ambo baru mandanga   ( dari dunsanak afdal ) kalau memang ado urang minang
yang mandukuang gusdur
karano nan ambo tahu, urang minang itu konsekwen  ( mungkin indak 2% )
tetapi salabiahnyo konsekwen.
karano itu sudah adat istiadat bagi kito , karano urang minang itu kalau
salah biapaun itu anak ,adiak atau
kapunakan ,kalau basalah tetap ditindak.
dan ambo mandapek informasi  bahwa di sumbar  ada satu orang dari fraksi
PKB ,dan beliau diminta untuak
kalau dari pkb / mengundurkan diri.
apakah beliau sudah mengundurkan diri  ????
dan  ambo mambaco dikoran republika dll , bahwa DPRD SUMATRA BARAT meminta
gusdur untuk megundurkan diri dari korsi kepresidenan, dan ambo raso itu
memang sesuai dengan aspirasi masarakat sumbar., semoga sidang istimewa
cewat diproses.
putra andalas



Mungkin Pandatang dari tanah Jawa  ndak....sarupo kasus di pekanbaru...yang
basumber dari  Berpolitik.com

                                                                            
                                                                            
                                                                            
                                                                            
                                                     Gugatan Pendukung Gus  
                                                     Dur, Jadikan Riau      
                                                     Seperti  Sampit        
                                                    Berita Selasa, 24 April 
                                                    2001, @14:43  WIB       
                                                    (Embedded image moved   
                                                    to file: pic29358.pcx)  
                                                    Pekanbaru -- Rencana    
                                                    para  pendukung         
                                                    Presiden Wahid untuk    
                                                    menggugat tiga tokoh    
                                                    Riau  dikhawatirkan     
                                                    bakal menimbulkan       
                                                    masalah serius. Kalau   
                                                    gugatan itu  diteruskan 
                                                    dikhawatirkan bakal     
                                                    menimbulkan konflik     
                                                    antaretnis  seperti     
                                                    yang terjadi di Sampit, 
                                                    Kalteng.                
                                                                            
                                                    Hal itu diungkapkan     
                                                    Panglima Laskar         
                                                    Hulubalang Melayu Riau, 
                                                    Asman  Yunus kepada     
                                                    wartawan, Selasa (24/4) 
                                                    siang. Diingatkannya,   
                                                    selama  ini masyarakat  
                                                    Riau begitu toleran     
                                                    dengan tidak            
                                                    mempersoalkan  penduduk 
                                                    pendatang. Namun,       
                                                    kondisi yang seperti    
                                                    ini hendaknya jangan    
                                                    diutak-atik lagi.       
                                                                            
                                                    "Kalau para pendukung   
                                                    Gus Dur ngotot          
                                                    menggugat tiga  tokoh   
                                                    Riau itu, kemungkinan   
                                                    besar konflik           
                                                    antaretnis bisa         
                                                    meletus.  Masyarakat    
                                                    Melayu (Riau) sendiri   
                                                    tidak menginginkan      
                                                    terjadinya  pengusiran  
                                                    kaum pendatang. Tapi    
                                                    jika kaum pendatang pro 
                                                    Gus Dur yang  memulai,  
                                                    kami tentu tak akan     
                                                    tinggal diam,"          
                                                    ancamnya.               
                                                                            
                                                    Ketiga tokoh Riau yang  
                                                    digugat para pendukung  
                                                    Gus Dur itu, yakni      
                                                    seniman Idrus Tintin,   
                                                    pengacara Kapitra       
                                                    Ampera SH, serta mantan 
                                                    anggota DPRD Pekanbaru  
                                                    Abu Samah Amin.         
                                                    Ketiganya dituding      
                                                    telah  melecehkan Gus   
                                                    Dur dengan tindakan     
                                                    menurunkan dan          
                                                    menginjak-nginjak  foto 
                                                    Presiden sewaktu        
                                                    terjadinya aksi         
                                                    unjukrasa mahasiswa     
                                                    yang  menginginkan      
                                                    mantan Ketua Umum PB NU 
                                                    itu mundur.             
                                                                            
