> Mullah Omar: Kami Tidak Memasung Hak Wanita
> Cairo, Kompas
>
http://www.kompas.com/kompas-cetak/0110/16/ln/kami03.htm
> 
> Pemimpin Spiritual Taliban Mullah Muhammad Omar 
> bahwa Pemerintah Taliban 
> yang dipimpinnya telah memasung hak wanita
> Afganistan, seperti yang 
> dituduhkan banyak media massa Barat.
> 
> "Itu propaganda yang menyesatkan. Kaum wanita di
> Afganistan bebas keluar 
> dengan hijab-nya (penutup seluruh tubuh-Red) ke
> jalan dan pasar, serta bisa 
> bekerja di berbagai bidang seperti menjadi guru,
> bidan di rumah sakit, dan 
> dokter," tegas Mullah Omar dalam wawancara eksklusif
> dengan majalah 
> mingguan berbahasa Arab Al Majalah edisi pekan ini
> yang diturunkan di pasar 
> mulai hari Senin (15/10) kemarin, dan dikutip
> wartawan Kompas Musthafa Abd 
> Rahman di Cairo (Mesir). Sebelumnya, hari Jumat
> lalu, harian As Sharq Al 
> Awsat-atas izin khusus Al Majalah-telah menurunkan
> sebagian lain wawancara 
> eksklusif Mullah Omar itu.
> 
> Menurut Mullah Omar, musuh-musuh Taliban dan
> Afganistan sering salah tafsir 
> memahami fenomena kehidupan di negerinya, dan mereka
> mengembuskan berita 
> provokatif serta tendensius yang mencemarkan citra
> Pemerintah Taliban.
> 
> "Kaum wanita memiliki hak-hak seperti yang
> ditetapkan ajaran agama Islam. 
> Kami tidak mencegah wanita itu belajar, namun kami
> mengatur cara mereka 
> belajar, di mana kaum wanita tidak boleh berbaur
> dengan pria dalam satu 
> ruangan belajar. Kami memang sempat mencegah kaum
> wanita itu belajar untuk 
> sementara waktu ini, karena kami belum memiliki
> gedung sekolah yang memadai 
> sebagai tempat belajar kaum wanita agar tidak
> berbaur dengan kaum pria," 
> ungkapnya lebih jauh.
> 
> Akan tetapi, lanjut Mullah Omar lagi, secara
> perlahan dan bertahap sekolah 
> khusus untuk kaum wanita mulai dibuka di Afganistan
> sesuai dengan kemampuan 
> yang ada seka-rang. "Jadi tidak benar Taliban
> mencegah kaum wanita belajar. 
> Buktinya, Menteri Urusan Listrik Taliban Ahmad Gan
> menyekolahkan dua 
> putrinya ke Universitas Hafsah di Islamabad, karena
> di universitas tersebut 
> tersedia tempat belajar yang terpisah antara kaum
> pria dan wanita. Begitu 
> juga pejabat Taliban yang lain, banyak menyekolahkan
> putri-putrinya ke 
> Pakistan," ungkapnya lebih lanjut.
> 
> Bantah militan
> Mullah Omar juga membantah bahwa Taliban menganut
> prinsip hidup sangat 
> militan dan represif terhadap rakyat Afgan. Ia
> menegaskan, Taliban tidak 
> radikal, namun rakyat Afgan pada dasarnya merupakan
> rakyat yang sangat agamis.
> 
> Tentang kebebasan pers, pemimpin spiritual Taliban
> itu juga menolak 
> anggapan adanya pemasungan kebebasan pers di
> Afganistan. "Sekarang ada 12 
> koran harian, mingguan, dan bulanan yang terbit di
> Kabul dan Kandahar. Ada 
> juga radio Syariah," ungkapnya.
> 
> Mengenai tidak adanya televisi di Afganistan, ia
> beralasan, kondisi dan 
> problema khusus yang menimpa Afganistan saat ini
> membuat pihaknya harus 
> mendaftar skala prioritas sesuai dengan kemampuan
> yang tersedia.
> 
> "Penduduk masih lebih butuh rumah, makanan, air,
> kesehatan, dan pendidikan. 
> Kebutuhan dasar dan mendesak tersebut menjadi skala
> prioritas kami saat 
> ini. Situasi darurat yang dialami rakyat Afganistan
> selama ini membuat 
> mereka berbeda dengan rakyat negara lain," katanya
> lagi.
> 
> Tentang persiapan senjata Taliban untuk membendung
> serangan militer AS, 
> Mullah Omar menyatakan, pihaknya memiliki cadangan
> senjata yang cukup untuk 
> berperang melawan AS. "Tetapi, kami tidak
> mengandalkan kuantitas dan 
> kualitas senjata, melainkan senjata keimanan yang
> tertanam pada diri kami. 
> Banyak pemuda Afgan mengungsikan istri dan anaknya
> ke tempat lebih aman, 
> kemudian mereka kembali lagi ke front peperangan
> untuk menunggu datangnya 
> pasukan AS dan sekutunya ke Afganistan," ungkapnya.
> 
> Situasi ekonomi di Afganistan, katanya, juga cukup
> baik. Bahan-bahan 
> kebutuhan pokok tersedia di pasar, dan harganya
> tidak naik.
> 
> Mengenai Aliansi Utara yang akan memerangi Taliban,
> Mullah Omar mengatakan, 
> Aliansi Utara tidak mewakili aspirasi rakyat Afgan.
> "Di tubuh Aliansi 
> Utara, ada faksi komunis seperti Abdul Rashid
> Dastum, dan ada faksi yang 
> berperang demi kekuasaan dan uang semata. Mereka
> akan mengalami nasib 
> seperti mereka yang pernah berkolaborasi dengan
> pendudukan Uni Soviet dulu. 
> Sebaliknya, ada kubu oposisi seperti kelompoknya
> Gulbuddin Hekmatyar, yang 
> menyatakan bergabung dengan kami untuk melawan
> agresor AS," ujarnya.* > 
> ---
> Outgoing mail is certified Virus Free.
> Checked by AVG anti-virus system
> (http://www.grisoft.com).
> Version: 6.0.274 / Virus Database: 144 - Release
> Date: 23/08/01
> 


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Make a great connection at Yahoo! Personals.
http://personals.yahoo.com

RantauNet http://www.rantaunet.com

Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3

ATAU Kirimkan email
Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
-mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
-berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
===============================================

Kirim email ke