Awak sangat setuju dengan yang dikecekan mr.Miko.
Salah siapaaaa ???
> >
> > saya tak ikut di rantaunet karena banyak orang-orang hebat disana tak
> > mau berdiskusi. Saya sudah mencoba diskusi disana, tetapi
> > posting-posting yang saya terima hanyalah soal kangen-kangenan. saya
> > menjadi gerah. Bahkan sudah dua kali saya mengirim email ke seseorang
> > yang saya hormati, seorang Doktor di Unand yang dulu ketika saya
> > mahasiswa saya kagumi. Saya pingin membaca tulisan-tulisan
> > mutakhirnya. tapi, saya tak mendapat balasan, padahal saya tahu dia
> > posting di rantaunet. Saya begitu heran, kenapa orang beitu pelit
> > dengan ilmu yang dia kuasai? Apakah dengan begitu pekerjaan sebagai
> > dosen atau pengajar menjadi hilang?
>
>
> Terima kasih Indra (IJP), ini kritik yang paling tajam untuk RantauNet
> (RN) yang pernah disampaikan :-) Kalau saya amati akhir-akhir ini
> diskusi-diskusi yang ada di RN memang jauh menurun, baik secara
> kwantitas maupun kwalitasnya. Secara pribadi saya juga berharap milis RN
> khususnya dan milis-milis lain yang membawa nama Minangkabau umumnya,
> seperti: surau, minangnet dan banyak milis komunitas-komunitas khusus
> lain yang ada hubungan dengan Minangkabau, bisa berkembang lebih dari
> yang ada sekarang. Menjadikan milis-milis itu sebagai media
> silaturrahmi, informasi dan diskusi sesama Urang Awak dimanapun berada
> dengan topik yang berbeda-beda demi kejayaan Ranah Minangkabau yang kita
> cintai.
>
> Tetapi saya tidak sepakat dengan IJP jika berharap banyak bahwa milis
> selalu bisa menjadi tempat diskusi yang intensif. Realitanya ... tidak
> semua anggota mempunyai kemampuan untuk berdiskusi, tidak tertarik untuk
> ikut berdiskusi atau tidak mempunyai pengetahuan tentang topik diskusi.
> Ada juga yang merasa keberadaannya cukup hanya sebagai pembaca saja atau
> tidak punya 'waktu banyak' untuk ikut berdiskusi. Malah saya juga
> mengetahui ada anggota milis RN yang komputernya di turn-on oleh
> anaknya, ketika anak beliau tidak tinggal di rumah lagi, berhenti juga
> akses internetnya :) Seorang ulama yang cukup terkenal di Padang, punya
> homepage dan email (saya lihat beliau juga anggota milis ini) ... tetapi
> beliau tidak pernah menjawab email jika dikirimkan ke beliau, karena
> saya tahu beliau tidak menguasai betul cara operating komputer. Jadi
> tidak ada yang salah jika kejadian yang IJP alami, karena kemungkinannya
> bisa banyak. Saya juga sejak hari Kamis ketika posting email ini hendak
> mengomentari, tapi karena kesibukan saya terpaksa mencicil menulisnya
> dan baru sempat posting sekarang ... dengan risiko topik yang
> dibicarakan sudah tidak up to date lagi dan kehilangan momentumnya ...
> :)
>
> Jadi saya berharap IJP tidak langsung 'baketek hati' dengan keadaan
> seperti itu. Saya sependapat dengan Rudy Gunawan Syarfi sebaiknya IJP
> tidak berhenti posting topik-topik yang sama ke RN atau ke milis Minang
> lain, tetaplah berbagi dengan berbagai tanggapan yang berbeda-beda. Saya
> yakin diskusi-diskusi bisa saja terjadi ataupun juga malah sebaliknya.
> Menurut saya, begitulah pasang-surut keberadaan milis.
>
> IJP juga tidak bisa menilai begitu saja bahwa RN hanyalah berisikan
> posting tentang kangen-kangenan atau sejenisnya. Memang diskusi di RN
> tidak membahas hal-hal khusus seperti Islam, seperti juga surau yang
> kadang bisa keluar dari topik Islam. Karena RN postingnya lebih bersifat
> umum tentang adat, Alam Minangkabau, Pemerintahan, silaturrahmi dst. RN
> bukannya tidak pernah membahas Islam, masalah Ahmadiyah dengan Uwan
> Nadri, masalah Pengadilan Yanuardi Koto pernah disikusikan. Pada saat
> ini juga sedang didiskusikan sedang digodoknya "Raperda Pekat: Wanita
> Minang tak Boleh Keluar Malam". Jadi menurut saya memang antara surau
> dan RN kadang diskusinya sejalan.
>
> Harapan saya ... karena hampir sebagian anggota surau saya lihat juga
> anggota RN dan untuk yang lain juga ... saya berpikir, sebaiknya dimasa
> yang akan datang bisa dilakukan sinergi diantara komunitas-komunitas
> (milis-milis) yang ada untuk memajukan Minangkabau. Saya percaya RN,
> surau atau mils-milis yang membawa nama Minangkabau khususnya dan
> Teknologi Informasi dengan Internetnya, hanyalah sarana. Apapun namanya
> untuk "mambangkik batang tarandam" atau apa saja untuk memajukan
> Minangkabau dan Sumatera Barat, RantauNet dengan sarananya yang ada
> masih memerlukan bantuan kita semua.