                                                    Kepada Berpolitik.Com,  
                                                    Kapitra menjelaskan,    
                                                    aksi yang  dilakukan    
                                                    Forum Komunikasi Pemuka 
                                                    Masyarakat Riau         
                                                    (FKPMR), Maret  lalu    
                                                    hanya semata-mata       
                                                    gerakan politik.        
                                                    Penurunan foto-foto Gus 
                                                    Dur  adalah simbol dari 
                                                    keinginan masyarakat    
                                                    Riau supaya yang        
                                                    bersangkutan turun dari 
                                                    kursi Kepresidenannya.  
                                                                            
                                                    "Kalau Forum Peduli     
                                                    Pembela Marwah Presiden 
                                                    (FPPMP) mau  menggugat, 
                                                    sebaiknya mereka minta  
                                                    surat kuasa dulu ke Gus 
                                                    Dur. Kalau  belum       
                                                    punya, mereka tidak     
                                                    punya hak untuk itu,"   
                                                    tukasnya.               
                                                                            
                                                    Namun pendapat Kapitra  
                                                    ini dibantah tegas      
                                                    kuasa hukum FPPMP.      
                                                    Selaku penggugat,       
                                                    terang Idham, FPPMP     
                                                    berhak menggugat ketiga 
                                                    tokoh  tadi karena      
                                                    masalah tersebut        
                                                    menyangkut marwah       
                                                    seorang presiden  bukan 
                                                    atas nama Gus Dur yang  
                                                    orang NU dan deklarator 
                                                    PKB.                    
                                                                            
                                                    "Yang menggugat bukan   
                                                    orang NU, PKB atau      
                                                    Anshor, tapi forum      
                                                    yang mengatasnamakan    
                                                    peduli pembela marwah   
                                                    presiden yang kebetulan 
                                                    didirikan oleh          
                                                    orang-orang NU, PKB dan 
                                                    Anshor," tandasnya.     
                                                                            
                                                    Idham mengatakan,       
                                                    tuntutan pelecehan      
                                                    Kepala Negara ini layak 
                                                    diajukan. Sesuai Pasal  
                                                    134 KUHP, pelecehan dan 
                                                    penghinaan terhadap     
                                                    presiden bisa dituntut  
                                                    enam tahun penjara. *** 
                                                    (wnn)                   
                                                                            
                                                                            

-----Original Message-----
From:  Muhammad Afdal <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date:  Tuesday, April 24, 2001 10:41 PM
Subject: Re: [RantauNet] Ilmu  - Ilmu Pasukan Berani Mati (mati sasek jo
cilako )


itu sabana batua kecek angku boes ko mah...
baraso kiyai2 tu salamoko indak mancogok mungkin sadang batapa di  gunung
kidul.....
namun baitu ambo juo jadi heran barapo hari nan lalu ambo mambaco  barita
di harian mimbar minang baraso kini ado pulo pasukan berani mati
pandukuang gusdur dari sumbar nan siap pulo membela gusdur.
kalau iko bana ado ambo sangaik sadieh mandanganyo, aleh jaleh nagari  awak
alah tagadai ka pamerintah pusek kini masih ado pulo urang awak nan  amuah
manjadi panjilek gusdur, iko sabana rumik etongannyo jadinyo. tapi  kalau
urang nan dari jawa tingga di sumbar sato pulo mambela gusdur itu  mungkin
sajo...
tapi itu kanyataannyo aleh jaleh pamimpin buto, nan anak buah mambela
bosnyo jo hati buto pulo dan alah bagalemak sajo sado ee..

wassalam
afdal


(Embedded image moved to file: pic26962.pcx)
(Embedded image moved to file: pic24464.pcx)

pic29358.pcx

pic26962.pcx

pic24464.pcx

Kirim email ke