Angku Syarfi, dan teman-teman,
 
Saya sebetulnya belum memasuki topik diskusi soal Marxisme ini. Adapun posting saya atas diskusi seorang teman saya di USA dengan Jusfic Hadjar, hanya ingin memberikan sudut pandang "perubahan" sikap seseorang ketika sudah merantau ke negeri orang. Dan itu pendapat teman saya, bukan pendapat saya.
 
Saya sebetulnya sudah cape' diskusi soal Marx. Karena banyak sekali soal-soal dalam karya-karya Marx yang harus dibahas, didiskusikan, tidak hanya soal "agama itu candu". Konteks "agama itu candu" juga tak ditujukan kepada seluruh agama, melainkan agama Kristen. Dalam kajian-kajian awal Marx dkk dari Universitas Tubingen, adalah membuktikan betapa Injil itu tidak autentik. malahan Marx dan kawan-kawan sampai kepada kesimpulan bahwa Injil itu dipengaruhi oleh mitos-mitos Yunani. Adanya banyak Injil (Lucas, Matius, Yohanes, Markus, Barnabas) adalah bukti betapa injil tidak autentik. Injil-injil itu juga dibuat jauh setelah Yesus meninggal dunia. Kenapa hanya Injil Lucas, Matius, Yohanes, dan Markus yang dipakai? karena keputusan dari para pendeta, padahal injil Barnabas jauh lebih dekat ke beberapa bagian dari Al Qur'an. Jadi, ketidak setujuan Marx dkk (Engels, Straub, etc) adalah firman Tuhan yang benar ternyata diputuskan oleh Pendeta, dan bukan oleh Yesus. Dalam injil Barnabas, Yesus bukan anak Tuhan, melainkan nabi biasa.
 
Soal Trinitas juga diserang oleh Marx dkk. Tuhan, dalam konsep itu, lebih dekat ke Zeus (Dewa Tertinggi Yunani), sedangkan Yesus adalah Hercules (anak Zeus yang berwujud setengah manusia setengah dewa), dan ibu Hercules adalam Maryam (yang "disetubuhi" Zeus, tetapi manusia tidak tahu) . Banyak dalil-dalil ilmiah yang dilakukan oleh Marx dkk yang menegaskan betapa Injil itu tidak autentik/asli.
 
Ketika mempelajari itu semua, Marx belum mengenal islam (makanya, dalam suatu diskusi yang melelahkan di sebuah milis, saya menulis judul "seandainya Marx mengenal Islam"). Makanya, pihak gereja begitu membenci Marx dkk sehingga mengalami pengusiran. Marx juga sangat miskin. Bahkan buku "Daas Capital" (Modal) yang dia bikin, ketika dijualpun  tak sanggup membeli harga cerutu yang dia pakai ketika meninggal. Anak-anaknya mati dalam sistem kapitalisme Inggris waktu itu.
 
Tulisan-tulisan Marx itu, lebih berwujud impian, tak seluruhnya ilmiah, terutama yang berhubungan dengan soal-soal keruntuhan kapitalisme. Sama sama nilainya dengan tulisan Huntington "The Clash of Civilization" yang di kalangan sarjana-sarjana Barat pun bukan karya ilmiah. Biasanya, dalam ilmu sejarah, sebuah tulisan bukan teks mati yang diterjemahkan ke zaman manapun, melainkan terhubung dengan waktu, tempat, dan konteks zamannya. Hanya kitab-kitab suci yang menembus waktu dan tempat. Karya-karya Marx jelas-jelas bukan kitab suci. Sedangkan komunisme (ketika ada tambahan kata isme) lebih sebagai ideologi, sama halnya dengan Pancasila, yang dibangun suatu negara untuk kepentingan tertentu. Dulu, siapa yang berani menolak Penataran P-4?
 
Saya sebetulnya mau saja membuka diskusi soal ini, tetapi waktu saya amat terbatas. Saya sendiri tidak begitu peduli sama Sdr. Rego, karena memang dia nggak ngajak diskusi, tapi hanya menghakimi, tanpa pernah tahu apa yang dia hakimi.
 
makanya, untuk diskusi soal Karl Marx, apa yang mesti didiskusikan? Karya yang mana? Topik yang mana? Bab yang mana? Kalau soal Marx itu komunis, bisa-bisa diskusinya melebar kemana-mana. Makanya, dalam Tap MPRS/XXV/1966 jelas-jelas dicantumkan bahwa mempelajari Marx itu harus secara terpimpin, atau ada orang yang ahli soal itu. Tidak bisa di milis terbuka seperti ini. Bisa berbahaya, dan menimbulkan fitnah tak sehat.
 
