|
Bismillaah, Ar-Rahmaan, Ar-Rahiim MEMAHAMI HAKIKAT KEBENARAN Tak seorang pun boleh memaksa kita untuk menerima suatu kebenaran. Akan tetapi, sudah barang tentu adalah merupakan sesuatu yang memalukan bila seorang manusia tidak tertarik untuk memahami apa itu kebenaran. Islam mengajarkan bahwa Pencipta kita telah membekali manusia dengan kecakapan “mancari alasan”. Makanya, adalah sebuah kewajiban mereka untuk mencari sesuatu alasan yang jujur dan teratur guna mereka pertimbangkan, untuk dipertanyakan dan untuk dihargai. Kebenaran bukanlah hanya milik kaum terpelajar saja. Setiap manusia, meski dari manusia primitif sekali pun, adalah merupakan fitrah hidup manusia untuk berpegang pada suatu kebenaran. Semua manusia memegang kebenarannya masing-masing yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Kebutuhan tiap manusia berbeda karena kemampuan tiap mereka pun berbeda. Kemampuan menangkap pesan-pesan kebenaran dan kemampuan mengembangkannya juga berbeda. Itulah sebabnya, setiap kita haruslah dapat menghargai kebenaran orang lain. Tak seorang pun dapat menekan kita untuk membuat sebuah keputusan yang terburu-buru, menerima sesuatu yang diajarkan Islam. Bagi Islam, memberi pengertian kepada manusia hendaklah diberikan secara bebas memilih. Meski pun ketika seseorang berhadapan dengan sebuah kebenaran, tiadalah paksaan baginya untuk lantas menerimanya begitu saja. Namun, sebelum kita memulai memba ngun sebuah pendapat tentang Islam, ta-nyakanlah pada diri Anda sendiri apakah kemampuan pengetahuan kita tentang ini cukup sempurna. Tanyalah diri kita, apakah pengalaman itu telah diperoleh melewati sumber-sumber dari fihak ke tiga, yang barangkali mereka telah membuka secara selayang pandang dari beberapa tulisan dan sudah memahami alasan-alasannya secara jujur dan teratur ?. Apakah cukup adil bahwa seseorang semestinya membangun sebuah pendapat tentang selera tertentu hanya dengan sebuah kabar angin dari orang lain yang, boleh jadi mereka tidaklah memiliki kepentingan tentang itu ?. Begitu juga de-ngan kita. Adalah seharusnya, kita mencaritahu tentang Islam dari sumber-sumber yang layak dipercaya dan tidak hanya suka saja, tetapi lebih baik mempelajari baik-baik sebelum Anda menyatakan pendapat tentang ini. Telitilah sebelum membeli. Jangan percaya begitu saja kepada seseorang yang tidak jelas kepentingannya. Jangan membeli kucing dalam karung. Masalah kebenaran adalah masalah prinsip hidup, yang akan menentukan jalan hidup kita ke depan. Dalam menentukan langkah selanjutnya untuk menuju kebenaran, Islam berulang-ulang menjamin bahwa Anda bebas menentukan pilihan dan bebas menggunakan kecakapan karunia Allah. Semua alasan selalu dihormati, yang setiap pribadi menghendakinya. Tak seorang pun dapat lari dari keinginan itu atau memaksa Anda menyerahkan segalanya pada keinginan Sang Pincipta kita, Anda harus menemukannya dan buatlah keputusan sendiri. Mudah-mudahan kecerdasan Anda membawa Anda maju kepada suatu kebenaran yang membuat hidup ini menarik dan manis. Allah, sebagai Sang Maha Pencipta memberikan kebebasan apakah memilih hal yang baik seperti yang disuruh Allah sehingga dengan cara itu, dia dapat disebut taat. Atau memilih yang sebaliknya, yang dengan cara