Assalamualaikum wr.wb.
SEMINAR IMAJINIER
Seminar itu dihadiri sekitar dua ratus orang peserta. Semuanya adalah karyawan
dari sebuah perusahan yang bolehlah dibilang beken dinegeri ini yang juga dalam
melangkah beranjak menuju kaliber WORLD CLASS. Mereka berkumpul disana sekedar
untuk pengisi waktu libur diakhir pekan setelah lima hari bekerja tiada
henti. Jadi sekedar pelepas rasa suntuk mereka dikantor merekapun menyempatkan
diri untuk hadir disana dengan tujuan penyegaran kehidupan keagamaan bagi
mereka disela-sela kebisingan industri dan persaingan yang kian tajam ini.
Ruangan dimana seminar itu berlangsung cukup dingin dan sejuk karena dialiri
Central AC yang sengaja dipersiapkan agar peserta betah mendengar uraian pembawa
makalah yang dipublikasikan sebagai penyegaran kehidupan Islam di era gobalisasi ini.
Ketika itulah seorang pembicara muncul dengan makalahnya yang diberinya
judul: PEMBAHASAN DAN KUPASAN AYAT 2 SAMPAI 5 SURAT AL-BAQARAH DAN KAITANNYA
KEBANGKITAN ISLAM KEDUA KALINYA. Judulnya yang serem memang sengaja dipilih
pemakalah untuk menarik perhatian para peserta untuk datang , maklumlah para
peserta seminar itu terdiri dari berbagai lapisan dan tingkatan. Baik itu mereka
yang mempunyai pendidikan formal atau tidak, dari segala lapisan jabatan dari
tingkat rendah, menengah, sampai yang tinggi dari berbagai macam ragam jabatan.
Mulai dari level tingkat menejer sampai pekerja yang tidak punya anak buah, dari
level eksekutif sampai subordinat yang terbawah. Dari insiyur para sarjana sampai
kepada pekerja yang hanya tingkatan SMA saja. Semuanya mereka berkumpul mendengarkan
uraian itu,dengan harapan akan memperoleh suatu masukan baru semacam
refreshmentlah kira-kira dalam kehidupan keagamaan mereka.
Pembawa makalah adalah salah seorang diantara mereka sendiri, seorang pekerja
biasa yang bukan level bawah tapi juga bukan menejer eksekutif. Posisinya
diperusahaan itu biasa saja, seorang karyawan staff di diperusahan itu dengan masa
kerja lebih dari limabelas tahun , kurang dari dari dua puluh. Dulunya dia hanya
seorang mantan mahasiswa yang terpaksa keluar meninggalkan kampus tanpa berhasil
memakai memakai toga. Namun kehadirannya didalam majelis itu membuat dia merasa bangga
, dan dirasakannya sebagai suatu kehormatan menimbulkan rasa percaya diri dirasakannya
sebagai suatu kehormatan bagi dirinya bisa bisa hadir ditengah tengah peserta seminar
dan membawakan makalah lagi.
Seumur-umurnya dia yang kini telah menginjak perjalanan awal empat-puluhan
barulah pertama kali ini dia membawakan makalah. Agak kikuk memang, maklumlah
pesertanya lebih banyak karyawan- karyawan staff yang sehari-harinya memakai
dasi. Bagaikan seorang ustadz yang memberikan khotbah Jum'at, pembicara pertama ini
maju kedepan. Dengan menoleh kekiri dan kekanan kepada para peserta dan
mengangguk kepada moderator, kemudian dia langsung mengucapkan salamnya.
Makalah itu dia dimulai dengan kutipan uraian Surat Al-Baqarah ayat 2 sampai 17
dimana manusia itu dibagi oleh Pembawa Makalah dengan tiga golongan yang mana
ketiga golongan itu mempunyai sikap yang berbeda terhadap Utusan Allah yang
dalam hal ini disebut para Nabi-Nabi yang diutus oleh Tuhan kepada suatu kaum.
