Megawati harus menuntaskan masalah Aceh yang sampai saat ini masih juga belum
nampak
tindakan yang nyata terhadap penderitaan saudara - saudara kita di Aceh.
Dan juga Beliau harus menepati janji - janjinya yang pernah di ucapkan dulu
itu.
Hanya itu saja.
>
>
>
>
>Lalu dengan mobilisasi para ulama pula, Aceh berjuang bersama bangsa
>melawan penjajah lama yang tidak rela melepaskan wilayah yang disebut
>mutiara khatulistiwa ini dan menjadikan Aceh neraka bagi mereka.
>
>Tidak itu saja, rakyat Aceh, terutama kaum perempuannya, menyisihkan
>harta yang tidak seberapa untuk membeli sebuah pesawat terbang untuk
>Republik yang diberi nama �Seuluwah� itu.
>
>Tetapi entah kenapa---namun sejarah mencatat---Pemerintah Pusat
>mengambil kebijakan, Aceh yang waktu itu merupakan provinsi tersendiri
>dilebur dengan Provinsi Sumatera Utara. Tidak itu saja, jabatan Tengku
>Daud Beureueh sebagai Gubernur Militer dicopot dan kemudian
>dipermalukan: mobil dinasnya ditarik ke Medan dan digunakan oleh
>petinggi provinsi gabungan itu.
>
>Air susu dibalas dengan tuba. Aceh terhina dan Aceh membara.
>
>Lalu sejarah mencatat, tiga orde berganti, Aceh merupakan peristiwa duka
>tentang darah anak bangsa yang tumpah, nyawa anak bangsa yang melayang
>percuma. Banyknya anak yang kehilangan bapak, isteri kehilangan suami
>dan kaum perempuan dihina dan dinistakan.
>
>Aceh kemudian reda sejenak. Lalu muncul Hasan Tiro menjual Aceh Merdeka.
>Awalnya Aceh Merdeka adalah jualan yang tidak laku. Tidak kurang Sang
>Tokoh Sentral: Tengku Daud Beureueh---yang ketika itu sudah kembali
>kepangkuan RI---dan para pengikutnya menolak Aceh Merdeka. Tetapi
>tindakan Rezim Suharto yang sangat berlebihan dan tidak jarang sangat
>keji, menjadikan Gerakan Aceh Merdeka tumpuan harapan. Dan Aceh kembali
>berdarah-darah.
>
>Jelas masalah Aceh bukan Aceh vs. Indonesia. Darah Aceh adalalah darah
>Indonesia. Luka Aceh adalah luka Indonesia, luka kemanusiaan.
>
>Dengan berakhirnya Orde Baru yang sentralistik dan represif, kita pantas
>berharap bahwa masalah Aceh bisa diatasi secara cepat tepat dan adil.
>
>Tidak kurang Presiden ke IV yang �legitimate� dan terpilih secara
>demokratis menjanjikan: �referendum tujuh bulan lagi!� menanggapi
>kerasnya tuntutan referendum waktu itu.
>
>Tetapi kita semua tahu, tidak ada referendum tujuh bulan kemudian dan di
>Aceh berlanjut untaian peristiwa tumpahnya darah anak bangsa,
>melayangnya nyawa anak bangsa, dengan sia-sia.
>
>Dan kita pantas sedih dan kecewa kepada Menhan Profesor Doktor M.
>Mahfud---yang
>tadinya diharapkan bisa melihat permasalahan Aceh dengan cerdas,
>humanis, historis dan komprehensif---ternyata tidak banyak berbeda
>dengan para pendahulunya, para jenderal tua yang suka memberhalakan
>negara---yang dengan enteng bersedia memberikan sesajen darah dan nyawa
>manusia kepada sang berhala�
>
>�Tidak ada referendum bagi Aceh!�, pekiknya tidak lama setelah ditunjuk
>menjadi Menteri.
>
>�Pemerintah akan melakukan apa saja untuk mempertahankan integritas
>NKRI!�, sergah beliau dengan gagah bekali �kali.
>
>Suatu statemen yang sia-sia dan percuma. Tidak diomonginpun orang tahu.
>
>Kemudian Sang Professor lebih beken sebagai juru runding, dan lengser
>bersama lengsernya Sang Presiden..
>
>Lalu Megawati terpilih menjadi presiden. Dan orang ingat janjinya yang
>saya kutip di atas. Adalah sangat bijaksana tatkala beliau menempatkan
>penyelesaian masalah Aceh, di samping Irja---luka Indonesia yang
>lain---di bawah beliau. Dan juga sangat bijaksana langkah SBY seperti
>diceritakan oleh Indra Piliang. Semoga dengan segera---sekali
>lagi---dengan segera, tidak lagi setetes pun darah rakyat menyentuh
>tanah rencong yang begitu besar jasanya dalam menjadikan Indonesia
>merdeka
>
>Stop pertumpahan darah di Aceh !
>Darah Aceh adalah Darah Indonesia.
>Stop penistaan terhadap Indonesia di Aceh !
>Penistaan terhadap Aceh adalah penistaan terhadap Indonesia
>Stop penistaan terhadap kemanuasiaan di Aceh !
>Penistaan terhadap Aceh adalah penistaan terhadap kemanusiaan
>
>Salam Damai, Darwin
>
>
>
>RantauNet http://www.rantaunet.com
>
>Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
>===============================================
>Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
>http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
>
>ATAU Kirimkan email
>Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
>Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
>-mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
>-berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
>Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
>===============================================
>
_____________________________________________________
Get your free E-mail account at http://www.kompas.com
_____________________________________________________
RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
==============================================Mendaftar atau berhenti menerima
RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
ATAU Kirimkan email
Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
-mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
-berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
==============================================