Secarik Motivasi:
BERLAYARLAH MENEMBUS BADAI

Setangguh apapun perahu diciptakan, ia takkan berdaya guna bila hanya tertambat
di dermaga. Anda adalah perahu itu. Kesejatian perahu adalah mengarungi
samudra, menembus badai dan mendarat di pantai harapan. Dermaga adalah masa
lalu. Sedangkan tali penambat itu adalah ketakutan dan penyesalan. Jangan sia-
siakan seluruh kekuatan yang ada pada diri anda. Jangan biarkan masa lalu
menambat anda di situ. Lepaskan diri anda dari beban ketakutan dan penyesalan.
Berlayarlah. Berkaryalah.

Yang memisahkan perahu dengan pantai harapan adalah topan badai, gelombang dan
batu karang. Yang memisahkan anda dengan keberhasilan adalah masalah dan
tantangan. Di situlah tanda kesejatian teruji. Hakikat perahu adalah untuk
berlayar menembus segala rintangan. Hakikat diri anda adalah untuk berkarya
menemukan kebahagiaan.

****************************************************************************
Smiley:
SI MURUNG DAN SI CERIA
Kiriman: Achmad Fauzi ([EMAIL PROTECTED])

Ada dua anak bernama Si Ceria dan Si Murung. Seperti namanya Ceria mempunyai
sifat periang, selalu gembira dan tersenyum. Sebaliknya Murung mempunyai
perangai yang cemberut, selalu sedih, dan jarang tersenyum.

Suatu ketika orang tua mereka berpikiran untuk membuat Si Murung tersenyum
gembira dan membuat Si Ceria menjadi sedih cemberut dan sedih. Mereka lalu
berpikir untuk memberikan sesuatu yang menjadi kesukaan masing-masing anak.

Si Murung menginginkan telepon genggam. Selama ini jika pergi dengan teman-
temannya sering kali ia meminjam telepon genggam milik temannya. Orang tuanya
membelikan sebuah telepon genggam terbaru supaya dia menjadi senang dan gembira.

Sewaktu Murung pergi sekolah, telepon genggam itu dibungkus oleh orang tuanya
dengan kertas kado yang bagus dan diletakkan di kamarnya. Sepulang sekolah,
Murung segera masuk ke kamar dan melihat ada kado di sana. Cepat-cepat ia
membuka kado itu dan ia terkejut sekali ketika mendapatkan di dalamnya berisi
telepon genggam. Wajahnya tersenyum, tapi tidak lama. Kemudian ia murung lagi
karena ia takut kalau-kalau teman-temannya akan meminjam telepon genggamnya
lalu menjadi rusak. Di benaknya selalu muncul pikiran yang negatif, sehingga
kado itu menjadi beban baginya. Yang keluar dari mulutnya adalah omelan dan
keluhan, bukannya ucapan terima kasih kepada orang tuanya.

Di pihak lain, si Ceria senang sekali dengan kuda. Orang tuanya membungkus
kotoran kuda dan diletakkan dalam kamar agar ia menjadi sedih dan murung.
Sewaktu Ceria pulang ia juga terkejut melihat ada kado di kamarnya. Dengan
sergap ia membuka pula kado itu. Betapa terkejutnya ia, ternyata yang
didapatkan adalah kotoran kuda berbau busuk. Mukanya kebingungan sejenak.
Tetapi ia segera berpikir, "Ah masa orang tuaku yang begitu mencintaiku memberi
aku kotoran kuda, pasti ada sesuatu di balik hadiah ini."

Kemudian ia lari kepada orang tuanya dan mencium mereka. Orang tuanya sangat
bingung dan terkejut kemudian bertanya, "Lho kamu itu diberi kotoran kuda kok
senang sih?".Lalu Ceria menjawab, "Papa, Mama, saya tahu kalian sangat
mencintai saya, jadi tidak mungkin memberi kotoran kuda kepada saya, pasti
kotoran kuda itu adalah sebuah tanda. Kalau ada kotoran kuda, berarti ada
kudanya. Saya tahu bahwa kalian akan membelikan kuda pony buat saya, dan
sekarang mana kudanya?"

Kemudian orang tuanya berkata, "Kami hanya memberi itu kepada kamu."

Ceria menyahut, "Tidak mungkin saya yakin pasti ada kudanya."

Akhirnya orang tuanya kalah, dan membelikan dia kuda pony.

Smiley...! Orang yang hidupnya merasa sangat dicintai akan selalu berpikir
bahwa ia selalu akan menerima yang terbaik dalam hidupnya, walaupun dalam
penderitaan. Sebaliknya orang yang pesimis merasa hidup ini menjadi beban
penderitaan yang sangat panjang, sehingga ia selalu gelisah, takut, dan
khawatir.

(Kiriman: Achmad Fauzi, [EMAIL PROTECTED],

****************************************************************************
Stopper:

Jika anak-anak anda menghormati anda, anda telah meraih keberhasilan dalam
tugas hidup yang terbesar. (Unknown)

Anak-anak adalah peniru yang alami, mereka akan bertingkah seperti orang tuanya
meski apa pun telah diajarkan untuk membuat mereka menjadi baik. (Unknown)

Beberapa keluarga bisa melacak nenek moyangnya sampai tiga ratus tahun silam,
tetapi tak bisa menjelaskan kemana anak-anak mereka pergi semalam. (Unknown)

****************************************************************************

Kirim email ke