-----Original Message-----
From: Karma Yudha [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: Wednesday, August 01, 2001 2:49 PM
To: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
Subject: [limbonang] [MinangNet] Perantauan Orang "Padang" (fwd)



Email di bawah ko  di fwd dari milis minangnet,
soal merantau, mungkin sasuai juo jo keadaan urang awak kiniko...

KArma YUdha



---------- Forwarded message ----------
Date: Tue, 31 Jul 2001 11:08:53 +0700
From: Urang Pasisie <[EMAIL PROTECTED]>
Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
To: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
Subject: [MinangNet] Perantauan Orang "Padang"  dan lain-lain (was Re:
    Jancuk, Masakan Padang Jago Kandang)

rantau orang padang adalah rantau abad terakhir,
hingga jawa merajalela di nusantara yang bernama republik indonesia,

perantau yang lebih awal adalah bugis,
mereka menjelajah seluruh nusantara,
dari sabang, jambi, singapura, malaysia,
jawa, kalimantan, dan hampir seluruh permukaan tanah di indonesia timur,

lalu datang era orang minangkabau,
mereka menjelajahi seluruh pulau sumatra,
setiap SUDUT di pulau sumatra dihuni oleh komunitas minangkabau,
medan sebagai kota terbesar di sumatera, menjadi sasaran utama orang
minangkabau,
ingat buku 'merantau ke deli',

[di sini saya tidak masukkan perantauan massal abad 18-19,
ke malaysia, sehingga keturunan minangkabau, "membentuk" satu negara bagian
di malaysia,
yaitu 'negeri sembilan']

kemudian  terbentuklah republik indonesia,
jawa menjadi pusat segala-galanya,
pusat kekuasaan, pusat pembangunan, pusat korupsi, dll.
perantauan orang padang bergeser ke pulau jawa,
terutama jakarta dan sekitarnya,
kemudian kota-kota seluruh pulau jawa,
tidak terbatas hanya bandung, semarang, atau surabaya

karena persaingan yang semakin keras,
orang-orang padang juga mulai merambah kota-kota lain seliruh indonesia,
termasuk ke kalimantan, sulawesi, indoensia timur, termasuk beberapa mati di
ambon....
bahkan kalau anda naik bus lintas flores,
busnya akan berhenti di pedalaman, untuk makan di restoran padang,
ruteng, bajawa, ende, maumere, larantuka, roe, ....pasti ada komunitas
padang
berdagang sepatu pakain, rumah makan..

beda dengan perantauan padang-padang hingga 20-30 tahun terakhir,
dimana mereka datang dengan keahlian yang realtif lebih baik,
banyak yang sukses jadi pengusaha,
banyak yang jadi tokoh-tokoh disegani dimana mereka menetap,

20-30 tahun terakhir padang mulai habis pelan-pelan,
persaingan dunia 'modern' berbeda,
butuh keahlian manajemen modern,
butuh teknik bisnis modern,
termasuk kolusi yang banyak diterapkan jawa cs,
sehingga bertaburanlah pengusaha-pengusaha jawa karbitan, muda-muda,
kolutif!
(disamping cina tentu saja!)

pendidikan jawa juga lebih baik,
sekolah-sekolah di jawa lebih baik,
perguruan-perguruan tinggi di sini lebih baik,
orang-orang jawa mulai lebih kaya,
dana pembangunan semua di fokuskan di sini,
koruptor-koruptor kaya juga di sini semua,
meski ini tanah jawa adalah tanah miskin dan melarat untuk penduduknya yang
seabreg-abreg,
berbahagialah jawa dengan adanya 'republik indonesia'!

maka daya saing padang-padang yang dulu berjaya,
yang dulu termasuk "bikin" ini republik meredup dup...dup....
tak banyak beda dengan etnis lain,
kecuali mereka memang sudah terbiasa "berdagang",
dan punya jaringan dagang sendiri,
atau rumah makan, dll.

tapi gak ada yang terlalu istimewa,
tak banyak yang besar,
ap yang dibanggakan jadi pedagang-pedagang kios satu-dua,
apa alagi kaki lima,
tak beda dengan jawa yang dapat sekolah enak,
kerja kantoran.....

