Pro: RantauNet (www.rantaunet.com)
Writer: Esteranc Labeh ([EMAIL PROTECTED])

Judul:MEMBACA BUSH DAN ISRAEL

JAKARTA (RantauNet): Banyak masyarakat Islam di Tanah Air selalu berprasangka buruk 
terhadap AS dan menganggap bahwa negara itu diperbudak oleh lobi Yahudi. 

Sebagian kecil, mungkin. Tapi secara umum, Zionis tak pernah mampu menguasai sistem di 
AS secara total. Hingga kini kekhawatiran dan 'perang dingin' kedua sekutu itu masih 
berlangsung.

Dunia bingung dalam 'menghakimi' AS serta membaca arah kebijakan Bush atas nasib 
Palestina, negara-negara Islam anggota OKI dan OPEC serta atas Israel yang di AS 
sendiri lebih dikenal plus diakui sebagai "economic ally" (sekutu ekonomi) AS.

A. KEDEKATAN BUSH DENGAN INDUSTRI MILITER

Sebelum tragedi WTC, Bush dan istrinya sering mengikuti seremonial Islam seperti Idhul 
Adha dan Isra' Miraj. Walaupun even-even seperti itu kurang menarik CNN, namun patut 
diakui ada kesan "pengakuan" Gedung Putih terhadap eksistensi umat Islam sebagai mitra 
penting abad-21.

Bush mengatakan, "Mengikuti peringatan Idhul Adha oleh masyarakat Muslim di AS adalah 
bukti solidaritas kita terutama dalam menghormati pengorbanan Abraham yang sebenarnya 
juga diakui dalam ajaran Kristen dan Yahudi yang juga dianut oleh masyarakat Amerika".

Besarnya perhatian Bush terhadap Muslim tak sebatas seremonial saja. Menurut laporan 
resmi Gedung Putih, Bush sebetulnya sudah diagendakan untuk berpidato di PBB tentang 
posisi baru kebijakan luar negeri AS; "mengakui Palestina sebagai sebuah negara 
berdaulat."

Setelah WTC, Bush sibuk melakukan pendekatan terhadap tokoh Muslim di AS. Dalam satu 
acara yang ditayangkan secara nasional, Bush malah sempat mengutip ayat Quran yang 
berbunyi, "Sesungguhnya rencana jahat itu tak memberi mudharat melainkan kepada 
dirinya sendiri."

Kepala Negara adidaya mengutip Al Quran, didampingi tokoh-tokoh Islam, ditayangkan 
secara nasional, jelas pukulan telak bagi kelompok atheis dan sekuler baik di AS 
maupun di luar negeri, termasuk di Israel dimana hampir 30% warga Israel adalah atheis 
(umumnya imigran dari Rusia).

Dan, meskipun Deputi Menlu dan mantan Dubes AS untuk Indonesia Paul Wolvowitz 'ngotot' 
untuk mentargetkan Iraq sebagai "lahan pembuangan stok amunisi rudal-rudal keluaran 
lama" namun ternyata diabaikan saja oleh Bush karena khawatir hal itu justru tambah 
melukai hati umat Islam.

Pembuangan stok amunisi dan rudal lama penting dilakukan secara berkala (par decade) 
apalagi Bush tengah gencar-gencarnya berkampanye untuk menjual teknologi rudal baru 
"interceptor" ke penjuru dunia, terutama ke Taiwan, Jepang, Korsel, Singapura dan 
negara-negara Arab.

Kelihatan Bush masih konsisten membedakan antara kepentingan industri militer, 
penanganan teroris dan cara bersentuhan dengan negara-negara Islam --penyumbang hampir 
50% turn-over ekonomi global AS. Hal itu tak lepas dari indikasi sejak dekade 
terakhir, ekonomi AS mulai rapuh.

Penjualan teknologi perang merupakan salah satu jalan pintas untuk menutup celah 
kerapuhan ekonomi AS dimana hampir 70% cadangan moneter Paman Sam itu justru berada di 
luar negeri, termasuk negara-negara Arab.

Masih segar dalam ingatan bagaimana Arab Saudi memborong pesawat teknologi tinggi 
Awacs dari AS sebelum dan setelah Perang Teluk, pembelian besar-besaran pesawat tempur 
F-16 oleh Taiwan dan Singapura menjelang turn-over Hong Kong 1997.

Kendati masih 'malu-malu' namun sejumlah kritikus di AS sendiri mulai menyindir Bush 
Jr sebagai "air cucuran atap" Bush senior --orang pertama yang menuding Iraq telah 
'berani' meluncurkan rudal ke wilayah Saudi padahal raja iblispun belum tentu punya 
nyali.

Kaum Katolik di AS familiar dengan sebuah fakta sejarah dimana pasukan gajah Raja 
Abesynia (Ethiopia) penguasa Katolik Afrika waktu itu mencoba menghancurkan Makkah, 
tapi luluh lantak oleh serangan triliunan 'burung' misterius sebelum pasukan itu 
sempat mencapai target.

Para ilmuwan belum lama ini mencoba mengkaitkan 'burung' misterius itu sebagai virus 
pemakan daging yang belum lama ini telah ditemukan, kendati kemampuannya belum 
sedahsyat apa yang digambarkan sejarah diatas dengan "seperti daun dimakan ulat." 

Namun, bisa dimaklumi jika  senjata biologi hingga hari ini masih ditakuti --terlepas 
dari mana dia berasal --termasuk serangan virus Antrax di AS belakang ini yang membuat 
FBI kalang-kabut karena faktor 'misterius' tersebut.

HUBUNGAN BUSH DENGAN SKENARIO BISNIS...(bersambung)







------------------------------------------------------------
Free Web-email ---> http://mail.rantaunet.web.id
Komunitas Minangkabau  ---> http://www.rantaunet.com

RantauNet http://www.rantaunet.com

Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3

ATAU Kirimkan email
Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
-mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
-berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
===============================================

Kirim email ke