Kamis, 05/07/2001
Danau Masih Kotor
MANINJAU, Mimbar Minang -- Air Danau Maninjau kembali bersih dan bebas enceng
gondok seperti saat sebelum adanya PLTA Maninjau? Ah, tunggu dulu. Itu baru
sekedar isapan jempol sebatas retorika belaka
Klaim pihak PLN bahwa air permukaan Danau Maninjau Kabupaten Agam sudah
bersih dan bebas enceng gondok, hanya retorika dan omong kosong belaka.
Camat, Muspika dan tokoh masyarakat selingkar Danau Maninjau yang hampir
seharian, Selasa dan Rabu kemarin, turun menyisiri danau terluas di Sumbar
itu mendapati betapa air permukaan danau tetap kotor, bahkan enceng godok
(kiambang) masih bertebaran hingga ke tapian tampak mandi anak nagari, hotel
dan home stay.
Camat Tanjung Raya Syofyan Djas, S.Sos besama Kacabjari dan anggota Koramil
02304/05 Tanjung Raya mengakui, bahwa mereka telah menyaksikan secara
langsung kondisi air danau yang tetap kotor dan berserakannya enceng gondok
di permukaan Danau Maninjau hingga Rabu sore kemarin. "Diduga, tim
pembersihan enceng gondok yang diturunkan pihak PLN itu tidak membuangnya ke
daratan saja, melainkan juga ada yang salah buang," paparnya menanggapi.
Karena itulah, menurut Camat, pihaknya akan tetap menuntut tanggung jawab PLN
yang telah menjanjikan membersihkan air permukaan danau. "Pihak pengelola
PLTA Maninjau sebagai perpanjangan tangan PLN akan kita panggil guna
memberikan penjelaskan di hadapan Muspika dan tokoh masyarakat," tegas
Syofyan Djas.
Sedangkan Ketua Masyarakat Peduli Air Danau Maninjau (MPADM) S. Dt. Tumbijo
dan A. Dt. Marajo Nan Hitam kepeda Mimbar Minang menegaskan, semakin
berkembang-biaknya enceng gondok di permukaan air danau membuktikan
pembersihan yang dilakukan kelompok kerja yang dibiayai PLN dan dibawah
kontrol PLN Sektor Bukittinggi, tidak mencapai sasaran dan tidak efektif.
"Buktinya enceng gondok masih bertebaran," tegasnya.
Sedangkan Ketua Umum MPADM (Masyarakat Peduli Air Danau Maninjau) Idham Rajo
Bintang, mengakui bahwa kepedulian pihak PLN sehubungan lingkungan kawasan
Maninjau telah ada, dan malah telah melebihi dari yang diharapkan masyarakat.
Namun disayangkan, kepedulian yang khusus menyangkut pembersihan air danau
Maninjau belum terlihat secara nyata. "Baru pada tingkat cerita alias
retorika belaka," kecamnya.
Ia mencontohkan, kondisi air danau Maninjau yang telah diumumkan bersih dan
membaik saat ini oleh pihak PLN, ternyata kebohongan saja. Buktinya, ketika
dilihat bersama Muspika Kecamatan Tanjung Raya, Selasa siang hingga sore, air
danau dalam keadaan kotor dan ditambah lagi beserakannya enceng gondok di
permukaan air danau bagian timur sehingga menumpuk di tepian tempat usaha
masyarakat seperti home stay, hotel dan coffee shop.
Padahal tegasnya, dalam catatan file data pengeluaran dari pihak PLN Sektor
Bukittinggi yang dilaporkan kepada PLN Pusat, pada bulan Juni 2000 saja
pembersihan enceng gondok dilakukan sebanyak tiga tempat, dengan biaya Rp36
juta dan bulan Juni 2001 sebanyak tiga tempat juga mengeluarkan biaya Rp36
juta lebih yang tidak jelas berapa kubikasi dari pembersihan enceng gondok
tersebut.
Sementara itu BM-SDM (Badan Musyarawah Masyarakat Salingka Danau Maninjau)
melalui pengurus mengharapkan, agar pihak PLN Sektor Bukittinggi yang akan
bekerjasama dengan Universitas Bung Hatta, dalam mengantisipasi kelangkaan
ikan asli danau Maninjau seperti bada dan rinuak serta bilih, agar
mensosialisasikannya kepada unsur ampek jinih, pada masing-masing Nagari Nan
Tujuh di Salingka Danau Maninjau. "Pada prinsipya kami menyambut baik rencana
itu, tapi perlu sosialisasi lebih dulu," kata C. Sidi Nagari sekretaris
BM-SDM itu.(ram/dod)

