assalamu'alaikum WW

Ambo baru tau dek mambaco barito dibawah iko..
alah ado pulo namo tampek Malvinas di Padang...
...di ma bana "malvinas" itu.. dan apo indak ado namo kampuang asa-nyo 
sahinggo dinamokan
Malvinas...

kok di Bekasi..nan namonyo Malvinas itu kan daerah lampu merah....

Wassalam

Z Chaniago - Palai Rinuak


http://www.kompas.com/kompas-cetak/0105/11/DAERAH/peta19.htm

 >Jumat, 11 Mei 2001

600 Petani Unjuk Rasa di DPRD Sumbar

Padang, Kompas
Sedikitnya 600 petani dari berbagai daerah di Sumatera Barat, Kamis (10/5), 
unjuk rasa ke DPRD Sumbar di Padang. Mereka menuntut wakil rakyat mendesak 
wali kota/bupati untuk menyelesaikan sekitar 5.700 hektar tanah ulayat yang 
dikuasai secara tidak sah.

"DPRD harus serius memperjuangkan rakyat dan mendesak wali kota/bupati 
menyelesaikan persoalan tanah ulayat yang dikuasai pengusaha perkebunan dan 
pihak tertentu secara tidak sah," kata Taufik, juru bicara petani.

Petani yang berunjuk rasa tergabung dalam Persatuan Persaudaraan Petani dan 
Nelayan Nusantara (P2Tantra), berasal dari Kota Padang, Kabupaten Padang 
Pariaman, 50 Kota, Solok, dan Kabupaten Pasaman. Tanah ulayat warga petani 
yang dikuasai sejak puluhan tahun dan dituntut pengembaliannya, memiliki 
total luas 5.700 hektar.

Taufik mengatakan, di Kapar, Kabupaten Pasaman, terdapat tanah warga seluas 
4.200 hektar yang dikuasai PT PAP yang bergerak di bidang perkebunan kelapa 
sawit. Sedang di Bukit Gompong, Kabupaten Solok, ada seluas 682 hektar tanah 
warga dikuasai PT Perkebunan Nusantara 6.

"Namun, yang lebih memprihatinkan, seluas 583 hektar tanah permukiman warga 
miskin di Malvinas, Padang, digusur untuk pembangunan pengendalian banjir 
Kota Padang. Meski proyek tersebut sudah selesai, ganti rugi belum juga 
diterima masyarakat. Sementara hidup warga yang tergusur terpaksa menumpang 
di rumah keluarga. Di samping itu, di Kurao, Padang ada pula 6,6 hektar 
tanah warga dikuasai PGRI Sumbar," kata Taufik.

Tidak hanya itu, untuk pembangunan Bandara Katapiang di Padang Pariaman, 
masih terdapat 12 hektar tanah warga yang belum diganti rugi. "Ada kesan 
hak-hak rakyat dirampas, tanpa diberikan ganti rugi yang layak," tambahnya.

Ketua DPRD Sumbar Arwan Kasri, ketika berdialog dengan petani berjanji akan 
mendesak wali kota/bupati untuk segera menyelesaikan masalah tanah ulayat 
dan ganti rugi yang belum tuntas. "Tuntutan para petani akan diteruskan ke 
masing-masing bupati/wali kota, karena secara detail ia yang tahu masalah. 
Harapan DPRD Sumbar, masalah tersebut dapat dituntaskan tanpa merugikan 
masyarakat," katanya

_________________________________________________________________
Get your FREE download of MSN Explorer at http://explorer.msn.com


RantauNet http://www.rantaunet.com
=================================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3

ATAU Kirimkan email
Ke / To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email / Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
- mendaftar: subscribe rantau-net [email_anda]
- berhenti: unsubscribe rantau-net [email_anda]
Ket: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
=================================================
WebPage RantauNet dan Mailing List RantauNet adalah
servis dari EEBNET http://eebnet.com, Airland Groups, USA
=================================================

Kirim email ke