Mudahan terketuk, inilah anak bangsaku, inilah yang kecil katanya si buta.

-----Original Message-----
From:   Merinda Lubis
Sent:   Tuesday, April 24, 2001 2:28 AM
To:     ANNUR
Subject:        FW:

Assalamualaikum Wr Wb
Kebetulan baru saya terima, sesuai saran Bapak Darul ini salah satu sarana
untuk menyalurkan Infaq Pengajian kita bila berkenan.
Wassalam

-----Original Message-----
From:   [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
Sent:   Sunday, April 22, 2001 8:40 PM
To:     [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; Lucky Fathul A.H.; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED] Subject:


----- Original Message -----
From:   Ria Rasjid
To:     [EMAIL PROTECTED]  ; [EMAIL PROTECTED]
Sent:   Friday, April 20, 2001 6:12 PM
Subject:        [wm20] Re: FW: Posko kemanusiaan untuk pengungsi  Madura
        note:
        pinky yg nulis e-mail ini adl. pinky pangestu,  brother of marie
        pangestu....bisa dipercaya dong

Cerita sedih dari  tempat pengungsian.
Siapa tahu bisa mengetuk hati nurani untuk memberikan  bantuan ke pada
sesama kita yang menderita.
Gue mau  minta tolong ; jadi ceritanya gini ; hari minggu kemaren gue baru
balik  dari Sampang (Madura), gue kesana sebagai utusan organisasi untuk
menyerahkan bantuan untuk para pengungsi dari Sampit. Tapi gue bener2
terpukul setibanya gue disana. Bayangkan ; hampir 70.000 orang  yang ngungsi
ke Sampang dan semuanya benar2 butuh bantuan kita. Gue  ngeliat sendiri
gimana penanganan Pemda setempat. Kita tidak bisa  mengandalkan bantuan
mereka. Malahan, mereka sibuk dengan kepentingannya  sendiri.  Begitu pula
organisasi. Terus terang gue malu datang kesana dengan  membawa bendera
organisasi. Disana gue ngeliat ada posko yang terjun  langsung ke lapangan
untuk memberibantuan (kalo cara kerjanya pemda dan  ormas jauh bgt dari yang
namanya terjun ke lapangan). Bahkan ada fenomena  dimana pemda setempat
masih berusaha untuk mengeruk keuntungan dari  kondisi ini, contohnya untuk
dapur umum. Beras itu disubsidi tapi di  anggaran belanja pengungsi ada nota
untuk beras sekian kuintal  (bayangkan!!!, belum lagi telur dan mie instan
yang dikorupsi ;). Sedih  banget deh pokoknya kalo ngeliat kondisi disana.
Seharusnya gue  menceritakan kondisi para pengungsi, tapi terus terang gue
gak bisa  ngungkapinnya dengan kata2. Kondisi mereka benar2 parah. Ada dua
kecamatan  yang saat ini sedang terjangkit penyakit Lepra. Gimana ceritanya
yah
Mungkin gue mulai ceritanya dari awal kali yah ; para pengungsi  itu
didatangkan dari Sampit dengan kapal TNI AL dan mereka berlabuh  di
Pelabuhan Surabaya. Setelah itu mereka menyeberang ke Sampang  dan sampainya
di Pelabuhan Madura mereka dinaikkan ke atas truk dengan  tujuan masing2.
Sebagian besar (68.000 orang) menuju Sampang. Sebagian  besar dari mereka
sebenarnya belum pernah ke Madura meski mereka berdarah  Madura. Mereka
lebih menganggap diri mereka orang Kalimantan keturunan  Madura. Sampai di
Sampang, mereka diturunkan di daerah-daerah yang  sekiranya masih kosong
(disebar ke 13 kecamatan) dan mereka diharapkan  bertahan hidup sendiri.
Biasanya mereka menuju hutan dan menebang pohon  untuk dibuat rumah (namun
kondisi sanitasinya tidak dapat diandalkan,  ditambah lagi dengan kondisi
air Madura yang pada dasarnya kurang baik  karena mengandung terlalu banyak
garam.
Kondisi terbaik yang gue temuin  adalah 2 keluarga besar (yang satu dengan
anggota 18 orang, itu termasuk  cucu, dan yang satu lagi anggota keluarga
inti dengan anak sebanyak 9 orang  dengan anak terkecil baru berumur 2
bulan, si anak bungsu lahir di kapal  TNI AL). Bayangkan 29 orang tinggal
bersama dalam satu ruangan bekas  menggiling padi ukuran 3X4 meter. Mereka
tidak memiliki kamar mandi, mereka  menadah air hujan untuk diminum, mereka
tidak mempunyai pakaian karena  mereka tidak sempat membawa apa2 dari
Sampit.  Tapi ada yang mungkin lucu ;  ayah dari 9 anak itu mengenakan jaket
kulit yang sangat bagus dan menurut  gue mahal.. gue iseng nanya itu jaket
sempet bawa dari Sampit yah?
Dia  jawab.. nggak bak (bak = mbak kalo di madura), ini jaket pemberian
kapten  kapal. Saya waktu itu gak sempat berpakain karena saya terburu2 dan
istri  saya mau melahirkan. Saya hanya mengenakan celana pendek. Jaket ini
hadiah  dari kapten kapal ketika istri saya melahirkan Yang paling
menyedihkan, ada  yang memakan beras dalam kondisi mentah karena mereka
tidak memiliki kompor  dan bahkan terlalu miskin untuk membeli minyak tanah
untuk membuat  unggun. Mereka juga terlalu miskin untuk membeli pembalut
sehingga wanita  yang sedang haid menjadi masalah tersendiri bagi mereka. Di
beberapa  komunitas, wanita yang sedang haid terpaksa menjauhi  kelompoknya
karena laler akan bergerombol di dekatnya dan kebayang kan  gimana
kondisinya (maaf kalo gue terlalu vulgar). Gue bener2 terpuruk  ketika gue
pindah kecamatan dan disana gue menghadapi kondisi yang lebih  buruk lagi.
Mereka belum menemukan atau membuat rumah layak huni. Mereka  menggelar
tikar yang diberikan oleh posko dan tidur bertumpuk2 di atasnya.  Disana ada
seorang ibu2 yang menggendong anaknya (2 tahunan) dan  menghampiri gue trus
bilang, Bu, tolong saya ; saya tidak ingin anak saya  hidup seperti ini ;
tolong rawat anak saya ; saya ingin dia bahagia. Saat  itu gue gak bisa
ngomong apa2.
Gue cuman bisa nangis dan marah sama  sistem yang turut mempersulit
kehidupan mereka.
Kitagak bisa diem aja  menunggu pemerintah membereskan semuanya. Kita juga
bisa ikut ambil bagian  di dalamnya. Kita bisa membantu mereka dengan
memberikan bantuan semampu  kita.
Temen2, masih banyak lagi kondisi yang belum gue paparin.. gue  gak tau
gimana caranya maparin kondisi tersebut. Gue minta tolong temen2  untuk
membantu apa aja. Bisa uang atau juga barang. Awal mei nanti gue  mau kesana
lagi karena tanggal 15-27 April ini gue harus mengikuti kegiatan ttg dialog
antar agama dan gue akan mencoba untuk mencari bantuan  dari orang-orang
yang akan gue temui nanti di dialog  tersebut.
Kemaren ada 3 badan yang bersedia melepaskan bendera  organisasinya dan
membantu para pengungsi melalui jalur posko (bukan pemda  yang sangat
birokratis), yang pertama itu dari Yayasan Panti Rapih plus  relawan2 Yogya,
yang kedua Relawannya Romo Sandi yang terdiri dari  mahasiswa Brawijaya dan
IKIP Malang, yang terakhir relawan2 dari Blitar.  Gue juga butuh bantuan
mengenai trauma center untuk para pengungsi karena  trauma center yang saat
ini sudah ada nampaknya kurang berhasil. Tolong  teman2 bantu para pengungsi
ini ; mereka benar2 butuh uluran tangan teman2.  Bantuan apa aja pasti
diterima.
Di bawah ini gue lampirin daftar  barang-barang yang sangat diperlukan oleh
para pengungsi pada umumnya  berdasarkan survei yang diadakan oleh Posko
Kemanusiaan :
1.      Terpal
2.      Handuk
3.      Perlengkapan mandi (sabun, pasta gigi, sikat gigi,  shampoo) + gayung
4.      Beras, gula, minyak goreng
5.      Lauk pauk (yang tahan  lama dan awet)
6.      Peralatan masak dan makan
7.      Lampu teplok
8.      Minyak  tanah
9.      Makanan tambahan untuk bayi dan anak-anak
10.     Pakaian dalam  pria dan wanita
11.     Al Quran
12.     Mukena
13.     Sarung
14.     Seragam  sekolah
15.     Sepatu, sandal
16.     Tas sekolah
17.     Alat tulis dan  buku
18.     Kantung plastik besar
19.     Deterjen
20.     Pembalut  wanita
21.     Ember
22.     Bubur bayi
23.     Susu
24.     Bumbu masak  (instant)
25.     Apa saja yang bisa untuk bertahan hidup.