"Apabila kita melihat Junjungan kita Rasulullah SAW", katanya lebih lanjut, ketiga
golongan inipun muncul dengan sikapnya masing-masing yang tidak berbeda terhadap
utusan Allah yang lain, yang datang sebelum kedatangan Nabi Besar Muhammad
SAW.Seakan- akan apa yang dialami oleh Rasulullah SAW itu juga dialami oleh
Nabi-Nabi sebelum beliau.Disitulah letak kebenaran Rasulullah SAW dimana sunnatullah
(hukum-hukum Allah) yang berlaku terhadap Nabi-nabi sebelumnya juga berlaku
untuk Rasulullah SAW.
Golongan yang pertama adalah golongan orang-orang yang beriman (yukminuun)
disusul oleh golongan kedua adalah golongan orang kafir (kafiruun), sedangkan
golongan yang ketiga adalah golongan ragu-ragu atau munafik atau lain dimulut
lain dihati, iman dimulut kafir dihati (munafiquun). Lebih lanjut pembawa
makalah menjelaskan ciri-ciri ketiga golongan itu.
Adapun ciri-ciri orang yang beriman adalah sebagai berikut:
Beriman kepada yang Ghaib (apa yang tidak bisa dimonitori oleh panca indra dan
keberadaanya juga tidak bisa pula dipungkiri oleh akal pikran) (yukmi nuna
bilghaibi), sekaligus ia menegakkan sholat (yuqimunasshalata) sebagai
media hubungannya dengan Allah Ta'ala secara vertikal keatas serta
menafkahkan sebahagian rezki yang dianugerahkan Allah kepada manusia (wamimma
razaqnahum yunfiquun)sebagai hubungan horizontalnya kesamping terhadap sesama manusia.
Hubungan baik dengan Allah itu hanya bisa terwujud sekaligus terbukti bila
hubungan sesama manusia kelihatan lewat manifestasi" penafkahan rezki yang diberikan
Allah kepada manusia itu.
Lebih lanjut menurut pembawa makalah Al-Quran menjelaskan bahwa IMAN KEPADA
YANG GHAIB, PELAKASANAAN SHOLAT SECARA TERATUR DAN PEMBELANJAAN HARTA DIJALAN
ALLAH merupakan tiga kerangka yang kokoh dan kuat untuk menyempurnakan
keimanan kita dalam melangkahkan kaki mewujudkan kehidupan insan yang bertakwa
sebagai buah dari keimanan kita.
Iman kepada yang Ghaib melingkupi iman kepada Junjungan kita Rasulullah SAW
yang kepadanya Al-Qur'an diturunkan, kendatipun kita tidak pernah berjumpa
dengan beliau sekaligus mengimani apa yang diturunkan kepada beliau (bima
unzila ilaika), dan kepada yang diturunkan sebelum beliau ( wama unzila minqablika
), dan kepada yang diturunkan kemudian kita harus meyakini
(wabilakhiratihum yuqinuun).
Selanjutnya pembawa makalah menyimpulkan uraiannya dengan mengatakan bahwa
setelah kita menyempurnakan KEIMANAN KITA KEPADA YANG GHAIB, MENEGAKKAN
SHOLAT SERTA MEMBELANJAKAN HARTA KITA DIJALAN ALLAH, Allah akan menganugerahkan
kita derajat TAQWA (MUTTAQIIN) dan inilah yang dikatakan sebagai orang yang
diberi petunjuk (ulaa ika 'ala hudammirrabbihim) dimana Allah sendiri akan
menjanjikan kemenangan bagi mereka (wa ula ika humul muflihuun).
........bersambung.
Wassalamu'alaikum wr.wb.
Indra Intan Sati
RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
==============================================Mendaftar atau berhenti menerima
RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
ATAU Kirimkan email
Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
-mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
-berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
==============================================