cetak/0104/16/DAERAH/bank20.htm

Bank Dunia Pertanyakan Kerusakan TNKS di Sumbar

Padang, Kompas
Kondisi Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS) di wilayah Sumatera Barat, 
kini sangat parah. Tiga instansi, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional 
(Bappenas), Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah, dan Bank Dunia 
mempertanyakan kondisi taman nasional itu.

Ketua Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Sumatera Barat Muchlis Muchtar 
mengatakan, berdasarkan pantauan citra satelit dua tahun terakhir, kawasan 
TNKS mengalami kerusakan parah akibat penebangan kayu yang tak terkendali. 
"Kerusakan cukup parah berada pada Kecamatan IV Jurai, Sutera, dan Kecamatan 
Lengayang, Kabupaten Pesisirselatan," kata Muchlis, yang ikut mendampingi 
Gubernur Sumbar Zainal Bakar, Sabtu (14/4), di Padang.

Muchlis Muchtar menawarkan pembentukan forum pengawasan yang melibatkan 
semua pihak, termasuk aparat keamanan. TKNS ditetapkan Menteri Pertanian 
sejak tahun 1982 seluas 1.484.185 hektar, yang melibatkan sembilan kabupaten 
di Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, dan Sumatera Barat. Setelah diadakan 
evaluasi dan penataan batas, sesuai SK Menteri Kehutanan Nomor 901/Kpts-II/ 
1999 tanggal 14 Oktober 1999, luas kawasan TNKS ditetapkan 1.375.349,867 
hektar.

TNKS memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi dan penting, karena 
ekosistem yang diwakilinya, yaitu tipe hutan tropis, daratan rendah sampai 
hutan pegunungan. Nilai penting lainnya adalah fungsinya sebagai pelindung 
daerah aliran sungai di sekitar kawasan TNKS pada provinsi terkait. Di 
samping itu juga terdapat fauna yang memiliki keanekaragaman jenis yang 
sangat banyak, sebagian besar jenis langka dan dilindungi seperti badak 
sumatera, harimau sumatera, dan gajah sumatera.

Muchlis Muchtar mengatakan, berdasarkan laporan Ketua Tim TNKS Raleigh A 
Blouch, kerusakan yang paling parah di tiga kecamatan itu pemicunya adalah 
pembukaan jalan yang dibuat oleh masyarakat. Kerusakan hutan terutama 
disebabkan oleh pencurian kayu. Kerusakan kawasan TNKS tidak hanya terjadi 
di wilayah Kabupaten Pesisir Selatan, tetapi juga kawasan TKNS di wilayah 
Kabupaten Solok.

Menurut Gubernur Zainal Bakar, persoalan lain yang menyangkut TNKS adalah 
belum semua desa di sekitar TNKS mendapat dana hibah desa dari Bank Dunia. 
Padahal, sejak tahun 1996 disepakati pengelolaan TNKS mempergunakan dana 
bantuan Bank Dunia selama enam tahun, melalui empat komponen. Salah satu 
komponen itu adalah village area development

_________________________________________________________________
Get your FREE download of MSN Explorer at http://explorer.msn.com


RantauNet http://www.rantaunet.com
=================================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3

ATAU Kirimkan email
Ke / To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email / Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
- mendaftar: subscribe rantau-net [email_anda]
- berhenti: unsubscribe rantau-net [email_anda]
Ket: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
=================================================
WebPage RantauNet dan Mailing List RantauNet adalah
servis dari EEBNET http://eebnet.com, Airland Groups, USA
=================================================

Kirim email ke