|
----- Original Message -----
From: ijp
Sent: Tuesday, October 16, 2001 3:17 PM
Subject: Re: (No Way) Solusi Terbaik untuk Bin Laden: Re --- In [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
wrote:
> > Ijp, gua kagak ngerti sebenarnya berita di Indonesia itu gimana seh. > Di sini kok rasanya beda sekali. > Di sini dikatakan bahwa usaha untuk menangkap OBL + orang-orang Al- > Qaida itu tidak mudah. Kenapa? Karena: > 1. mereka pun tidak tahu persis di mana OBL itu bersembunyi > 2. mereka itu bukan nyamuk:-) tapi teroris bersenjata, terlatih, ter > organisasi, menguasai medan > 3. operasi penangkapan OBL secara langsung oleh pasukan elit, sangat > bisa berisiko gagal dan malah mengakibatkan korban yang terlalu > banyak, terutama dari pihak Amerika dan Inggris. lha,gimana bisa, Jol?
1. Kalo ndak jelas OBL itu ada dimana, kenafa tanah
Afghanistan ditanamin bom-bom berdaya ledak tinggi? Mo nangkap tikus di lumbung
padi, eh lumbung padinya dihanguskan. Ini mirip orang frustrasi.
2. Teroris? Terlatih? Terorganisir? Menguasai Medan (Bukan
Pakanbaru)? Gila, Jol. Seluruh perbendaharaan "ter" eloe, dari media sono,
keluar ya? Gue justru makin bingung dengan gambaran serba wah itu. Malah makin
ngeri, kalau memang OBL cs begitu wah-nya.
3. Nah, kebukti, kan, alasannya justru mengandung nada
pengecut. Bilang aja ndak berani. Kalau memang USA en Inggris ndak mau jatuh
korban (lagi) di pihak mereka, kenapa mereka tega mengorbankan penduduk tak
berdosa akibat pelor nyasar? ("Pelor nyasar" ini mirip dengan argumen pihak TNI
ketika menembaki rakyat!!!!)
> > Nah karena alasan-alasan seperti di atas, buat gua yang orang biasa > saja mudah mengerti bahwa serangan udara kemarin tsb adalah serangan > awal untuk melumpuhkan kekuatan militer Taliban dan OBL dulu. Sekali > gus mental mereka. Setelah Amerika dan Inggris yakin bahwa sebagian > besar kekuatan militer Taliban + OBL hancur dan/atau tidak berfungsi > Amerika merencanakan untuk melancarkan perang darat dibantu oleh > serangan udara dari helikopter. Dikatakan pula bahwa untuk menghindari > korban dari pihak Amerika dan Inggris sekecil mungkin mereka akan > mengerahkan pasukan elitnya. Tapi kapan dan dari mana serangan itu > akan dimulai tidak/belum diketahui. Ini strategi yang sangat keji. Bukti kemunafikan USA dengan
seluruh propaganda perdamaiannya. Makin gue berpikir tentang perang yang
dikobarkan oleh USA, dan melihat peluru nyasar, lalu melihat nada bicara
petinggi-petinggi USA, makin gue merasa bahwa misi ini sudah keluar dari skema
awal: anti OBL. USA telah gagal dengan missinya di Afghanistan. Seandainyapun
Taliban dan OBL berhasil dilumatkan, tetap saja fakta ini tak bisa dibantah:
betapa banyak jatuh korban atas serangan USA itu.
> > Saya juga tidak mengerti dengan istilah nyamuk lumat. Jika yang di > maksud melumpuhkan militer Taliban + OBL secara total, saya bisa > mengerti. Karena di sini diberitakan demikian bahwa target Amerika > dan Inggris adalah melumpuhkan kekuatan dan kekuasan Taliban. Kenapa? > Karena: > 1. supaya operasi penangkapan OBL cukup aman > 2. ikut melumpuhkan dan/atau menggulingkan kekuatan dan kekuasaan > Taliban, karena Taliban melindungi OBL + Al-Qaida. Jelas, Taliban dan OBL hanyalah nyamuk. Buktinya tak bisa
menjatuhkan satupun pesawat milik USA. Nyatanya tak bisa melancarkan serangan
balasannya ke USA. Wabah Antrax yang katanya juga bukti terorisme OBL, dikatakan
oleh sejumlah ahli sebagai "epidemi yang bisa bangkit kapan saja". Virus Antrax
tak mati, sekalipun dikubur bertahun-tahun. Ingat, banyak sekali penyakit,
virus, atau yang mengenai tanaman berasal dari Amerika Latin, juga dari Inggris.
