Sanak fendi KOTO yth,
Ambo tertarik ka buku filsafat "Ambo Urang Awak". Filsafat nan turun dari
kakek/nenek ka mamak, lalu ka kamanakan. Kakek nenek yang dipercaya sampai
ka nabi Adam.
Baa caro pamasanannyo. Ambo tingga di Jakarta.
Salam,
Muchlis Hamid
----- Original Message -----
From: "fendi KOTO" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Cc: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Tuesday, December 04, 2001 8:53 PM
Subject: [RantauNet] Sorry : [tawaran buku filsafat tarakhir di list iko]


> Assalamu'alaikum,
>
> Resensi: "Ambo urang awak"
>
>        Adat alam Minangkabau yang dimaksud dalam buku filsafat "Ambo urang
> awak"
> sama sekali bukan saja adat dalam bentuk seremoni atau yang dipraktekkan
> oleh urang minang sehariannya sekrang ini, mekipun ungkapan kata, pepatah
> dan
> petitih, serta bentuk-bentuk sikap yang masih dipelihara dalam upacara
adat
> masih tidak berubah dari yang orisinilnya. Adat Alam Minang yang
sebenarnya
> yang
> lebih dikenal dengan nama "Adat yang sebenarnya Adat" sekarang ini telah
> lenyap dari kesadaran pemakainya, sehingga yang terpakai kini tidak lebih
> sekedar adat-istiadat, yang sama maknanya dengan "tradisi buta", bercampur
> dengan
> penyesuaian yang terjadi akibat pengaruh budaya barat dan arab serta cina.
>
>        Adat Alam Minang yang asli, adalah Adat Pusaka Kita, pusaka yang
> diterima
> dari nenek/kakek yang diteruskan ke mamak, selanjutnya ke kemenakan. Yang
> dimaksud dengan nenek/kakek (orang tuo saisuik) disini tiada lain adalah
> Nabi
> Adam AS. Asal usul inilah yang menjadikan adat ini adat Alam, adat
> Bumiputera,
> adat manusia yang dilahirkan dimuka bumi ini. Maka inilah pusaka umat
> manusia minang, tanpa membedakan warna kulit, daerrah, kelahiran ataupun
> juga macam
> ragam kepercayaan. Adat ini dititipkan Tuhan sekalian alam dalam sebuah
> Museum Hidup, dimana rakyat Sumatera Barat ini tanpa sadar telah berlaku
> sebagai
> penjaga, menunggu waktu.
>
>        Sebagai warisan Adam, yang bukan saja manusia pertama, juga nabi
dan
> rasul, merangkap khalifah Tuhan, maka dengan sendirinya seluruh ajarannya
> sesuai
> dengan kitab suci agama. Inilah yang dimaksud dengan "Adat bersendi
> Kitabullah, yakni kitab-kitab suci yang diturunkan oleh Allah yang
> dipercayai oleh
> umat Islam. Bukankah karena alasan inilah makanya orang Islam diwajibkan
> percaya kepada seluruh rasul dan seluruh kitab suci yang ditingggalkannya?
> Apakah
> ada orang Islam yang mengaku beragama Islam yang mematuhinya. Bagaimana
> mungkin dapat jadi orang beragama , sekira hanya percaya setengah-setengah
> (artinya
> tidak mengetahui Injil, Zabur atau Taurat). Dan ini pula dasarnya kenapa
> dikatakan "Syara' mengata, Adat memakai", yang maksudnya agama formal
> tahunya
> hanya menyebutkan, tetapi adatlah yang memakai dalam praktek sehari-hari.
>
>        Banyak orang minang yang mengaku orang minang tapi tidak tahu
maksud
> adat
> minang yang sebenarnya, sehingga boleh dikatakan telah tercerabut dari
> akarnya sehingga layu. Makanya, orang minang yang telah keluar dari adat
> yang
> sebenarnya boleh dikatakan orang minang yang sudah Melayu.
> Buku ini juga memperjelas beda antara karakteristik orang yang
> individualist, egoist, materialist, separatist, rasis, dan sebagainya
dengan
> orang
> alam, cosmopolitant, universalist dan Theis.
>
>        Inilah gambaran singkat tentang Buku filsafat "Ambo urang awak"
yang
> ditulis oleh Miral Manan, seorang pensiunan kantor gubernur Sumbar sejak
> periode
> gubernur Sumbar pertama sampai periode Durin. Sehingga Azwar Anas dan
Harun
> Zein sangat menghargai karyanya, terbukti dengan perkantoran dan pertokoan
> di
> Sumbar yang beratap gonjong semua (gonjongnisasi), yang mempunyai makna
> penting bagi seorang yang mengaku orang minang. JUga mantan dosen di APDN
> dan ASKI
> Padang Panjang jurusan Budaya.
>   Dan bukanlah orang Minang, bila hanya bisa mengumbar janji dan bersikap
> egois, rasis, suka membeda-bedakan pangkat atau kedudukan sesama minang.

>   Sengaja saya tulis sekilas resensi buku ini, karena ini kali terakhir
saya
> menawarkan buku tersebut bagi anggota RN dimana saja pun berada. Kebetulan
> buku ini merupakan sisa dari penjualan pada waktu Padang Fair di TIM,
> Jakarta.
> Sehingga jumlahnya cukup terbatas (sekitar 50 buku).
>    Dan buat mak Ajoduta Mardin, yang katanya mau pesan 10 buku, sampai
> sekarang belum kelihatan responnya. Begitu juga dengan angku Bandaro, yang
> juga
> sudah saya tawarkan untuk mengelola penjualannya, juga tidak respon.
> Sehingga,
> berdasarkan isi buku ini saya bisa menyimpulkan karakateristik mamak-mamak
> ambo iko, yang tidak perlu saya perjelas secara mendetail.
>
> Cuma segitu dulu, salah dan janggalnya saya mohon maaf pada semua anggota
RN
> ini.
>
> Wassalam
>
> fendi KOTO
>
>
> --
> Sent through GMX FreeMail - http://www.gmx.net
>
>
> RantauNet http://www.rantaunet.com
>
> Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
> ===============================================
> Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
> http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
>
> ATAU Kirimkan email
> Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
> Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
> -mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
> -berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
> Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
> ===============================================
>


RantauNet http://www.rantaunet.com

Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3

ATAU Kirimkan email
Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
-mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
-berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
===============================================

Kirim email ke