lalu ngomong perantau lain,
adalah batak,
suku batak adalah suku yang mengalami kemajuan cukup pesat,
1-2 abad lalu mereka adalah bangsa primitif,
batak adalah suku yang relatif tidak tersentuh kebudayaan hindu,
seperti etnis lainnya,
ada 'pelompatan' kebudayaan begitu mereka di'obrak-abrik' belanda dan
pedneta-pendeta,

perantauan batak dimulai ketika belanda masuk ke daerah tapanuli dan
sumatera timur,
perkubunan di buka di sumatera timur,
banjir orang-orang batak ke sumatera timur, ke tanah melayu (deli)
sementara kristenisasi merambah tanah tapanuli,
yang sebelumnya realtif tidak tersentuh "agama" luar,
kecuali kalau tidak salah hindu di karo,
dan islam di tapanuli selatan,
yang merupakan hasil ekspansi orang-orang minangkabau di abad 19,

perantauan batak di waktu 'modern' secara besar-besaran,
di mulai tahun 70-an,
hingga tahun 80-an sumatera utara masih net pendatang,
tahun 90-an sumatera utara udah 'minus',
medan sudah biasa aja bagi orang sumatera,
arus imigrasi kesana berkurang,
sasaran tanah jawa dimana duit dari seluruh daerah dibawa dan dirampok ke
sana,


sebaliknya semangat merantau orang sumatera utara semakin besar,
terutama dari etnis batak group,
mereka mulai menyebar di tanah jawa...
orang-orang batak mulai mengikuti gerombolan padang-padang,
mengais-ngais harta dari tanah mereka yang di'rampas' ke tanah jawa...
mereka juga bersemangat tinggi, semangat untuk maju juga besar,
namun juga banyak yang datang dengan skill seadanya,
jadilah mereka 'etnis' yang diasosiasikan dengan copet, todong dan kriminil,
seperti ambon,

walau, coba aja ke terminal-terminal, atau bus-bus,
"batak-batak" yang nyopet dan nodong, itu sebagian juga adalh padang-padang
tengik...
yang bisa belagak batak,
sementara batak yang lidah kaku itu, sebaliknya, nggak bisa belagak jadi
padang;

ada "perantau" lain
yaitu suku jawa,
secara persentase orang bukanlah suku perantau,
tapi masih lebih 'pemberani' di banding orang-orang sunda,
yang senang bersantai-santai dalam keindahan tanah parahyangan,

perantau jawa awalnya sebagian besar adalah perantau "terpaksa"
buruh perkebunan di sumatera timur, buruh di fiji (tapi yang di fiji nggak
semuanya jawa), buruh di suriname,
dll, program relokasi pemerintah hindia belanda,
kemduian dilanjutkan lagi prgram transmigrasi pemerintah republik indonesia,
disediakan anggaran besar bagi mereka,
disediakan tanah-tanah di negeri lain, di berikan perumahan, diberikan uang,
triliunan dana disedot untuk ini, walau sebagian (besar) dikorup oleh
pejabat-pejabat jawa cs
( cs nya macam-macam)

perantau jawa lain, adalah perantau "bersafari"
mereka jadi pejabat dimana-mana,
jadi polisi, tentara, kandep, kanwil, camat, bupati, gubernur, dimana-mana
di seluruh republik indonesia<
bagi anda yang dari luar jawa,
silahkan cek kantor-kantor pemerintahan seipil dan militer,
berapa persen "didrop" perantau-perantau bersafari dari tanah jawa....
yah, kata mereka orang-orang luar jawa masih perlu dipimpin dan diarahkan,
selain disedot dan dirampas,
bukannya dipintarkan biar bisa mimpin negeri sendiri

nah kembali ke topik perantauan padang,
perantauan 'modern' mereka termasuk ke luar negeri tidak ada yang istimewa,
tidak kelebihan khsus mereka,
kebanyakan ya, berawal dari sekolah, bea siswa, ikut teman saudara,
sedikit yang merantau karena "padang" nya
merantau untuk mencari hidup, dengan kehalian khsuus berdagang dan jadi
koki,
hampir tidak ada !

jadi nggak ada yang istimewa!

=urang-pasisie=


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~-->
Small business owners...
Tell us what you think!
http://us.click.yahoo.com/vO1FAB/txzCAA/ySSFAA/vbOolB/TM
---------------------------------------------------------------------~->

----------------------------------------------------------------------
*Kirim mail : [EMAIL PROTECTED]
*kirim mail kosong untuk:
 Bergabung  :[EMAIL PROTECTED]
 Keluar  : [EMAIL PROTECTED]

SET TIPE KEANGGOTAAN ANDA
dengan cara kirim email kosong ke :
[EMAIL PROTECTED]
   --> buat yang rajin cek email
[EMAIL PROTECTED]
   --> buat yang malas cek email
[EMAIL PROTECTED]
   --> buat yang tidak mau menerima mail karena libur,dll.
----------------------------------------------------------------------



Your use of Yahoo! Groups is subject to http://docs.yahoo.com/info/terms/

PT. Reasuransi Internasional Indonesia
Visit us at  http://www.reindo.co.id

Kirim email ke