Tolong kirim posting saya ini ke rantaunet. Soalnya, saya tak ikut lagi ...
 
Salam,
 
ijp
----- Original Message -----
Sent: Monday, May 14, 2001 5:57 AM
Subject: [surau] Hot Topics: Marxis, Teolog & Kristenisasi

Email saya ini untuk reply beberapa egroups spt:[EMAIL PROTECTED],[EMAIL PROTECTED],[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],  sering crash dengan internet explorer sehingga harus pakai compose/new message, tidak bisa langsung reply, kalau ada saran cara mengatasinya pls info. Tks.

Mengenai hot topics tsb.diatas menurut saya ada benarnya beberapa pandangan ttg Marx  dalam diskusi milis ini, dan ada jawaban saya tunggu dari kemaren, yaitu sebuah jawaban yang relatif netral, bukan karena fanatik, bukan karena benci, tapi karena telah mengerti.

Pak Rego saya lihat dalam diskusi ini seperti phobia terhadap Marx, dan Pak Indra tidak berhasil meyakinkannya dalam beberapa hal hahaha.

Saya yakin teman pak Indra di USA yang total mendukung Kapitalis itu salah dari kacamata seorang Humanis, kapitalis itu kejam sekali (kebetulan back ground saya adalah Economics) dan pada saat kita memasuki ekonomi persaingan bebas baru akan terasa bahwa system ini adalah yang paling brengsek, lebih brengsek dari system monopoli yang sekarang kita kecam ini.

Selanjutnya jika kita mendukung Sosialis Komunis ternyata sudah terbukti mereka hancur, ngapain mendukung/mengikuti jalan orang yang gagal?

Tapi ada hal yang perlu diingat bahwa ada idealisme ‘produk gagal’ itu sangat luarbisaa, jadi JIKA INGIN MEMBUANG AIR BEKAS MANDI BAYI, JANGAN DIBUANG BERSAMA BAYINYA!!! Bayi itu adalah idealisme yang ber-perikemanusian. Jadi walaupun pak Rego punya buku2 tahun 1950-an, saya masih ragu apakah sudah benar2 dikuasai atau belum (mohon maaf pak), ada hal kecil seperti pengertian sosialisme, maxisme, komunisme, anti agama yang seperti bercampur baur.

Marx begitu yakin kapitalisme ini akan hancur sendiri ternyata tidak, karena mereka melakukan perubahan2 besar mengikuti kritik Marx. Mereka menciptakan HAM, menjaga hubungan baik Buruh dan Kapitalis, berpura-pura baik kepada negara berkembang dengan berbagai bantuannya, sehingga mereka tidak perlu lagi VOC/berperang/menjajah dengan senjata, tapi dengan Financial/Perekonomian NEO IMPERIALSME namanya sekarang. Kaum Kapitalis malah medaur ulang paham sosialisme Marx,  dan kenapa mereka menang? Karena mereka tidak pernah berkata tidak sebelum berpikir ilmiah, Amerika saja masih mempelajari Marx, kenapa Indonesia tidak??? Menurut Rosa Luxemburg, imperialisme adalah puncak dari Kapitalisme dan sekarang terbukti spt yang dialami Indonesia.

Pak Rego, FYI, marxisme itu bermacam2, buku das kapital yang ada sekarang berbeda dengan yang dulu, yang terbitan Moscow berbeda dengan terbitan Beijing, jadi saya kira perlu diperdalam sedikit lagi sebelum kita hakimi sebuah paham yang mungkin dipahami dengan cara yang berbeda oleh orang lain.

Tentang Kristenisasi

Terlepas dari diskusi ‘hot’ antara pak Rego dan pak Indra mengenai Marx, saya melihat banyak komentar yang cenderung ekstrim, begitu juga dalam dikusi kristenisasi dll. yang tengah berlangsung. Saya setuju bila orang mengganggu rang kampuang kito nan alah ba agamo kito tagah, tapi tidak akan cukup bila hanya dengan mengusir teolog saja, harus ada follow up.

Karena bagian penting disini saya kira adalah menguatkan barisan, menjaga gawang/palang surang2. Mengapa tidak segera kita sikapi - follow up dengan mengaktifkan surau dan mendekatkan rang awak ka agamo kito? Maksud saya, pendekatan kristenisasi yang saya kenal cukup beragam dan rata2 tidak dengan kekerasan. Pertanyaannya kenapa ado urang awak nan 99% dakek ka100% Islam mau berpindah agama?

