Assalamua'llaikum Wr. Wb.
 
Untuak Mak Duta...(Ajoduta)
AS alah manyerbu Afghanistan mak.!!
Urang AS (urang barat) yg di Jakarta alah mati katakuik'an pulo (takuik di sweeping)
Baa kondisi urang awak di AS kini mak ??
 
Dewis
 
-----Original Message-----
From: Mella Sari Alfitri [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: Monday, October 08, 2001 4:10 AM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: [surau] AS Gempur Afghanistan

Senin, 08 Oktober 2001, 01:21 WIB

Pesawat Pembom AS Gempur Afghanistan

Kabul, Senin

Sejumlah pesawat pembom AS melancarkan serangan ke Kabul, Minggu sekitar pukul 16.00 GMT (pukul 23.00 WIB), menandai pembukaan serangan pembalasan atas serangan teror 11 September di AS.

Menurut laporan televisi, pesawat-pesawat pembom Stealth B-2 AS
dan sejumlah pesawat Inggris mengambil bagian dalam serangan itu.

Serangan militer itu dilakukan setelah Presiden AS George W.
Bush secara mendadak kembali ke Gedung Putih dari tempat
peristirahatannya di Camp David pada akhir pekan.

Televisi menayangkan langsung aksi pemboman tersebut.

Ledakan terdengar di Kabul, ibukota Afghanistan, Minggu malam,
di tengah suara tembakan anti-pesawat, kata televisi Al-Jazeera dan CNN.

Listrik di kota itu terputus menjelang serangan tersebut.

Serangan-serangan AS terhadap Afghanistan telah dimulai,
demikian dikonfirmasi jurubicara Gedung Putih Ari Fleischer di
Washington.

"Kami telah memulai front dalam perang kami melawan terorisme,"
kata Fleischer.

Sementara CNN menyatakan, Kandahar juga diserang.

Jaringan televisi itu mengutip seorang pejabat Talib di Kandahar
yang mengatakan, markas komando dan sistem radar Afghanistan di
Kandahar hancur dalam serangan AS itu.

Seorang pejabat tinggi Talib juga mengkonfirmasi bahwa bandara
Kandahar hancur dalam serangan itu.

Al-Jazeera mengatakan, terjadi tembakan gencar anti-pesawat di
Kabul. Kebakaran hebat dilaporkan di wilayah timurlaut kota
tersebut.

Di Kabul, saksi mata mengatakan, bom-bom dan roket AS mendarat
dekat Kementerian Pertahanan Talib di jantung kota tersebut.

Penduduk kota itu mengatakan kepada AFP, mereka bisa mendengar tembakan artileri, anti-pesawat dan senjata ringan Talib dalam apa yang tampaknya terdengar seperti pertempuran jalan di kota tersebut.

Jet-jet terdengar terbang tinggi di kota itu, sementara malam
menjadi terang oleh kilatan ledakan dan desingan peluru dari senjata anti-pesawat Talib.

Di Roma, seorang pembantu mantan Raja Afghanistan Mohammed Zahir
Shah menyatakan, ia "terguncang dan sedih" atas serangan AS terhadap Afghanistan itu ketika ia menyaksikannya di televisi.

"Itu menyedihkan. Itu tentu saja tragis. Anda bisa membayangkan
seseorang yang datang dari sebuah negara, yang merasa terguncang dan sedih dengan apa yang telah dipelopori negara anda," kata pembantu itu, Hedayat Amin Arsala, kepada AFP.

"Kini harapan saya adalah serangan itu cepat berhenti dan tidak
ada yang cedera," katanya.

"Saya sungguh-sungguh merasa itu bisa dihindarkan," kata Amin
Arsala mengenai serangan itu, yang disaksikannya di televisi di
hotel tempatnya menginap di Roma.

"Kami berharap itu bisa dicegah... Saya sungguh-sungguh tidak
bisa berbicara," tambahnya.

Beberapa saat menjelang serangan itu, oposisi Afghanistan
menyatakan bahwa serangan AS bisa dimulai dalam beberapa hari ini
dan mereka memperingatkan penduduk untuk menjauh dari markas militer di Kabul.

Ketegangan tinggi di Afghanistan yang dikuasai Talib ketika
milisi tersebut memperkuat garis-garis perangnya untuk
mengantisipasi serangan AS sebagai pembalasan atas penolakannya
menyerahkan Osama bin Laden, yang dituduh AS mendalangi
serangan-serangan di New York dan Washington bulan lalu.

Pasukan oposisi, yang berjarak sekitar 50 kilometer utara Kabul,
telah berjanji akan bekerja sama dalam serangan AS dan mengadakan
pembahasan cermat dengan para pejabat militer AS dalam beberapa hari terakhir ini.

Sabtu, pasukan Talib di Kabul menembaki apa yang mereka sebut
sebuah pesawat mata-mata AS yang terbang di kota tersebut.(Ant/Dpa/Afp/Rtr/jy)

Senin, 08 Oktober 2001, 03:25 WIB

Osama bin Laden dan Mullah Mohammad Omar Selamat

Islamabad, Senin

Osama bin Laden dan pemimpin Taliban Mullah Mohammad Omar, keduanya selamat dalam serangan Amerika terhadap Afghanistan, Minggu, ungkap jurubicara Taliban untuk Pakistan.

"Alhamdulillah", ungkap duta besar Abdul Salam Zaeef kepada wartawan seraya menerangkan jika Laden dan Omar masih hidup.

Zaeef mengemukakan, sarana militer di beberapa kota menjadi target serangan itu.

"Afghanistan adalah korban kebrutalan Amerika. Karenanya rakyat Afghanistan akan melawan atas aksi brutal ini," ungkapnya.

Televisi CNN menyebutkan, Taliban telah menyiapkan sekitar 8000 tentaranya di perbatasan, sebelah utara Afghanistan. Penambahan ini diperlukan, setelah Amerika diberitakan telah mengirimkan pasukannya di wilayah Asia Tengah yang berbatasan dengan Afghanistan.

Sementara Perancis diberitakan telah siap untuk bergabung dengan Amerika dalam serangan itu. (Afp/CNN/jy)

http://www.kompas.com/berita-terbaru/0110/08/headline/034.htm



Do You Yahoo!?
NEW from Yahoo! GeoCities - quick and easy web site hosting, just $8.95/month. Yahoo! by Phone.
Yahoo! Groups Sponsor
ADVERTISEMENT

"Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami
akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan  bumi,  tetapi  mereka
mendustakan (ayat-ayat Kami) itu,  maka  Kami  siksa  mereka  disebabkan
perbuatannya (A'RAAF 7:96)
==============================================================================
Alamat-alamat e-mail Surau:
   Mengirimkan artikel/opini          :  [EMAIL PROTECTED]
   Mendaftarkan diri                  :  [EMAIL PROTECTED]
   Mengundurkan diri sementara        :  [EMAIL PROTECTED]
   Kembali aktif                      :  [EMAIL PROTECTED]
   Mengundurkan diri selamanya        :  [EMAIL PROTECTED]
   Kontak Admin                       :  [EMAIL PROTECTED]


Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

Kirim email ke