>Selasa, 15 Mei 2001 Komandan Korem Wirabraja: Pemasok Senjata GAM Dibekuk di Daerah Agam Padang, Kompas Daerah Sumatera Barat yang selama ini dinilai relatif aman, diam-diam menyimpan potensi yang membahayakan. Setelah dikenal sebagai daerah penghasil daun ganja, daerah ini juga ternyata telah menjadi penghasil senjata api rakitan. Dalam kasus terakhir, sudah puluhan senjata api rakitan yang dipasok ke kelompok Gerakan Aceh Merdeka (GAM).Keberadaan tempat pembuatan senjata api rakitan ini berhasil diungkap Komando Resor Militer (Korem) 032/Wirabraja. Tersangka TS (46), pembuat senjata api rakitan tersebut, diringkus bersama sejumlah barang bukti dalam suatu penggerebekan hari Jumat (11/5) dini hari sekitar pukul 02.00. Komandan Korem 032/Wirabraja Kolonel (Inf) Soeprijanto ketika dihubungi Senin di Padang membenarkan penangkapan TS, tersangka pembuat senjata api rakitan. "Kasusnya berikut sejumlah barang bukti sudah diserahkan ke Polda Sumbar untuk dilakukan penyidikan intensif," katanya. Barang bukti antara lain berupa tiga pucuk senjata api rakitan bentuk F/Colt-38, laras senapan panjang, 12 selongsong peluru, dua buah magazine, dan buku manual yang berisi tata cara pembuatan/penggunaan senjata FM-46. Di rumah tersangka di Desa Kotobaru, Kecamatan Tangjungraya, Kabupaten Agam (sekitar 141 km utara Padang), Sumatera Barat, juga terdapat mesin bubut dan tabung las. Didampingi Kepala Penerangan Korem Kapten (CAJ) Ismal, Komandan Korem menjelaskan, tempat pembuatan senjata api rakitan untuk kelompok GAM ini diketahui berkat laporan masyarakat. Untuk membuktikannya, bersama seorang anggota masyarakat, anggota Batalyon 131/Brajasakti, Payakumbuh, melakukan investigasi kemudian berhasil bergabung dengan tersangka TS selama dua bulan. Anggota Korem berhasil mengorek berbagai informasi dari tersangka TS. Antara lain, tersangka TS mengatakan bahwa senjata api rakitan sudah ada yang menampung di Aceh dan digunakan oleh kelompok GAM. Bila ada senjata api (rakitan) GAM yang rusak, TS juga bertugas untuk memperbaikinya. "Saat dimintai keterangan di Markas Korem, tersangka TS mengaku sudah membuat dan mengirim puluhan senjata api buatan. Ketika ditanya apa ada 10 pucuk, 20 pucuk, 30 pucuk senjata yang telah dibuat dan dikirim, TS menjawab ada. Bisa jadi jumlah yang telah dikirim lebih 30 pucuk," kata Soeprijanto. Tersangka TS yang berasal dari Aceh, telah tinggal dan mengontrak rumah di Desa Kotobaru, pinggiran Danau Maninjau, sejak tahun 1993. Tempat tinggalnya agak berjarak dengan masyarakat sekitar. TS selalu keluar malam dan kembali ke rumah pagi hari. Pada bagian lain ia juga mengungkapkan bahwa anggota Korem 032/Wirabraja kini tengah melakukan investigasi ke daerah Palupuah, masih di Kabupaten Agam, dan di Solok Selatan, Kabupaten Solok, karena di dua daerah itu juga diduga ada tempat membuat senjata api rakitan. _________________________________________________________________ Get your FREE download of MSN Explorer at http://explorer.msn.com RantauNet http://www.rantaunet.com ================================================= Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ATAU Kirimkan email Ke / To: [EMAIL PROTECTED] Isi email / Messages, ketik pada baris/kolom pertama: - mendaftar: subscribe rantau-net [email_anda] - berhenti: unsubscribe rantau-net [email_anda] Ket: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung ================================================= WebPage RantauNet dan Mailing List RantauNet adalah servis dari EEBNET http://eebnet.com, Airland Groups, USA =================================================