itu, dia dapat disebut sebagai kafir, padahal kedua macam perbuatan itu sendiri diciptakan oleh Allah Sang Maha Pencipta. Kecerdasan akal fikiran, Insha Allah akan selalu membawa kepada kesadaran bahwa yang disuruh Allah itu adalah suatu kebenaran yang hakiki, sedangkan yang sebaliknya adalah suatu kebenaran yang semu dan karenanya kita harus meninggalkannya. Maka Allah pun meninggikan orang-orang yang menggunakan akal beberapa derajat lebih tinggi daripada seseorang yang hannya beribadah semacam shalat, puasa dan lain sebagainya. Firman Allah: Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majelis", maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan . (Al-Qur’an Surat Al-Mujaadilah ayat 11)Cahaya Kebenaran Keberadaan manusia di bumi dan penciptaan seluruh alam ini bukanlah karena kecelakaan atau hasil suatu kebetulan belaka. Alam ini, pada setiap zarah daripadanya, membuktikan dan menunjukkan kepada kita tentang adanya Cinta, Kemurahan dan kemahakuasaan Sang Maha Pencipta. Tanpa Sang Maha Pencipta, tak ada satu pun yang ada. Setiap jiwa tahu bahwa adanya dia saat ini dan keberadaannya selalu bergantung kepada Sang Maha Pencipta, dia sadar bahwa dia tak dapat menciptakan dirinya sendiri. Jadi adalah wajar baginya untuk menyadari siapa tuhannya, Sang Maha Pencipta. Manusia adalah sebuah ciptaan yang unik. Allah mengadakan manusia sebagai khalifah-Nya atau wakil penguasa atas ciptaan lain di bumi ini. Dia dikaruniai kemampuan yang membuatnya berbeda dari binatang lainnya. Bersama-sama dengan kemampuan yang dibedakan dan membedakan ini, manusia diberikan kebebasan untuk memilih bagi dirinya sendiri satu jalan hidup sebagai kehormatan sebagai Wakil Allah atau dia akan jatuh serendah-rendahnya melebihi hewan atau ciptaan lainnya. Manusia dilahirkan dalam keadaan suci dan tanpa dosa dan dilengkapi pilihan untuk melakukan kebenaran atau menjerumuskan diri di dalam dosa. Petunjuk Hidup Sang Maha Pencipta, memiliki berlimpah-limpah Cinta dan Kemurahan untuk umat manusia, tak ingin membiarkan kita hidup dalam kegelapan, mencari-cari jalan yang benar dengan mencoba-cobanya sendirian. Seiring dengan alasan terhadap pemberian kemampuan akal kita, Sang Maha Pencipta kita menganugrahi atas kita Petunjuk Jalan Hidup secara garis besar adalah tentang kebenaran pengetahuan, yang tertuang di dalam Al-Qur’an. Mulai dari manusia pertama, Sang Maha Pencipta telah mengutus banyak rasul untuk membawa firman-Nya dan untuk me-ngajak seluruh manusia kembali ke jalan keselamatan dan taat kepada Tuhan yang Maha Esa. Inilah Islam ! Wahyu dibawa terus, dari generasi ke generasi manusia melalui rasul yang berbeda-beda, semuanya mengajak umat manusia ke jalan yang sama, kebenaran. Akan tetapi, hampir semua pesan terakhir atau wahyu-wahyu dari Allah terakhir, telah diputarbalikan oleh orang-orang dari genarasi terakhir pada suatu phase kerasulan. Hasil dari pemutarbalikan ini, wahyu yang asli dari Allah telah terpalsukan dan terkotori dengan mitos-mitos, tahyul, pemujaan berhala dan kurafat (aliran filsafat yang tak masuk akal). Agama Allah yang masuk akal telah hilang dari kelimpahan agama-agama. Sejarah manusia adalah sebuah perjanjian manusia yang menyimpang di antara terang dan