Mo sapi gila, etc, kek, berasal dari Inggris. Ini gimana: sedikit-sedikit
dihubungkan dengan OBL-Taliban, persis kayak Orba berpikir: sedikit-sedikit kena
"Islamo en Komunisto Phobia".
1. Bagaimana bisa aman, kalau seluruh tempat sudah
dibombardir? Gimana bisa aman, kalo OBL sendiri tak diketahui? Jol, ajarin lagi
gue berpikir matematis dan silogis ala eloe. Eloe sendiri yang bilang,
berdasarkan media sana, OBL itu tak jelas keberadaannya.
2. Ya, politik domestik lalu sejajar dengan politik global
USA. Satu kombinasi yang salah kaprah. Ini bukti disfungsi lembaga-lembaga
internasional. Ini bukti penyelesaian lewat diplomasi tak lagi dupentingkan.
Hadjar dulu, urusan belakangan.
> > Yang jadi pertanyaan, mungkin. > 1. Jika Taliban sang nyamuk:-) lumat apakah Afghanistan juga ikut > lumat? Jawabnya, belum tentu karena apa? Simple saja. Karena orang > Afghanistan itu bukan terdiri dari Taliban saja. Bahkan ada kekuat > an lain, seperti Aliansi Utara yang memang selama ini berseteru > dengan Taliban. 1. Jol, eloe naif banget. 90% infrastruktur militer dan
pemerintahan di Afghanistan sudah hancur. bagaimana bisa pemerintahan bekerja,
dengan kehancuran itu, dan kemudian kemungkinan perang saudara yang terus
berlanjut di Afghanistan? Taruhlah Aliansi Utara berkuasa, apa jaringan OBL tak
akan merongrongnya, akibat dendam masa kini? USA seakan ingin di Afghanistan tak
ada perdamaian, dan malah mengabadikan konflik.
> 2. Bentuk kekuasaan atau kekuatan macam mana yang sebaiknya setelah > Taliban hancur? > Di sini dikatakan Amerika dan Inggris pun tidak mau kalau Taliban > yang sebagaian besar beretnik Pasthun dan dekat dengan Pakistan > sama sekali dihancurkan atau dikucilkan. Karena apa? Karena: > 1. Secara populasi etnik Pasthun itu cukup signifikan kalau bukan > boleh dikata mayoritas. > 2. Selama ini Pakistan yang banyak seetnik Pasthun dengan Taliban > adalah pendukung utama Taliban. Kalau Taliban hancur atau hilang > dari perederan kekuasaan begitu saja. Tentu akan mencoreng muka > Pakistan. Bahkan bisa menggoyahkan Pakistan sendiri. Akibatnya > akan membuat stabilitas reginonal di sana makin kacau-balau. 2. Penjelasan eloe inilah yang juga gue baca dari sejumlah
argumen dari USA. Ini tak menggeser argumen "pemeliharaan konflik" di
Afghanistan pasca Taliban. Apa yang ingin diharapkan dari pemboman ini oleh USA?
Apa sih maunya?
> > > Justru pertarungan ini memancing emosi banyak jiwa-jiwa > >yang kehilangan idolanya, terutama dalam kelompok-kelompok Islam. > > Ini juga saya tidak bisa mengerti sama sekali. > Yang mengidolakan siapa yang disalahkan siapa? Jelas, Jol. Gue balik aja: yang bersalah siapa, yang dihantam
siapa. USA sama seklompok-kelompok anti USA di sini sama kanak-kanaknya. dan
yang paling kanak-kanak adalah Amerika, yang memakai seluruh kekuatannyauntuk
membuburkan Afghanistan.
> > >Yang mungkin tak diikuti oleh para pecinta grand theory (seperti > Fukuyama itu) adalah persoalan-persoalan mikro, katakanlah psikologi > umat manusia. banyak sekali ummat Islam yang moderat di Indonesia, > terutama lapisan mudanya, yang beralih memberikan simpati dan > empatinya atas Afghanistan, sekarang ini. Padahal, kelompok musa > Islam ini termasuk kritis atas kelompok-kelompok seperti Laskar > Jihad, FPI, dllnya. OK, dalam satu sisi itu bisa dikaitkan dengan > perebutan wacana politik nasional, untuk memperkuat basis konstituen > guna merebut kemenangan dalam Pemilu 2004. Tetapi di sini lain, lebih > pada persoalan kemanusiaan. > > > > Saya juga tidak bisa memahami mata-rantai logika pada paragraf di > atas. > > 1. Apa hubungannya antara Fukuyama dengan serangan udara Amerika dan > Inggris kemarin. Lebih spesifik lagi dengan ketidakmauan Amerika > dan Inggris untuk langsung saja menggukan pasukan elite untuk > menangkap OBL? 1. Jelas, Jol. Dominasi West, dengan gaya wild-wild west.
