Iko ciek lai carito hangek dari kampuang kito nan bisa mambuek nagari manjadi kacau

 

 

Jumat, 06 Juli 2001
Judi Togel kian Meruyak di Sumbar


PADANG -- Ketika DPRD Sumbar sedang sibuk menyusun rancangan peraturan daerah (Ranperda) tentang penyakit masyarakat, di wilayah hukum provinsi itu, judi togel terus meruyak dan kian kukuh menancapkan pengaruhnya di tengah-tengah masyarakat yang homogen itu.

Keadaan juga tidak berubah, tatkala Kapolda Sumbar yang baru Brigjen Pol. Adang Firman, meminta judi togel dihentikan. Adang, mengeluarkan pernyataannya itu dalam tatap muka dengan pemuka masyarakat Tionghoa di Padang, Rabu (4/7) lalu.

Tapi, dapat diestimasikan togel bakal kian liar. Buktinya, meski telah memakan korban, dua anggota polisi berkelahi karena togel, satu diantaranya meninggal dunia. Namun, ratusan sub bandar judi kini menyebar di seluruh Sumbar, dengan dua kali atau tiga kali lipat pengedarnya. Mereka siap menyebar virus judi, tidak saja kepada lelaki dewasa tapi juga anak-anak dan ibu rumahtangga.

Informasi yang didapat Republika menunjukkan, frekwensi pemutaran togel dari sekali seminggu kini telah menjadi lima kali seminggu, yaitu tiap hari Senin, Rabu, Kamis, Sabtu dan Minggu. Hari Senin dan Kamis diputar oleh bandar judi di Kali Kecil Padang atau di Medan sedang hari lainnya di Singapura.

Para pecandu togel, memasang nomornya, baik empat angka, dua angka atau nomor colok dengan terang-terangan. Asyik juga menyaksikan mereka saling bertengkar soal nomor yang akan dipasang. Apalagi, ketika mereka mendapat soal angka colok, yaitu menebak dua angka atau satu angka dari empat nomor yang keluar. Namanya ada colok jitu, colok raun dan colok makau. Tiap orang bisa memasang nomor sebesar seribu perak hingga nilai tak terbatas.

Di Padang saja, sekitar 50 sub bandar judi kini panen setiap hari. Yang juga panen adalah aparat keamanan yang menjadi beking.
Informasi yang didapat satu kali putaran dari Sumbar bandar judi togel meraup uang paling tidak Rp 400 juta atau Rp 2 miliar setiap minggunya. Semetara hadiah yang dikembalikan beserta uang takut dan uang-uang lainnya hanya sekitar Rp 1 miliar sampai Rp 1,5 miliar. Dengan demikian, bandar dapat meraup untung paling tidak Rp 500 juta setiap minggunya. rul


 

http://www.republika.co.id/cetak_detail.asp?id=35048&kat_id=61



Kirim email ke