Assalamu'alaikum wr.wb.,
Saya menghimbau warga surau untuk membacakan qunut nazilah pada setiap shalat-shalat fardhu, sehubungan dengan kebrutalan tentara Amerika dan konco-konconya menggempur negeri yang dihuni umat Islam yang sederhana seperti Afghanistan. Pembacaan qunut itu dilakukan pada i'tidal (kembali berdiri sesudah rukuk) yang terakhir dalam shalat., dengan membaca potongan ayat terakhir surat Al Baqarah yang berbunyi:
"Rabbanaa laa tuaakhitznaa innasiina au akhtha'naa, rabbanaa walaa tahmil 'alaina ishran kama hamaltahuu 'alalatzina min qablinaa, rabbanaa walaa tuhammilnaa maa laa thaa qatalana bih, wa'fu'anna, waghfirlanaa, warhamnaa, anta maulanaa, fanshurnaa 'alal qaumil kaafiriin. (Wahai Rabb kami, janganlah engkau siksa kami seandainya kami tersalah atau terlupa. Wahai Rabb kami janganlah engkau pikulkan beban berat sebagaimana yang engkau pikulkan kepada orang-orang sebelum kami. Wahai Rabb kami janganlah engkau pikulkan kepada kami beban berat yang tidak sanggup kami memikulnya, maafkanlah kami, ampunilah kami, kasihanilah kami, Engkaulah penolong kami, bantulah kami mengalahkan orang-orang kafir.
Membaca qunut nazilah manakala ada ancaman musuh terhadap sesama umat Muslim adalah sunah Rasulullah SAW. Menurut riwayat pernah Rasulullah SAW membaca doa qunut, memohon agar Allah SWT melaknat musuh orang-orang beriman. Beliau dikoreksi Allah SWT agar tidak memdoakan agar Allah melaknat seseorang atau sesuatu kaum, karena adalah hak Allah untuk melaknat atau menunjuki seseorang atau sesuatu kaum.
Pada ayat diatas Allah mengajarkan kepada kita agar memohon pertolongan kepada Allah SWT untuk melawan orang-orang kafir.
Kita mungkin tidak sanggup untuk pergi ke Afghanistan untuk membantu saudara-saudara kita umat Islam yang sedang dilanda bencana kezaliman orang-orang kafir yang haus darah. Marilah kita membantu dengan doa.
Wassalamu'alaikum wr.wb.
Lembang Alam

