> -----Original Message-----
> From: indrapiliang [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent: 16 Mei 2001 04:50
> Subject: Re: IJP, Re: [surau] Hot Topics: Marxis, Teolog &
> Kristenisasi
> 
> 
> (di karek)
> 
> saya tak ikut di rantaunet karena banyak orang-orang hebat disana tak
> mau berdiskusi. Saya sudah mencoba diskusi disana, tetapi 
> posting-posting yang saya terima hanyalah soal kangen-kangenan. saya 
> menjadi gerah. Bahkan sudah dua kali saya mengirim email ke seseorang 
> yang saya hormati, seorang Doktor di Unand yang dulu ketika saya 
> mahasiswa saya kagumi. Saya pingin membaca tulisan-tulisan 
> mutakhirnya. tapi, saya tak mendapat balasan, padahal saya tahu dia 
> posting di rantaunet. Saya begitu heran, kenapa orang beitu pelit 
> dengan ilmu yang dia kuasai? Apakah dengan begitu pekerjaan sebagai 
> dosen atau pengajar menjadi hilang?

ŧ���mm�����k�m w�r�hm�t����h� w����k�t�h

Terima kasih Indra (IJP), ini kritik yang paling tajam untuk RantauNet
(RN) yang pernah disampaikan :-) Kalau saya amati akhir-akhir ini
diskusi-diskusi yang ada di RN memang jauh menurun, baik secara
kwantitas maupun kwalitasnya. Secara pribadi saya juga berharap milis RN
khususnya dan milis-milis lain yang membawa nama Minangkabau umumnya,
seperti: surau, minangnet dan banyak milis komunitas-komunitas khusus
lain yang ada hubungan dengan Minangkabau, bisa berkembang lebih dari
yang ada sekarang. Menjadikan milis-milis itu sebagai media
silaturrahmi, informasi dan diskusi sesama Urang Awak dimanapun berada
dengan topik yang berbeda-beda demi kejayaan Ranah Minangkabau yang kita
cintai.

Tetapi saya tidak sepakat dengan IJP jika berharap banyak bahwa milis
selalu bisa menjadi tempat diskusi yang intensif. Realitanya ... tidak
semua anggota mempunyai kemampuan untuk berdiskusi, tidak tertarik untuk
ikut berdiskusi atau tidak mempunyai pengetahuan tentang topik diskusi.
Ada juga yang merasa keberadaannya cukup hanya sebagai pembaca saja atau
tidak punya 'waktu banyak' untuk ikut berdiskusi. Malah saya juga
mengetahui ada anggota milis RN yang komputernya di turn-on oleh
anaknya, ketika anak beliau tidak tinggal di rumah lagi, berhenti juga
akses internetnya :) Seorang ulama yang cukup terkenal di Padang, punya
homepage dan email (saya lihat beliau juga anggota milis ini) ... tetapi
beliau tidak pernah menjawab email jika dikirimkan ke beliau, karena
saya tahu beliau tidak menguasai betul cara operating komputer. Jadi
tidak ada yang salah jika kejadian yang IJP alami, karena kemungkinannya
bisa banyak. Saya juga sejak hari Kamis ketika posting email ini hendak
mengomentari, tapi karena kesibukan saya terpaksa mencicil menulisnya
dan baru sempat posting sekarang ... dengan risiko topik yang
dibicarakan sudah tidak up to date lagi dan kehilangan momentumnya ...
:)

Jadi saya berharap IJP tidak langsung 'baketek hati' dengan keadaan
seperti itu. Saya sependapat dengan Rudy Gunawan Syarfi sebaiknya IJP
tidak berhenti posting topik-topik yang sama ke RN atau ke milis Minang
lain, tetaplah berbagi dengan berbagai tanggapan yang berbeda-beda. Saya
yakin diskusi-diskusi bisa saja terjadi ataupun juga malah sebaliknya.
Menurut saya, begitulah pasang-surut keberadaan milis.

IJP juga tidak bisa menilai begitu saja bahwa RN hanyalah berisikan
posting tentang kangen-kangenan atau sejenisnya. Memang diskusi di RN
tidak membahas hal-hal khusus seperti Islam, seperti juga surau yang
kadang bisa keluar dari topik Islam. Karena RN postingnya lebih bersifat
umum tentang adat, Alam Minangkabau, Pemerintahan, silaturrahmi dst. RN
bukannya tidak pernah membahas Islam, masalah Ahmadiyah dengan Uwan
Nadri, masalah Pengadilan Yanuardi Koto pernah disikusikan. Pada saat
ini juga sedang didiskusikan sedang digodoknya "Raperda Pekat: Wanita
Minang tak Boleh Keluar Malam". Jadi menurut saya memang antara surau
dan RN kadang diskusinya sejalan.

Harapan saya ... karena hampir sebagian anggota surau saya lihat juga
anggota RN dan untuk yang lain juga ... saya berpikir, sebaiknya dimasa
yang akan datang bisa dilakukan sinergi diantara komunitas-komunitas
(milis-milis) yang ada untuk memajukan Minangkabau. Saya percaya RN,
surau atau mils-milis yang membawa nama Minangkabau khususnya dan
Teknologi Informasi dengan Internetnya, hanyalah sarana. Apapun namanya
untuk "mambangkik batang tarandam" atau apa saja untuk memajukan
Minangkabau dan Sumatera Barat, RantauNet dengan sarananya yang ada
masih memerlukan bantuan kita semua.

