|
Ndak setuju. Apa Amerika mampu? Masak menembak lalat
pake Tomahawk? Luka telah tertoreh. Taruhlah Afghanistan berubah menjadi
benua atlantis, tenggelam menjadi lautan, apa Osama ada disana?
Jangan-jangan Osama sudah ada di suatu tempat tak terlacak. Apalagi Osama
dikenal tak menggunakan teknologi apapun, dalam inner cyrcle-nya. Inilah
tabrakan antara teknologi abad XXI berhadapan dengan tongkat kayu abad
ke-7M.
Pusing menghadapi soal ini, terutama di Ina. Tak semudah
Perang Dingin, negara lawan negara. Kalau mendengar pemaparan kalangan
ekonom tentang bahaya resesi global, siap-siaplah hidup di zaman batu. Tak
hanya Afghanistan, juga Ina, juga USA.
Yang aku ngeri, yang nanti akan ditabrak oleh pesawat
atau aksi-aksi bunuh diri bukan lagi simbol kapitalisme dan militer USA,
melainkan ladang-ladang minyak di dunia Arab. Siapa yang bisa menduga,
karena anak buah Osama juga Arab. Yang akan terjadi, krisis energi global.
Dan negara-negara industri akan kehabisan minyak, mesin-mesin berhenti,
harga minyak melambung tinggi.
Siapa bisa menduga? Untuk itu, bisa "dimengerti" sikap
sebagian dunia Arab yang mengutuk serangan Inggris-USA, selain mengutuk
terorisme. Ingat, Osama termasuh trah biru di dunia Arab. Ia mampu
merekrut bilyuner-bilyuner baru Arab, yang selama ini juga diciptakan oleh
kapitalisme ala USA.
Saya percaya, ini perang akan lama.... Dan saya tak bisa
lagi membayangkan, apa dampaknya kepada Indonesia. Ini bukan persoalan
main-main.
makanya, sampai kini saya belum mampu diyakinkan oleh
logika dibalik serangan besar-besaran USA atas Afghanistan. Terlalu cepat
serangan itu, sebelum dunia diyakinkan bahwa Osama benar-benar pelaku
kekejian di WTC-Pentagon. Bahkan Dewan Keamanan PBB pun bersidang pasca
penyerangan USA-Inggris. Pukul dulu, urusan belakangan, yang di kalangan
sebagian ummat Islam Ina juga dogolongkan sebagai pola sama terorisme.
Ya, udah, sebaiknya berdoa saja, sekalipun Jol van Japan
tak suka aku berdoa. Tapi mo apalagi?
Selamatkan dunia ini, ya
Tuhan...............
ijp
From: Ivan Haidar <[EMAIL PROTECTED]>Date: Fri Oct 12, 2001 3:30
amSubject: Solusi Terbaik untuk Bin
Laden |
Daripada menempuh jalan perang, saya kira, ini
penyelesaian terbaik untuk Amerika dalam mengatasi
Osama bin Laden. Perang hanya akan membawa kebencian
yang tak aka selesai-selesai. Ada yang menawarkan
demikian:
"Osama Bin Laden:
Killing him will only create a martyr. Holding him
prisoner will inspire his comrades to take hostages to
demand his release.
Therefore, I suggest we do neither.
Let the Special Forces, Seals or whatever covertly
capture him, fly him to an undisclosed hospital and
have surgeons quickly perform a complete
sex change operation. Then we return her to
Afghanistan to live as a woman under the Taliban."
Kayaknya, ide mengoperasi kelaminnya dan menjadikannya
seorang perempuan lalu mengirimkannya kembali ke bawah
rejim Taliban adalah solusi yang jauh lebih murah,
efisien, dan tidak membawa banyak korban. Iya kan? :)
:) :)
-IH
|