Uda/Uni/Dunsanak kasadoalahe,
mungkin alah mambaco iko, kalau alun bulieh dibaco.
Hati-hati Modus Penipuan Ini
Penulis: Sibeka Ngirfan *
detikcom - Cerita di bawah ini mungkin saja sudah sering Anda dengar. Tapi, mungkin
akan berguna bagi siapa saja yang sejauh ini masih beruntung karena "awam" dengan
sebuah tindakan kriminal yang bernama penipuan.
Suatu siang di bulan Juli tante saya, Izul, yang tinggal di kota Magelang sambil
terisak-isak menelepon ke rumah saya mengabarkan anaknya, Inez Maharani yang sedang
kuliah di Jakarta mengalami kecelakaan. Kabar kecelakaan Inez ini disampaikan oleh
seorang bernama Tony Gustiawan kepada tante Izul lewat telepon.
Tony, yang mengaku sebagai karyawan sebuah pabrik farmasi menjelaskan kalau Inez
mengalami kecelakaan dan harus segera menjalani operasi di RSCM. Untuk itu tante Izul
diminta mentransfer uang Rp17 juta ke sebuah rekening di BCA. "Untuk nebus obat yang
diperlukan dalam operasi," ujar Tony.
Mendengar hal ini tentu saja yang ada di benak tante Izul, yang menghabiskan seluruh
hidupnya di Magelang, adalah keselamatan Inez. Karena tante Izul tak punya rekening
BCA maka ia menyuruh saya mengurus semuanya sambil memberian nomor HP si Tony.
Saya sudah mulai curiga karena harus mentransfer uang belasan juta ke rekening orang
yang sama sekali tak saya kenal. Jangankan belasan juta, puluhan ribu saja tak sudi
rasanya saya berikan kepada stranger macam Tony Gustiawan ini.
Tapi, karena sudah ada amanat dari tante Izul maka saya teleponlah si Tony. Ia
kemudian memberikan nomor rekening BCA atas nama Sylvi sambil berpesan: "Cepetan
ditransfer karena kondisi Inez parah dan harus dioperasi dalam waktu satu jam," kata
Tony.
Yang bikin saya tambah curiga adalah karena Tony berulang-kali bertanya berapa menit
lagi saya melakukan transfer. "Ya saya belum tahu. Tunggu aja deh pak soalnya uang
saya juga nggak nyampe segitu," kata saya.
Tony dengan nada tak sabar lalu bilang kalau memang benar-benar uang saya tak cukup,
bisa ditransfer sebagian dulu. "Ya, tunggu aja deh pak," jawab saya.
Saya kemudian mencoba menghubungi HP Inez untuk coba mengetahui keadaan sebenarnya.
Sayangnya telepon saya hanya dijawab suara perempuan yang dengan anggunnya berkata:
"Telepon yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan."
Tak berhasil menghubungi HP, saya telepon rumah kos Inez. Entah kenapa saya coba
berulang-ulang tapi tak ada yang mengangkat. Rasa panik pun mulai mendatangi saya.
Saya lalu telepon ke Unit Gawat Darurat (UGD) RSCM apakah da korban kecelakaan dengan
nama Inez Maharani. Ternyata petugas di sana menjawab, "Emm�nggak ada tuh," kata
petugs di RSCM.
Setelah sedikit lega, saya menugaskan rekan untuk mencari Inez di kampus dan tempat
kostnya. Ternyata, ketemu dan ternyata Inez tidak kenapa-napa.
Setelah semuanya jelas, saya putuskan untuk menelepon si Tony sontoloyo itu. "Halo pak
Tony? Ceritanya gimana nih si Inez," tanya saya. Tapi, telepon langsung diputusnya.
Beberapa menit kemudian saya coba lagi meghubungi Tony. Kali ini ia berani menjawab
dan bahkan minta maaf karena tadi memutus hubungan telepon.
"Iya, tadi saya lagi ditelepon X (ia menyebut nama bekas orang kuat Indonesia yang
baru saja lengser)," ujar Tony. Suara diujung telepon yang terdengar seperti suara
laki-laki berusia 20 tahunan itu lalu cerita ngalor-ngidur tentang kedekatannya dengan
X. Ia melakukan hal seperti ini karena merasa lebih mulia daripada korupsi atau
merampok.
Modus Tony mendapatkan nomor telepon identitas Inez, ternyata dengan menelepon
rumahnya di Magelang. Ia minta data macam-macam. Setelah dapat data Inez, HP-Inez pun
dihubungi Tony yang mengaku sebagai polisi memerintahkan Inez tidak mengaktifkan
HP-nya. Selain itu, juga menghubungi nomor telepon tempat kos Inez, dengan mengaku
sebagai orang Telkom minta ibu kos memutus teleponnya dulu karena ada perbaikan.
Pembaca sekalian. Mudah-mudahan Anda tak akan pernah mengalami kejadian seperti yang
kami alami. Terima kasih redaksi atas diumatnya tulisan saya ini, maaf panjang sekali.@
* Warga masyarakat, keluarga calon korban penipuan
------------------------------------------------------------
Free Web-email ---> http://mail.rantaunet.web.id
Komunitas Minangkabau ---> http://www.rantaunet.com
RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
ATAU Kirimkan email
Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
-mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
-berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
===============================================