Bahwa Timur sudah berakhir. Bahwa Islam adalah ekstrimis, jahiliyah. Bahwa OBL
adalah representasi dari heroisme baru di kalangan ummat Islam, terutama
anak-anak mudanya. Bahwa agar OBL tak terus berkembang menjadi Superman, maka
dikirimlah Rambo-rambo yang takut perang darat ke Afghanistan. Fukuyama adalah
teoritikusnya, sedangkan pasukan-pasukan USA adalah tikus-tikusnya.
> 2. Apa hubungannya antara Fukuyama dengan umat Islam Indonesia? > Wong dia berbicara untuk publiknya di Amerika sana, kok kita yang > sewot. Kita (orang Indonesia)lah yang membicarakan, mengutip, dll > kata-kata Fukuyama untuk kepentingan kita sendiri -- yang Fukuyama > sendiri sangat bisa jadi tidak tahu-menahu --, bukan sebaliknya. 2. Fukuyama bicara soal Islam. Publik Islam terbesar ada di
Ina. Ini jelas berhubungan. Dan bukan hanya Fukuyama. Banyak intelektual
begituan. Menyebalkan.
> 3. Mengapa pertengkaran antar kelompok yang berebut kekuasaan di > Indonesia, termasuk untuk kepentingan pemilu misalnya, harus ditim > pakan kepada Fukuyama atau Amerika atau OBL atau Taliban sekalipun. 3. Hm, eloe naif, Jol. Apa benar serangan Bush ke USA juga
terlepas dari kampanye mendapatkan dukungan rakyat USA? Tak ada negara-negara
yang benar-benar independen, dalam menggunakan apa yang berkembang diluar untuk
kepentingan domestiknya. Lagian, point gue bukan ini, melainkan sekedar
"penjelasan" bahwa kritisisme terhadap Laskar Jihad etc oleh kelompok-kelompok
muda Islam Ina sedikit mengendor, karena perang irrasional yang dilancarkan oleh
USA terhadap Taliban. Jelas, secara geo-politik, ada hubungan sebab-akibat
antara apa yang terjadi di Ina dengan di dunia.
> 4. Lebih pada persoalan kemanusiaan? > Kemanusiaan apa lagi? Makin tidak paham saya? > 4. Kemanusiaan, kemanusiaan. Simpati yang diarahkan kepada
anak-anak Afghanistan, dan bukan kepada rezim Taliban. Tapi jelas, ketika
ungkapan kemanusiaan diarahkan kepada anak-anak Afghanistan, rezim Taliban
memungut "berkah"-nya. Serba dilematis, tetapi tetap saja persoalan kemanusiaan
pantas didahulukan. Taruhlah "hanya" sepuluh orang Afghanistan, yang bukan
militer Taliban atau bukan anak buah OBL, yang mati. Apa nyawa itu tak ada
harganya? OK, aku mengutuk tragedi WTC, karena korbannya yang banyak. Tetapi apa
aku tak boleh mengutuk USA karena makan korban yang sedikit? Persoalan nyawa
bukan soal jumlah, Jol, ini yang eloe harus tahu. Dan USA jelas-jelas terbukti,
faktual, membunuh kalangan sipil Afghanistan. Padahal, Afghanistan perang
"melawan terorisme". Kalo USA menyatakan perang kepada Afghanistan, OK. Tapi
harus jelas, dong. Jangan rancu: membunuh penduduk Afganistan, lalu minta maaf,
atas nama "peluru nyasar".
> > > Silakan eloe gali lagi pengalaman masa kecil eloe. > Silakan eloe kembali ke era TV hitam-putih, ketika terjadi perang di > Argentina antara Inggris-Argentina dalam soal Malfinas. Silakan > tanyakan ke pengalaman masa kecil itu: you memihak siapa? > > > > 1. Apa hubungannya perang Malfinas dengan serangan udara Amerika ke > Afghanistan sekarang? 1. Hanya mengingatkan I van Haidar. bahwa perang, dikalangan
anak-anak kecil, membawa serta kepahlawanan, juga kepecundangan. Apa eloe pikir
anak-anak Islam, termasuk anak-anak muda dari kelompok kritis, tak menggunakan
alam bawah sadarnya ketika melihat perang? Di tengah anak-anak yang kehilangan
idolanya, tingga satu dua pengajian untuk menyatakan seseorang sebagai idola,
dan itulah OBL. Ini yang gue maksud dengan memikirkan soal-soal kecil.
