Selasa, 17/04/2001 09:00 WIB

Gunung Merapi Meletus, Warga Berhamburan Lari


Batusangkar, mimbarminang.com -- Warga Tanah Datar dan sekitarnya dikejutkan oleh suara letusan dari gunung Merapi yang disusul dengan goncangan hebat dan muntahan debu belerang, Senin (19/4/2001) pagi kemarin. Akibat letusan itu masyarakat yang berada pada beberapa tempat di kaki Merapi berlarian ke luar rumah dengan mata pedih karena terkena debu berbau belerang itu. Kegemparan yang terjadi pukul 08.20 WIB sangat menakutkan warga, karena bunyi letusannya menimbulkan guncangan yang kuat. Mereka mengira Gunung Merapi terban dan meletus. Seperti yang dituturkan Anto Warga Nagari Parambahan yang berada di kaki gunung Merapi, saat itu dia sedang duduk di kedai minum kopi. Begitu mendengar gelegar, ia langsung meloncat ke luar.

Warga lain pun yang ikut merasakan dahsyat-nya goncangan itu terlihat mararau dan berpekikan ke luar rumah. Beberapa ibu-ibu dan anak menangis membayangkan bencana bakal datang. Begitu juga dengan pegawai dan pelajar di kota Batusangkar yang sedang berada dalam ruangan berhamburan karena terkejut. Ketakutan dan kecemasan yang hampir melingkupui seantero Luhak Nan Tuo itu sangat beralasan. Soalnya daerah ini berada tepat pada posisi bawah dari kecondongan Merapi.

Selain goyangan akibat letusan Merapi, debu-debu kepundan terlihat berterbangan mengha-langi pengedara bermotor. Bau belerang dan memedihkan mata, sangat dirasakan oleh para pengendara roda dua. Sampai petang kemarin kepun-dan tebal itu masih terus menyelimuti kabupaten Tanah Datar dan sekitarnya. Petugas Badan Meteorologi dan Geofisika Padang Panjang, Heru Nurman yang dihubungi Mimbar Minang secara terpi-sah, membenarkan adanya letusan Gunung Merapi. Na-mun letusan itu, katanya, belum dalam status waspada, karena merupakan letusan biasa.

Bahkan kondisi Merapi ma-sih normal dan belum ada tanda-tanda akan terjadi letusan susulan. "Buktinya sampai saat ini (malam-red) tidak ada letusan susulan," kata Heru yang dihubungi lewat telepon tadi malam. Terjadinya letusan itu, kata Heru, akan lebih baik, dari pada terpendam dan me-nimbulkan letusan yang lebih besar lagi.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Tanah Datar Ir. Yanuar kepada Mimbar Mi-nang menjelaskan, tanaman lunak bisa mati oleh belerang kepundan akibat kadar kimia yang dikandung. Begitu juga rumput dan makanan ternak lainnya serta daun hijau juga terancam.

"Kalau bisa petani segera menyemprot lahannya sampai belerang itu hilang," sarannya. Namun menurut Yanuar ada juga sisi positifnya. Yakni dalam masa dua sampai tiga bulan ke depan, kepundan bisa menyuburkan tanah.(ydi/son

Kirim email ke