>
> FYI, Ibu Nurbaini McKosky dan Uda Masdar sekitar tahun 1997 pernah
> membuat [EMAIL PROTECTED] juga. Tetapi karena tidak berkembang dan
> sering rancunya pembicaraan antara di RN dan surau (koreksi, mungkin
> saya lupa), akhirnya surau di delete saja. Saya ikut bangga kalau admin
> sekarang bisa membangun surau dan berkembang lebih baik dari yang dulu
> ada. Saya pernah posting langsung ke Nusrizar (Administrator) untuk
> membicarakan sinergi apa yang bisa dilakukan antara RN dan surau, tapi
> tidak pernah ditanggapi. Apakah Nusrizar menganggap RN adalah saingan
> dari surau, saya juga tidak tahu!? Tapi saya tidak pernah beranggapan
> demikian. Kalau mau bersaing saya bisa saja membuat [EMAIL PROTECTED]
> untuk menyainginya ... :) Tapi karena saya beranggapan ada sinergi yang
> bisa dilakukan dan menhindari dualisme untuk memajukan Islam dan/atau
> Minangkabau, keberadaan surau ikut saya dukung.
>
> Maaf ... mungkin agak tidak nyambung paragrafnya, karena ditulisnya
> 'nyicil' ... :) Maaf juga untuk kata-kata yang tidak berkenan.
>
> W姧��mm�����k�m w�r�hm�t����h� w����k�t�h
> --------
> MIKO
> --------
> e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> [EMAIL PROTECTED]
>
>
> > Saya memang tidak punya misi "mambangkik batang tarandam" sekalipun
> > beberapa posting yang saya terima menginginkan itu. saya hanya ingin
> > sedikit berbagi sudut pandang, lalu kalau saya salah, mohon dikoreksi.
>
> > Saya juga tak bermaksud "mencerahkan" apalagi merasa sok tahu. Ini
> > hanya satu sudut pandang. Apalagi, saya jarang ketemu orang kampung.
> > Ya, moga-moga dengan milis ini saya masih bisa berhubungan dengan
> > teman-teman yang concern terhadap Islam, juga ilmu pengetahuan, agar
> > kita sama-sama belajar.
> >
> >
> >
> > Salam Ta'zim
> >
> > IJP
> >
> > NB: Tolong diforward ke rantaunet. Maaf kalau saya gak keras soal
> > rantaunet.
>
> > ----- Original Message -----
> > From: Rudy Gunawan Syarfi
> > Subject: Fwd: IJP,Re: [surau] Hot Topics: Marxis, Teolog &
> > Kristenisasi
> >
> >
> > Yth. Bp. Indra J. Piliang,
> > Noted pendapat temannya (kalau ndak salah dia rang awak yang convert
> > ya?), dan mengenai Islam semoga dia menemukan orang yang bisa memberi
> > clearance atas hujatannya, dalam Qur'an juga disampaikan bahwa siar
> > agama itu dengan bahasa yang sebaik2nya dan kalau hatinya tertutup/dia
>
> > tidak percaya juga maka BAGIMU AGAMAMU DAN BAGIKU AGAMA KU... Marx tidak
>
> > mengenal Islam, itu point pentingnya. Menurut saya itu salah satu
> > sebab kenapa umat Islam tidak perlu takut dan kaitannya dengan
> > Al-Qur'an banyak sekali orang yang bisa menjelaskan asal mau belajar
> > dan bertanya. Kalau kita hancurkan/buang/bakar akibatnya kita tidak
> > pernah tahu apa yang salah dari mereka dan lebih buruk lagi mungkin
> > saja ada sedikit hal yang bisa kita tiru dan membuatnya menjadi lebih
> > baik. Kebanyakan kita seperti memakai kacamata kuda dan seperti katak
> > dalam tempurung, terlalu cepat puas, padahal sebagai educated society
> > kita perlu berpikir skeptis untuk kemudian mengembangkan pengetahuan
> > kita dari tambah kurangnya yang selanjutnya akan kita yakini sendiri2.
>
> > Dengan cara demikian saya yakin umat Islam Indonesia akan jadi lebih
> > maju, tidak lagi saling tikam, saling tubo, saling jatuhkan,
> > dan tidak mudah diadu domba seperti yang selama ini banyak
> > terjadi didepan mata kita. Saya mengikuti beberapa tulisan
> > anda dan banyak yang menarik, karena dalam hidup ini kita
> > tidak berhenti belajar dan terus terang saya perlu berterima
> > kasih atas masukan dari tulisan anda yang menyebabkan saya
> > jadi bisa mengkombinasikan dengan bacaan saya sendiri, itu
> > kontribusi proses belajar dari anda di milis ini Mengenai ada
> > yang memandang anda sebagai pengagum Marx dan walau pun
> > cenderung untuk berhenti membahas topik2 ini di rantaunet,
> > tapi sebaiknya jangan karena diskusi hot ini pak Indra jadi
> > mundur/unsubscribe dari milis rantaunet, tetaplah berbagi
> > dengan rang awak dengan berbagai tanggapannya yang berbeda2
> > O.K. Wassalam, Rudy Gunawan Syarfi
>
>
> RantauNet http://www.rantaunet.com
> ================================================Mendaftar atau berhenti
> menerima RantauNet Mailing List di
> http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
>
> ATAU Kirimkan email
> Ke / To: [EMAIL PROTECTED]
> Isi email / Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
> - mendaftar: subscribe rantau-net [email_anda]
> - berhenti: unsubscribe rantau-net [email_anda]
> Ket: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
> ================================================WebPage RantauNet dan
> Mailing List RantauNet adalah
> servis dari EEBNET http://eebnet.com, Airland Groups, USA
> ================================================
>
RantauNet http://www.rantaunet.com
=================================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
ATAU Kirimkan email
Ke / To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email / Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
- mendaftar: subscribe rantau-net [email_anda]
- berhenti: unsubscribe rantau-net [email_anda]
Ket: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
=================================================
WebPage RantauNet dan Mailing List RantauNet adalah
servis dari EEBNET http://eebnet.com, Airland Groups, USA
=================================================