> 2. Apa hubungannya antara keberpihakan di masa kecil dengan keberpi > hakan kini setelah dewasa? 2. Anak kecil gampang untuk diindoktrinasi. Apalagi di
organiosasi-organisasi militan. Ibu-ibu di Aceh sudah mendendangkan "Hikayat
Perang Sabil" terhadap kelompok "si Pa'i", dan merekalah nanti berperang dengan
bekal ideologis yang cukup dan tak tergoyahkan. Apa bukan itu yang terjadi
dengan USA, yang "gemar" perang? Albert Einstein juga pernah bilang begitu,
betapa anak-anak USA suka sekali bergaya suku-suku Indian, lalu perang-perangan,
padahal suku-suku Indian sudah kehilangan basis sosial-politiknya di
USA.
> > Saya juga nggak mengerti bagaimana isi berita di Indonesia. Di sini > diberitakan: Justru itulah yang ditakuti dari terorisme internasional > radikal macam OBL dan Al-Qaida tsb. Karena apa? Karena: > 1. terorisme internasional radikal macam OBL + Al-Qaida itu tidak > mengenal batas-batas negara, di mana saja bisa mereka lakukan. > Makanya banyak negara yang setuju dengan Amerika untuk memberantas > terorisme tsb. Dan menjadikan pemberantasan terorisme internasional > tsb sebagai wacana internasional. > 2. terorisme internasinal radikal tsb benar-benar ingin melumpuhkan > negara/pemerintahan yang diserangnya tsb tanpa mengenal batas-batas > kemanusian sama sekali. Nah, ketakutan itulah yang dipelihara USA. Itu kalau benar OBL
cs punya kemampuan seperti yang ditunjukkan di WTC. Ibarat anda menembak sebuah
sarang nyamuk super, ketika sarangnya diserang, nyamuk itu akan terbang
kemana-mana, lalu menggigit tengkuk anda. Tapi apa benar OBL cs punya kemampuan
begitu? Kalau benar, lalu diperangi, akan ada WTC II, WTC III, dan seterusnya.
Kalau OBL cs tak punya kemampuan, nah untuk apa membombardir Afghanistan?
> > Hal di atas justru malah memperkuat argumentasi untuk menghancurkan > terorisme internasional seperti OBL + Al-Qaida sampai ke akar-akarnya. > Bukan sebaliknya untuk memperkuat argumentasi mendukung OBL + Al-Qai > da. > Gue sejak awal tak pernah seincipun mendukung Taliban,
termasuk ketika pers Islam di Ina pernah mengidolakannya, juga ketika USA
mendukungnya. Yang gue tulis, hanya membuat opini banding atas opini yang
berkembang. Tak ada hubungannya dengan nasionalisme, dengan gue sebagai orang
Islam, dengan gue sebagai apa. Ini hanya diskusi soal: benarkah dan bisakah
dibenarkan dengan logika -- dan ukuran kemanusiaan -- serbuan USA ke
Afghanistan? Menurut gue, nggak bisa. Masih jauh dari rasio. Yang dilakukan USA
adalah mengubur kemanusiaan. Makanya tak pantas itu Kofi Anan dapat hadiah Nobel
Perdamaian. Lha, dia mendukung perang, bagaimana bisa dapat hadiah Nobel?
> > > > Opo iki ndak berbahaya? Yang dipertaruhkan adalah masa > depan dunia ini. > > > > Justru OBL yang mempertaruhkan masa depan dunia. Belum ada bukti, Jol van Japan. Kalaupun ada "bukti" berupa
kamp-kamp latihan "teroris", toh bukti itu dihancurkan oleh USA. hanya sebuah
kamp, dan bukan senjata nuklir -- seperti dituduhkan ke Sadam Husein --. Menurut
gue, justru nuklir yang harus dihancurkan dari muka bumi, tetapi kan USA menolak
protokol Tokio tentang pembatasan senjata nuklir? Yang terbukti menghancurkan
dunia adalah nuklir, juga bom atom, dan itu kan ada di USA. Pakistan juga punya,
juga India, tetapi kedua negara ini kan juga "bandel" karena USA tak membatasi
persenjataannya. Irak sudah dilucuti. Bagaimana bisa anda menjaga perdamaian,
mencegah perang, ketika anda memegang nuklir di tangan anda, serta terus
mengembangkan senjata-senjata pembunuh umat manusia?
