Ambo dapek Dari Republika Online, kiro-kiro buku a sajo nan di tulih Datuak
Rajo Penghulu ko.

Salam,
Harman Irawan.


Rabu, 18 April 2001
Tokoh Adat Minangkabau Meninggal Dunia

PADANG -- Haji Idrus Hakimy Datuak Rajo Penghulu, salah seorang tokoh adat
terkemuka Minangkabau, Senin meninggal dunia. Pada Selasa kemarin jenazah
dimakamkan di kampungnya, Supayang, Tanah Datar, Sumbar.

Penulis khasanah adat dan budaya Minang ini, meninggal karena serangan
jantung. Sebelumnya ia dirawat di rumah sakit Reksodiwirjo, Ganting Padang.
Penghulu adat ini, meninggal dalam usia 72 tahun, meninggalkan 12 orang anak
dan dua orang isteri. Kepergiannya mengejutkan banyak kalangan. Gubernur
Sumbar Zainal Bakar yang sedang berada di Jakarta, mengemukakan, "Beliau
tokoh yang sangat mencintai adat Minang, kita sangat kehilangan," katanya.

Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumbar, Haji Kamardi
Rais Datuak P.Simulie, yang ikut mengantarkan jenazah ke pemakaman menilai,
peranan almarhum sangat besar dalam pelestarian adat Minangkabau. "Selama 30
tahun lebih ia menulis dan berceramah hanya untuk adat Minang," kata
Kamardi. Tidak saja di kampus-kampus, di radio, tapi ia juga berceramah dan
mengikuti seminar di Negeri Sembilan, Malaysia. "Buku-buku adatnya jadi
rujukan kalangan perguruan tinggi," kata Kamardi pula.

Idrus pada awalnya hanyalah seorang walinagari (kepala desa --Red). Namun
sebagaimana jamaknya walinagari di Minangkabau, mereka sangat pandai
berbicara dan menguasai persoalan adat. Karena kegemilangannya itu, sejak
1966 sampai 1982, Idrus tak putus-putusnya menjadi anggota DPRD-GR dan DPRD
Sumbar. Hanya usia dan ketentuan formal semata yang menyebabkan ia harus
meninggalkan kursi di DPRD.

Menurut Kamardi, Idrus ikut mendirikan LKAAM Sumbar tahun 1966. "Malah
dengan biaya sendiri, ia berkeliling ke nagari-nagari berceramah adat,
sesuatu yang tidak pernah dilakukan orang lain," katanya. Di tahun 1970-an,
ketika arus westernisasi merambah bersamaan dengan maraknya televisi, Idrus
terus-menerus memompa semangat orang Minang, agar jangan meninggalkan aturan
adat istiadat.

Irsal Veri, salah seorang anaknya kepada Republika menuturkan, ayahnya
semasa hidup, menghabiskan usianya hanya untuk urusan adat Minang. "Beliau
sangat mencintai Minangkabau," katanya. Ini dibenarkan oleh Rektor
Universitas Andalas Marlis Rachman. "Beliau tokoh adat yang tidak
tertandingi sampai sekarang." rul

********   Network Associates GroupShield Exchange          **********
********  Alert generated at: Wednesday, April 18, 2001 08:57:00 AM SE Asia Standard 
Time
**********************************************************************


The file Tokoh Adat Minagkbau Meniggal Dunia.htm has been replaced.
Please consult your administrator for further help
and remember to quote your ticket number: OA915_987559020_ANEKAGAS

Kirim email ke