FYI, Ibu Nurbaini McKosky dan Uda Masdar sekitar tahun 1997 pernah
membuat [EMAIL PROTECTED] juga. Tetapi karena tidak berkembang dan
sering rancunya pembicaraan antara di RN dan surau (koreksi, mungkin
saya lupa), akhirnya surau di delete saja. Saya ikut bangga kalau admin
sekarang bisa membangun surau dan berkembang lebih baik dari yang dulu
ada. Saya pernah posting langsung ke Nusrizar (Administrator) untuk
membicarakan sinergi apa yang bisa dilakukan antara RN dan surau, tapi
tidak pernah ditanggapi. Apakah Nusrizar menganggap RN adalah saingan
dari surau, saya juga tidak tahu!? Tapi saya tidak pernah beranggapan
demikian. Kalau mau bersaing saya bisa saja membuat [EMAIL PROTECTED]
untuk menyainginya ... :) Tapi karena saya beranggapan ada sinergi yang
bisa dilakukan dan menhindari dualisme untuk memajukan Islam dan/atau
Minangkabau, keberadaan surau ikut saya dukung.

Maaf ... mungkin agak tidak nyambung paragrafnya, karena ditulisnya
'nyicil' ... :) Maaf juga untuk kata-kata yang tidak berkenan.

W姧��mm�����k�m w�r�hm�t����h� w����k�t�h
--------
MIKO
--------
e-mail: [EMAIL PROTECTED]
           [EMAIL PROTECTED]


> Saya memang tidak punya misi "mambangkik batang tarandam" sekalipun
> beberapa posting yang saya terima menginginkan itu. saya hanya ingin 
> sedikit berbagi sudut pandang, lalu kalau saya salah, mohon dikoreksi.

> Saya juga tak bermaksud "mencerahkan" apalagi merasa sok tahu. Ini 
> hanya satu sudut pandang. Apalagi, saya jarang ketemu orang kampung. 
> Ya, moga-moga dengan milis ini saya masih bisa berhubungan dengan 
> teman-teman yang concern terhadap Islam, juga ilmu pengetahuan, agar 
> kita sama-sama belajar.
> 
>
> 
> Salam Ta'zim
> 
> IJP
> 
> NB: Tolong diforward ke rantaunet. Maaf kalau saya gak keras soal
> rantaunet.

> ----- Original Message -----
> From: Rudy Gunawan Syarfi
> Subject: Fwd: IJP,Re: [surau] Hot Topics: Marxis, Teolog & 
> Kristenisasi
> 
> 
> Yth. Bp. Indra J. Piliang,
> Noted pendapat temannya (kalau ndak salah dia rang awak yang convert
> ya?), dan mengenai Islam semoga dia menemukan orang yang bisa memberi 
> clearance atas hujatannya, dalam Qur�an juga disampaikan bahwa siar 
> agama itu dengan bahasa yang sebaik2nya dan kalau hatinya tertutup/dia

> tidak percaya juga maka BAGIMU AGAMAMU DAN BAGIKU AGAMA KU� Marx tidak

> mengenal Islam, itu point pentingnya. Menurut saya itu salah satu 
> sebab kenapa umat Islam tidak perlu takut dan kaitannya dengan 
> Al-Qur�an banyak sekali orang yang bisa menjelaskan asal mau belajar 
> dan bertanya. Kalau kita hancurkan/buang/bakar akibatnya kita tidak 
> pernah tahu apa yang salah dari mereka dan lebih buruk lagi mungkin 
> saja ada sedikit hal yang bisa kita tiru dan membuatnya menjadi lebih 
> baik. Kebanyakan kita seperti memakai kacamata kuda dan seperti katak 
> dalam tempurung, terlalu cepat puas, padahal sebagai educated society 
> kita perlu berpikir skeptis untuk kemudian mengembangkan pengetahuan 
> kita dari tambah kurangnya yang selanjutnya akan kita yakini sendiri2.

> Dengan cara demikian saya yakin umat Islam Indonesia akan jadi lebih
> maju, tidak lagi saling tikam, saling tubo, saling jatuhkan, 
> dan tidak mudah diadu domba seperti yang selama ini banyak 
> terjadi didepan mata kita. Saya mengikuti beberapa tulisan 
> anda dan banyak yang menarik, karena dalam hidup ini kita 
> tidak berhenti belajar dan terus terang saya perlu berterima 
> kasih atas masukan dari tulisan anda yang menyebabkan saya 
> jadi bisa mengkombinasikan dengan bacaan saya sendiri, itu 
> kontribusi proses belajar dari anda di milis ini Mengenai ada 
> yang memandang anda sebagai pengagum Marx dan walau pun 
> cenderung untuk berhenti membahas topik2 ini di rantaunet, 
> tapi sebaiknya jangan karena diskusi hot ini pak Indra jadi 
> mundur/unsubscribe dari milis rantaunet, tetaplah berbagi 
> dengan rang awak dengan berbagai tanggapannya yang berbeda2 
> O.K. Wassalam, Rudy Gunawan Syarfi


RantauNet http://www.rantaunet.com
================================================Mendaftar atau berhenti menerima 
RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3

ATAU Kirimkan email
Ke / To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email / Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
- mendaftar: subscribe rantau-net [email_anda]
- berhenti: unsubscribe rantau-net [email_anda]
Ket: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
================================================WebPage RantauNet dan Mailing List 
RantauNet adalah
servis dari EEBNET http://eebnet.com, Airland Groups, USA
================================================

Kirim email ke