> > > Tapi kalau memang OBL tak punya kemampuan, tentu > serangan USA atas Afghanistan merupakan tanda tanya besar. Pembumi- > rataan fasilitas-fasilitas tempur OBL, yang dikatakan sebagai arena > latihan para teroris, apa bukan demi menutupi jejak? Bukan hanya > menutupi jejak, tetapi upaya menghilangkan bukti. Miriplah dengan > yang dolakukan penjahat ekonomi Ina yang membakar arsip BPKP. > > > > Tanda-tanya apalagi? Wong Amerika itu nyerang Afghanistan karena > Taliban nyata-nyata tidak mau menyerahkan OBL untuk diadili. OBL mau menyerahkan ke negara netral, USA nolak. USA yang
duluan nyerang, padahal lembaga-lembaga internasional belum bekerja. Belum ada
sidang-sidang di PBB, atau Mahkamah Internasional. Belum ada delik hukum yang
sesuai dengan perjanjian internasional. Pakistan juga masih sedang negosiasi
dengan Taliban. Lalu USA duluan nyerang. Gimana menjelaskan logika ini,
Jol?
> > > Kita tak tahu, bagaimana persisnya Afghanistan itu. > Kita mungkin terpukau dengan ulasan media, tetapi media juga syarat > propaganda. Gue ikuti koq pikiran-pikiran liar di kalangan orang > Amrik sendiri, di sebuah milis mereka, dimana update berita, > sekaligus ulasan, dari media USA banyak sekali, melebihi prols. > Banyaklah milis ginian di yahoogroups. > > > > Media itu bias itu biasa. Seperti juga tulisan elu atau gua atau > siapa saja. Yang penting adalah mengkritisinya saat membacanya. > Kalau ada kira-kira meragukan tanya atau cari infromasi dari sumber > lain. > Gue justru ingin mengkritisi, dengan ke-"bias"-an gua juga.
Ini biasa. Karena gue ragu atas "hak" USA menyerang Afghanistan, maka gue
mengutuknya.
> Media Amerika sangat bisa jadi bias. Tapi itu sama sekali tidak bisa > dijadikan justifikasi supaya katakanlah media Islam itu boleh bias. > Kalau mau bias, biaslah. Tapi jangan cari-cari alasan dengan menyalah > kan atau membawa-bawa orang lain seperti karena si B itu A maka kita > pun A. Media Islam bias, silakan. Gue ndak membenarkan. Ndak ada
hubungannya dengan gue. Tulisan gue juga jarang muncul di pers Islam Ina. Nulis
sekali di Sabili, eh, langsung diblokir esok-esoknya karena gue bekerja di
lingkungan "non Islam".
> > > Makanya, berdoa saja. Indeks dowjones turun minus 7, > terburuk sepanjang sejarah (dalam PD II hanya sampai minus 3). Resesi > ekonomi mengancam. Duh, Indonesia......................... > > > > Oleh karena itu mari kita kutuk Amerika satu kali dan kita kutuk OBL > seribu kali. Ndak setuju: Gue kutuk USA 1000 kali, dan kutuk OBL 1000 kali
juga. Dosa keduanya sama. Yang paling jelas, dosa USA, membunuh penduduk
afghanistan atas nama kebenaran. Sedangkan dosa OBL, silakan dibuka filenya oleh
USA. Yang gue heran, sampai sekarang belum jelas berapa sebenarnya korban WTC,
lalu siapa-siapa saja yang terhubung dengan OBL, rekening siapa saja yang
ditutup. Lalu kenapa orang-orang yang "pernah berhubungan dengan OBL" itu tak
diperiksa, termasuk raja Fahd? Kan OBL family yang merehab itu Ka'bah, dan
bangunan-bangunan di Saudi? Periksa juga USA, karena pernah berhubungan dengan
OBL. Tutup juga rekening-rekening milik orang-orang USA yang (mungkin) pernah
menjual senjata-senjata berat ke OBL dan Taliban. Kenapa hanya yang 'bernama
Arab"? Makin bego gue, kalau mencoba memahami apa yang dikampanyekan USA. Atau
gue memang tak tahu apa-apa?
> > > IJP > > (Gue fw ke Prols, biar Kimhook baca) > > Gua boleh baca kagak? Boleh. Nanggapin juga boleh. Marah juga boleh. Ngebom email
juga boleh. Asal jangan nuduh. Gue nggak suka dituduh, suer.
>
> Ojolalik. ijp
(Gue kopi juga ke prols, biar Kimhook
baca)
|

