Ambo turut berduka cita sedalam-dalamnyo , semoga amal ibadah almarhum
diterima oleh Allah SWT, dan keluraga yang ditinggalkan diberi kekutan iman
., salah seorang minantu almarhum teman baik ambo di Jakarta

Nurman Firman
-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
To: Rantau <[EMAIL PROTECTED]>; surau <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 18 April 2001 8:57
Subject: [RantauNet] Republika Online: Tokoh Adat Minagkabau Meninggal Dunia


>
>Ambo dapek Dari Republika Online, kiro-kiro buku a sajo nan di tulih Datuak
>Rajo Penghulu ko.
>
>Salam,
>Harman Irawan.
>
>
>Rabu, 18 April 2001
>Tokoh Adat Minangkabau Meninggal Dunia
>
>PADANG -- Haji Idrus Hakimy Datuak Rajo Penghulu, salah seorang tokoh adat
>terkemuka Minangkabau, Senin meninggal dunia. Pada Selasa kemarin jenazah
>dimakamkan di kampungnya, Supayang, Tanah Datar, Sumbar.
>
>Penulis khasanah adat dan budaya Minang ini, meninggal karena serangan
>jantung. Sebelumnya ia dirawat di rumah sakit Reksodiwirjo, Ganting Padang.
>Penghulu adat ini, meninggal dalam usia 72 tahun, meninggalkan 12 orang
>anak
>dan dua orang isteri. Kepergiannya mengejutkan banyak kalangan. Gubernur
>Sumbar Zainal Bakar yang sedang berada di Jakarta, mengemukakan, "Beliau
>tokoh yang sangat mencintai adat Minang, kita sangat kehilangan," katanya.
>
>Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumbar, Haji Kamardi
>Rais Datuak P.Simulie, yang ikut mengantarkan jenazah ke pemakaman menilai,
>peranan almarhum sangat besar dalam pelestarian adat Minangkabau. "Selama
>30
>tahun lebih ia menulis dan berceramah hanya untuk adat Minang," kata
>Kamardi. Tidak saja di kampus-kampus, di radio, tapi ia juga berceramah dan
>mengikuti seminar di Negeri Sembilan, Malaysia. "Buku-buku adatnya jadi
>rujukan kalangan perguruan tinggi," kata Kamardi pula.
>
>Idrus pada awalnya hanyalah seorang walinagari (kepala desa --Red). Namun
>sebagaimana jamaknya walinagari di Minangkabau, mereka sangat pandai
>berbicara dan menguasai persoalan adat. Karena kegemilangannya itu, sejak
>1966 sampai 1982, Idrus tak putus-putusnya menjadi anggota DPRD-GR dan DPRD
>Sumbar. Hanya usia dan ketentuan formal semata yang menyebabkan ia harus
>meninggalkan kursi di DPRD.
>
>Menurut Kamardi, Idrus ikut mendirikan LKAAM Sumbar tahun 1966. "Malah
>dengan biaya sendiri, ia berkeliling ke nagari-nagari berceramah adat,
>sesuatu yang tidak pernah dilakukan orang lain," katanya. Di tahun 1970-an,
>ketika arus westernisasi merambah bersamaan dengan maraknya televisi, Idrus
>terus-menerus memompa semangat orang Minang, agar jangan meninggalkan
>aturan
>adat istiadat.
>
>Irsal Veri, salah seorang anaknya kepada Republika menuturkan, ayahnya
>semasa hidup, menghabiskan usianya hanya untuk urusan adat Minang. "Beliau
>sangat mencintai Minangkabau," katanya. Ini dibenarkan oleh Rektor
>Universitas Andalas Marlis Rachman. "Beliau tokoh adat yang tidak
>tertandingi sampai sekarang." rul
>
>
>(See attached file: alert.txt)


RantauNet http://www.rantaunet.com
=================================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3

ATAU Kirimkan email
Ke / To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email / Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
- mendaftar: subscribe rantau-net [email_anda]
- berhenti: unsubscribe rantau-net [email_anda]
Ket: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
=================================================
WebPage RantauNet dan Mailing List RantauNet adalah
servis dari EEBNET http://eebnet.com, Airland Groups, USA
=================================================

Kirim email ke