Title: Bacakak inyo samo inyo

Bersama ini saya forwardkan berita dari Mandiri Online.


Pertemuan Anggota Golkar Se-Sumatera Kisruh

Reporter: John Nedy

PADANG, Mandiri - Pertemuan Anggota dan Fraksi Partai Golkar se-Sumatera yang dihadiri Ketum Akbar Tandjung, Minggu (22/4) kisruh setelah antar anggota saling menyerang dengan berbagai tuntutan. Salah satunya adalah desakan mundur kepada Ketua DPD Golkar Sumbar Noer Bahri yang dinilai tidak mampu menjadi pemimpin bagi partai berbendera beringin tersebut.

Penggantian Noer Bahri, disampaikan Pj Ketua DPD AMPI Irdinansyah Tarmizi merupakan jalan satu-satunya untuk tetap menjaga keutuhan Golkar kepada Ketum Golkar Akbar Tandjung, dalam silaturahmi dengan kader dan anggota Fraksi Partai Golkar se-Sumatera, Minggu (22/4).

"Tuntutan ini merupakan pernyataan sikap dari semua kader partai, terutama AMPI yang merupakan underbown Golkar," ujarnya.

Menurut Irdinansyah, tuntutan itu lahir karena banyaknya Pengurus DPD Tk I yang mengundurkan diri. "Kebijakan penyempurnaan dengan reshuffle sudah tak efektif lagi, ditambah banyaknya konflik diantara pengurus partai di tingkat I dan tingkat II sendiri," katanya.

Pernyataan itu diperkuat salah seorang kader asal DPD Pasaman. Menurut Yurizal, DPD Golkar dibawah kepemimpinan Pamuncak tak mampu membawa berbagai perubahan, termasuk menyelesaikan konflik internal yang terjadi di tubuh partai di daerah. Ia menunjuk kasus yang menimpa Ketua DPD Pasaman yang juga Ketua DPRD Pasaman Drs Kohirman yang tengah menjalani penahanan, karena tuduhan pemalsuan Daftar Calon Tetap.

"DPD Sumbar tak memberikan langkah kongkrit dalam menyelesaikan persoalan ini. Ini membuktikan bahwa kepengurusan DPD Sumbar sudah tak efektif lagi dipertahankan," katanya.

Pertemuan menghangat, karena salah satu Wakil Ketua DPD, B Yonda Djabar penyerang kader-kader yang menuntut Pamuncak mengundurkan diri. "Masalah ini sudah pernah kita bicarakan. Sekarang bukanlah saat yang tepat," katanya. Kontan, pernyataan Yonda "dilawan", yang menyebabkan suasana pertemuan menjadi kian hangat.

Melihat kondisi demikian, wartawan yang sejak sore diundang untuk mengikuti jalannya pertemuan, diusir secara mendadak oleh Satgas Partai Golkar Sumbar. Alasannya, pertemuan itu hanya internal partai yang tertutup untuk pers.

Usai pertemuan, Akbar Tanjung yang didampingi Ketua DPP Agung Laksono dan Korwil III Fahmi Idris menyatakan, DPP akan mengambil sikap dan berbagai langkah setelah mengadakan pertemuan dengan Korwil.

Sementara Pamuncak sendiri mengaku tak habis pikir dengan tuntutan agar dirinya mengundurkan diri. "Mereka tak rasional. Dalam AD/ART diatur secara jelas bahwa Musda dipercepat itu tidak ada," katanya.

Ia mengaku tak peduli dengan tuntutan itu, karena yang menggugat hanya satu dan dua orang saja. Dan, "Itupun datangnya dari DPD Tingkat II," jelasnya, santai.

[NND]

Kirim email ke