http://www.kompas.com/kompas-cetak/0104/18/DAERAH/gunu24.htm
>Rabu, 18 April 2001
Gunung Merapi di Sumbar Meletus
Kompas/yurnaldi
Bukittinggi, Kompas
Gunung Merapi (2.893 meter dari permukaan laut/ dpl) di Sumatera Barat meletus. Sampai Selasa pukul 06.00 kemarin tercatat jumlah letusan sebanyak 120 kali. Letusan dahsyat terjadi Senin sebanyak dua kali, yakni pukul 08.15,28 dan 08.40 dengan mengeluarkan asap hitam tebal setinggi 2.800 sampai 3.000 meter ke udara disertai material abu, pasir, lapili, dan bom-bom vulkanik. "Masyarakat tak perlu panik. Meski aktivitas Gunung Merapi sedikit di atas normal atau kategori tahap dua, hal itu masih dalam batas-batas kewajaran. Namun demikian, kewaspadaan perlu ditingkatkan terhadap bahaya, baik bahaya primer maupun bahaya sekunder," kata Munir, Kepala Kantor Pengamatan Gunung Api Direktorat Vulkanologi, yang dihubungi Kompas di Bukittinggi, Selasa (17/4).
Dikatakan, tanda-tanda Gunung Merapi ini akan meletus sudah diketahui sejak tanggal 7 April 2001, dengan adanya peningkatan gempa-gempa vulkanik, yang sejak Januari 2001 sudah terjadi 57 kali. Letusan awal terjadi tanggal 13 April 2001, kemudian letusan susulan tanggal 14 dan 15 April. Puncaknya, terjadi tanggal 16 April, dengan terjadinya dua kali letusan dahsyat.
Hari Selasa (kemarin, letusan susulan masih terjadi dan diperkirakan untuk beberapa hari ke depan letusan masih berlanjut. Letusan mengeluarkan asap hitam tebal setinggi 1.500 sampai 2.000 meter ke udara.
"Setiap letusan belum terlihat adanya bunga api, kecuali mengeluarkan asap tebal dan material letusan seperti abu, pasir, lapili, bom-bom vulkanik. Sampai hari ini belum terlihat perubahan-perubahan yang membahayakan dan mengkhawatirkan," tandas Munir.
Hujan debu
Bunyi letusan terdengar dalam jarak radius 4 km dari pusat titik kegiatan (kawah Verbeck), seperti di Kecamatan V Kaum, X Koto, Batipuh di Kabupaten Tanahdatar serta di Kecamatan Banuhampu Sungaipuar di Kabupaten Agam. Daerah tersebut adalah yang terparah terkena hujan material letusan vulkanik. Bahkan hujan debu juga dirasakan warga di Kota Padang.
Munir menjelaskan, di Gunung Merapi terdapat tujuh kawah. Sedang letusan yang terjadi berasal dari kawah Verbeck, yang memiliki diameter 175 sampai 600 meter dengan panjang sekitar 1.200 meter. Setiap letusan menyebabkan terjadinya perubahan diameter dan kedalaman kawah.
"Untuk langkah antisipasi, kami akan terus melakukan pengamatan/pemantauan selama 24 jam. Masyarakat diimbau agar tidak panik, karena letusan masih dalam batas-batas kewajaran dan belum terlihat perubahan yang membahayakan dan mengkhawatirkan," tambah Kepala Kantor Pengamatan Gunung Api Direktorat Vulkanologi itu.
Kepada Pemerintah Daerah ia minta agar kegiatan pendakian Gunung Merapi dilarang dan diawasi secara ketat. Sebab, selama ini hampir setiap akhir pekan ada pendakian Gunung Merapi oleh kalangan pemuda dan mahasiswa. Padahal, kegiatan pendakian ini sangat membahayakan.
"Pihak vulkanologi tak berhak melarang, kecuali memberikan informasi tentang keberadaan Gunung Merapi dan gunung-gunung lainnya. Yang berhak mengawasi para pendaki adalah pemerintah kabupa-
ten/kota," paparnya.


Get your FREE download of MSN Explorer at http://explorer.msn.com

RantauNet http://www.rantaunet.com ================================================= Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ATAU Kirimkan email Ke / To: [EMAIL PROTECTED] Isi email / Messages, ketik pada baris/kolom pertama: - mendaftar: subscribe rantau-net [email_anda] - berhenti: unsubscribe rantau-net [email_anda] Ket: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung ================================================= WebPage RantauNet dan Mailing List RantauNet adalah servis dari EEBNET http://eebnet.com, Airland Groups, USA =================================================

Kirim email ke