...sambungan yang lalu B. HUBUNGAN BUSH DENGAN SKENARIO BISNIS
Dugaan bahwa Gedung Putih "dibayar" oleh pengusaha minyak dan gas AS sejak dahulu kala bukan isapan jempol belaka. Bahkan hingga hari ini, fenomena itu masih saja berlangsung. Sebtulnya AS berada dalam posisi dilematis. Pertama, Gedung Putih musti mampu menjamin pasokan minyak dengan standar "inexpensive" (terjangkau) oleh warganya. Namun di sisi lain, karakter ekspansionis kalangan pengusaha minya juga harus diperhatikan. Dilema itu sangat kelihatan sekali ketika Perang Teluk saat AS mengembalikan Kuwait kepada kaum Emir --mitra bisnis AS--dari tangan Iraq yang hendak menasionalisasi kepemilikan ladang minyak Kuwait dari tangan shareholders Amerika. Hingga kini AS masih mempertahankan ribuan personil militernya di Arab Saudi untuk menjamin jangan sampai terjadi usaha-usaha "nasionalisasi" lain terhadap aset-aset AS di masa mendatang. Fakta inilah yang membuat seorang Osama tergerak untuk malancarkan jihad perang terhadap apa yang dia sebut sebagai infidels (kafir). Fakta itu juga yang memastikan dukungan milier rahasia Rusia terhadap Taliban karena Afghanistan diyakini memiliki kandungan migas yang melimpah-ruah. Gedung Putih dan parlemen AS sepertinya percaya dengan "tahyul" bahwa dimana Muslim bermukim, disitu minyak muncul. Disebut tahyul karena tak semua penghasil minyak dunia adalah negara Islam, karena terkecuali oleh Venezuela. Namun semua penghasil gas terbesar dunia adalah negara-negara Islam. Dengan tradisi itu, maka akan sangat mudah jika RI mau mendeklarasikan perang dengan AS sangat mudah yakni dengan menasionalisasi tambang Freeport dan ladang gas Exxon, sebagai contoh. Dilema itu berangkat dari kekecewaan AS ketika para pakar geologi memaparkan fakta bahwa ladang minyak dan gas di Alaska --koloni AS yang lain-- ternyata hanya mengadung deposit untuk 6 bulan saja. Artinya, kepentingan AS dengan negara-negara Islam di OPEC tetap harus "dipelihara" --dengan jalur apapun asal tujuannya adalah agar harga dan pasokan BBM "permanently inexpensive" bagi AS dan negara-negara Barat. Gairah keluarga Bush terhadap minyak juga dibuktikan ketika dia melapangkan jalan bagi kelompok bisnis Carlyle dan Raja Fahd dari Saudi mengakuisisi KorAm Bank di Korsel. Untuk misi lobi itu, Carlyle menggaji Bush senior hampir $100.000. Carlyle Group adalah perusahaan berbasis manajemen ekuitas yang bergerak dalam bisnis jual beli perusahaan. Dalam dekade terakhir perusahaan itu mencatat kenaikan laba pertahun rata-rata 34% dari bisnis jual beli itu. Carlyle menjadi salah satu aktor finansial global utama tatkala perusahaan itu mempekerjakan Bush senior setelah dia pensiun sebagai Presiden AS. Pada 1990, Carlyle menempatkan Bush dalam jajaran direksi anak perusahaannya, Caterair, maskapai penerbangan tak berjadual. Dalam laporan New York Times edisi 5 Maret lalu, Carlyle diketahui telah menggurita yakni memiliki saham di 164 perusahaan sejak tahun lalu dengan 70.000 karyawan dan pendapatan hampir $16 miliar. Hampir 450 lembaga termasuk bank-bank dan dana pensiun adalah investor-investor utama Carlyle. Dana pensiun California tercatat menanamkan $305 juta untuk dikelola oleh Carlyle, dana pensiun guru Texas --dibentuk ketika Bush jr menjadi gubernur Texas --menanamkan $100 juta pada November 2000. Hubungan dengan industri senjata? Carlyle adalah kontraktor pertahanan keenam terbesar di AS karena kepemilikan saham konglomerat "kolega Bush" itu di manufaktor tank, sayap pesawat dan sejumlah pabrik perakitan senjata perang lain. Menhan Donald Rumsfeld Februari lalu mengadakan pertemuan rahasia dengan Frank Carlucci, mantan Menhan semasa Ragan dan kini menjabat chairman-nya Carlyle. Dalam pertemuan itu disebut-sebut tentang agenda "militer" dimana Carlyle sudah mengantongi miliaran dolar untuk menangani proyek-proyek pertahanan yang diusulkan Gedung Putih ke parlemen. Carlyle belum lama ini pernah melayangkan protes ke pemerintah AS karena salah satu anak perusahaannya kehilangan kontrak pertahanan senilai $4 miliar --proyek pengadaan kendaran tempur ringan. C. PERANG DINGIN BUSH DENGAN ISRAEL (bersambung).. ------------------------------------------------------------ Free Web-email ---> http://mail.rantaunet.web.id Komunitas Minangkabau ---> http://www.rantaunet.com RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 =============================================== Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ATAU Kirimkan email Ke/To: [EMAIL PROTECTED] Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama: -mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda] -berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda] Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung ===============================================