Jawaban saya karena kecenderungan sifat kita tadi, BERKATA TIDAK UNTUK HAL YANG TIDAK KITA PAHAMI. Marx kebanyakan kita menolak karena tidak paham betul apa barangnya, kalau sudah kita pahami dengan berpikir dan mencari kebenarannya mungkin ada bagian yang harus diserap dan ada yang betul2 harus kita buang, membuangnya pun karena kita tahu itu tidak benar. Di era globalisasi konsekuensinya kita tidak bias menghindar dari informasi dan upaya2 spt itu, jadi saya kira guru mangaji harusnya bias menjelaskan kelemahan dan kesalahan dari apa2 yang ditawarkan penginjil, sebelum mereka bertemu dengan ‘mahluk’ tersebut.

Jadi mengenai kristenisasi, saya kira lebih baik kita perkuat pemahaman Islam kita dan kalau bisa setelah itu kita lirik/perbandingkan dengan yang ditawarkannya, KENAPA KITA HARUS TAKUT??? Kita yakin sekali Islam jauh lebih baik, dan perlu juga dicatat Islam adalah agama untuk orang-orang yang berpikir, tapi jangan lupa memperkuat pengetahuan Islam dan berdisikusi dulu sebelum maju (malah bisa tagalincia jadi kapia pulo beko kalau kipper talampau capek maju, hehehe).

Buat saya yang mengerikan dan bikin takut BUKAN PERSONALNYA TAPI UANGNYA, karena mereka bawa UANG, pasti ada juga yang bisa dirusak terutama mereka yang begitu MENCINTAI UANG. Selain permintaan supaya ulama mem-follo up, buat rang minang nan kayo dan peduli, iyo bana kito tingkatkan lah persaudaraan dalam Islam, dengan membantu kampuang alah lumayan menghalangi rang kampuang dari kemungkinan/peluang terjerumus.

Mohon maaf jiko topik mengenai kristenisasi iko pandangan ambo sedikit berbeda, dek karano ambo caliak mereka mengejar kelemahan nan kadang tidak kito sadari, memang paralu kito kuasoi bana Al-Qur’an dalam menghadapi  mereka, karano penginjil itu banyak yang hapal Al-Qur’an di bagian yang mungkin bias membikin bingung, sahinggo bisa ragu jadinyo, apalagi ditambah dengan iming2 pencerahan ekonomi!!!

Saya bukan ahli agama tapi sangat berminat dan masih dalam proses belajar, pandangan2 itu mungkin krn kebetulan saya sering berhadapan dengan situasi dan kondisi lingkungan Kristen.

Usulan saya lainnya untuak dunsanak yang berdiskusi mengenai penginjil (spt kawan pak Indra J Piliang di USA nan menyeberang), sebenarnya indak usah mambuka Al-Qur’an juga kito bisa mambantahnyo, simple nyo baco diskusi ahmed deedat misalnyo, alah duluan inyo melakukan dan berhasil.

Kebetulan saya masih menyimpan beberapa ringkasan pertentangan/perbantahan dalam kitab Injil yang dipakai, dan kalau ado inyiak2, amai2, Bapak2 nan ‘sagan’ mangaca Injil dan mau tahu tentang pertentangan dan kelemahannya tersebut, kirim email lewat japri sajo beko ambo baleh (nyak etis pulo rasonyo dan indak ado nan tasingguang), semoga ado manfaatnyo untuak anak kamanakan kito nan jadi target penginjil.

Wassalam,

Rudy Gunawan Syarfi (30th)


Yahoo! Groups Sponsor
www.debticated.com

"Hanyalah yang memakmurkan mesjid-mesjid Allah ialah orang-orang yang beriman
kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan
zakat dan tidak takut (kepada  siapapun) selain  kepada Allah, maka merekalah
orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang  yang mendapat
petunjuk "( QS; 9:18)
================================================================================
Alamat-alamat e-mail Surau:
   Mengirimkan artikel/opini          :  [EMAIL PROTECTED]
   Mendaftarkan diri                  :  [EMAIL PROTECTED]
   Mengundurkan diri sementara        :  [EMAIL PROTECTED]
   Kembali aktif                      :  [EMAIL PROTECTED]
   Mengundurkan diri selamanya        :  [EMAIL PROTECTED]
   Kontak Admin                       :  [EMAIL PROTECTED]


Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

Kirim email ke