gelap, tetapi Allah selalu berlimpah-limpah dengan Cinta kepada umat manusia yang tidak pernah melupakan kita. Ketika umat manusia telah terpuruk di dalam zaman kegelapan, Sang Maha Pencipta kita telah mengirimkan Rasul Terkahir-Nya, Nabi Muhammad (SAW) untuk menyelamatkan umat manusia dengan risalah terakhir sebagai rujukan terakhir dan tetap untuk seluruh dunia. Memang untuk memahami wahyu-wahyu bahkan Rasul itu sendiri, manusia terlebih dulu hendaklah meyakini dengan jelas Allah Sang Maha Pencipta itu, bahwa manusia selalu bergantung kepada-Nya dan bahwa Dia itu, adanya sama sekali tidaklah bergantung kepada kita manusia. Tanpa mengetahui siapa Dia dan memahami segala sifat-sifat-Nya adalah mustahil bagi kita dapat mempercayai adanya karya-karya-Nya dan mempercayai peraturan-peraturan-Nya. Jika tidak tentulah telah tejadi kekeliruan dalam memahami motif-motif dalam menentukan tujuan hidupnya. Mengukur Kebenaran Kriteria berikut ini, insha Allah dapat menjadi suatu alat ukur yang terbaik untuk menentukan keaslian dari wahyu terakhir sebagai firman Allah : Pengajaran yang Masuk Akal : Sejak Sang Maha Pencipta kita meng-anugrahi kamampuan fikiran dan akal, adalah wajar bagi kita menggunakannya untuk membedakan kebenaran dan kebohongan. Kebenaran, yang tidak dipalsukan dari wahyu Allah, mestilah masuk akal dan dapat difahami melalui akal sehat.Kesempurnaan : Bila kita meyakini bahwa Sang Maha Pencipta kita adalah Maha Sempurna, maka wahyu-Nya pun mestilah juga sempurna dan benar dari segala kesalahan, kekurangan, penyisipan dan bermacam versi. Ini haruslah bebas dari pertentangan di antara pernyataan-pernyataannya.Bukan Mitos Atau Tahyul : Wahyu yang benar adalah bebas dari mitos-mitos atau tahyul yang menjatuhkan kebesaran Sang Maha Pencipta kita atau manusia itu sendiri.Dapat difahami ilmu pengetahuan : Sejak Sang Maha Pencipta adalah Pencipta seluruh pengetahuan, kebenaran wahyu-Nya adalah selalu dapat difahami dengan ilmu pengetahuan dan dapat dihadapkan dengan kemajuan ilmu pengetahuan kapan saja.Ramalan Yang Menjadi Kenyataan: Sang Maha Pencipta kita Maha Mengetahui seluruh waktu lampau, saat ini dan yang akan datang. Maka semua ramalan-Nya pada wahyu-wahyu-Nya akan dapat memenuhi seluruh ramalan.Tak Dapat Ditiru Oleh Manusia : Wahyu yang benar adalah pasti dan tidak dapat ditiru oleh manusia. Wahyu Allah adalah sebuah keajaiban hidup, sebuah buku yang terbuka dan menantang seluruh umat manusia untuk melihat dan membuktikan pada mereka sendiri, keaslian dan kepastiannya.Semoga kita senantiasa dapat menyadari kehadiran Allah dengan segala firman-Nya sebagai petunjuk kebenaran untuk diri kita. Allah-lah sumber segala kebenaran. Marilah kita dekatkan diri kita kepada Allah agar kita bisa lebih mudah memahami kebenaran Allah yang berlaku atas kita. Kita ini hidup selalu dan hanya bergantung kepada Allah. Tak ada yang bisa lepas dari ketergantungan kepada Allah. Marilah kita menyukai Allah semoga Allah selalu menyayangi kita tidak hanya mengasihi saja. As-Salaamun alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh. Syaifuddin Ma'rifatullah - Aceh. Bagi yang berdiskusi soal ini lebih jauh, silahkan kirimkan melalui jalur pribadi ke mailto:[EMAIL PROTECTED]
|