Kalo temen2  mau mencari informasi, temen2 bisa menghubungi Posko Relawan
Kemanusiaan  Sampang
Jl. Kusuma Bangsa no 13 Sampang
Telp. 0323 324324
Email :  [EMAIL PROTECTED]

Posko itu 24 jam buka terus ; jadi temen2  bisa ngehubungin kapan aja.
Please yah temen2 bantuin para pengungsi itu ;  mereka membutuhkan
teman-teman semua.
Semoga penuturan gue yang acak  kadul ini cukup bisa mengetuk hati temen2
semua dan gue sangat berterima  kasih kalo temen2 mau menyebarluaskan
informasi ini ke teman-teman yang  lain. Bantuan apa pun pasti diterima
dengan senang hati.
Semoga Yang  Maha Kuasa membalas kebaikan teman-teman semua. Amin
Wass,
PINKY

Do You Yahoo!?
Yahoo!  Auctions - buy the things you want at great prices
Yahoo! Groups  Sponsor
www.newaydirect.com
[IMAGE]



Your use of Yahoo!  Groups is subject to the Yahoo!  Terms of Service.



RantauNet http://www.rantaunet.com
=================================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3

ATAU Kirimkan email
Ke / To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email / Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
- mendaftar: subscribe rantau-net [email_anda]
- berhenti: unsubscribe rantau-net [email_anda]
Ket: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
=================================================
WebPage RantauNet dan Mailing List RantauNet adalah
servis dari EEBNET http://eebnet.com, Airland Groups, USA
=================================================

Kirim email ke