Indra emosi eh..eh. JD
> Catatan: > Kampanye Urang Pasisie berhasil. Ha..ha..ha. Ya udah, bubarin aja nih negara, kalau politikusnya kayak gini. Sumbar koq nggak disebut? Kan Gubernurnya juga orang Golkar? Apa memang benar, gubernur itu representasi aspirasi penduduk? Apa benar penduduk bersedia membela para bandit, maling, pancilok? > Nggak Gus Dur, Nggak Habibie, Nggak orang-orang Golkar, sama saja. Sedikit-sedikit: MERDEKA!!! Ya, udah, merdeka ajalah.... > > Kacau.... > AKU SETUJU PEMBENTUKAN PANSUS BULOG II. Malu aku pernah masuk HMI, kalau aktifis HMI kayak gini!!! > > ijp > > > ============= > > > > SUARA PEMBARUAN DAILY > -------------------------------------------------------------------------------- > > Amien Minta Bentuk Pansus Buloggate II > > Golkar Khawatir 16 Provinsi Lepaskan Diri > JAKARTA - Ketua DPP Partai Golkar Mahadi Sinambela mengkhawatirkan terjadinya >disintegrasi bangsa, jika DPR ngotot membentuk Panitia Khusus (Pansus) Buloggate II, >khususnya berkaitan dengan dugaan keterlibatan Golkar dan Akbar Tandjung. Pansus itu >bisa membuat 16 provinsi melepaskan diri dari Indonesia. > > Sebaliknya, Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional yang juga Ketua MPR, Amien Rais, >Rabu (5/12), meminta dengan sangat agar DPR segera membentuk Pansus Buloggate II. >Desakan itu muncul karena ia melihat penyelesaian kasus dana nonbujeter Bulog sebesar >Rp 54,6 miliar secara hukum, makin berbelit. > > Tentang kekhawatirannya itu, Mahadi Sinambela, Rabu sore, mengatakan kepada wartawan >di DPR/MPR bahwa 16 provinsi, sebagian besar di Indonesia Timur, saat ini, dipimpin >gubernur dari Partai Golkar. ''Jika pansus dibentuk dan akhirnya diputuskan bersalah, >kan Golkar harus bubar. Lalu, atas legitimasi apa, gubernur itu memimpin provinsinya?'' tanya Mahadi. > > Enam belas provinsi yang disebutkan Mahadi itu, empat di Kalimantan, lima di >Sulawesi, dua di Maluku, ditambah Irian Jaya (Papua), NTB, NTT, Riau, dan Aceh. >''Karena itu, serahkan saja pada proses hukum, bukan politik karena dampaknya akan >lain,'' kata Mahadi, yang menekankan kembali, jika Golkar dibubarkan, sulit menjaga keutuhan Indonesia. > > Ia juga mengungkapkan, provinsi yang disebutkan itu dikhawatirkan bergejolak, ingin >memisahkan diri. Namun, ungkapan kekhawa-tiran itu berbeda dengan ancaman mantan >Presiden Abdurrahman Wahid yang mengemukakan hal serupa, ketika menghadapi Pansus >Buloggate dan Bruneigate, sekitar setahun lalu. ''Karena itu lebih riil, ada massa Golkar yang cukup signifikan di 16 provinsi tersebut,'' katanya. > > > Desakan > > Berkaitan dengan pemeriksaan kasus dana Bulog itu, Amien Rais di DPR/MPR, >mengatakan, ''Saya nyatakan setegas-tegasnya, saya mohon Pansus Bulogate II >dipercepat diadakan, supaya persoalan lekas clear, tidak menimbulkan fitnah, dan >rakyat dapat tenang.'' Namun, ketika ditanya, apakah Akbar Tandjung sebagai Ketua DPR harus mundur, Amien hanya berkomentar, hal itu terserah kepada Akbar sendiri. > > Yang jelas, katanya, DPR tidak boleh mundur lagi dalam membahas dan membentuk Pansus >Buloggate II . Amien menilai, aparat penegak hukum yang ada sekarang tidak lagi bisa dipercaya. ''Hanya mubeng-m ubeng (berputar-putar), njlimet (berbelit) dan makin seperti belantara rimba yang tidak karu-karuan ,'' kata Amien dengan gaya bahasa khasnya. > > Pernyataan Megawati yang meminta penuntasan kasus penggunaan dana nonbujeter Bulog, >kata Amien, j uga menunjukkan pandangan yang sama dengannya, yakni melihat Jaksa Agung jalan di tempat. Kasus dan a nonbujeter Bulog, sudah sangat jelas. Hanya persoalannya, pihak Kejaksaan Agung tidak tegas. ''De ngan kondisi seperti itu, kasihan rakyat yang terus dibohongi,'' katanya. > > Sementara itu, Akbar Tandjung menyatakan, tidak tahu-menahu, ketika menjawab >pertanyaan wartawan, Rabu siang, soal tidak adanya penyaluran sembako yang dilakukan Yayasan Raudlatul Jannah. > > Kamis (6/12) siang, rapat Bamus kembali digelar dan telah disepakati usul >pembentukan Pansus Bulo ggate II dibicarakan sebagai agenda pertama. Usul itu, dua kali mentok di tingkat Bamus akibat ganj alan anggota Fraksi Partai Golkar (FPG). Pada pembahasan pertama, Kamis (22/11), anggota FPG memper soalkan belum semua anggota DPR menerima materi usulan dan menganggap belum memenuhi Peraturan Tata Tertib (Tatib) DPR Pasal 156. > > Pada Bamus kedua, Rabu (28/11), FPG kembali mengganjal dengan mempertanyakan >keanggotaan Bamus, y ang masih berdasarkan Tatib DPR lama, yang seharusnya disesuaikan. Ganjalan itu efektif dan membuat Bamus menunda membicarakan usul pembentukan Pansus Buloggate II hingga rapat Bamus berikutnya, Kam is ini. > > > Mutlak Diperlukan > > Di Yogyakarta, pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof Dr Afan >Gaffar MA berpen dapat, Pansus Buloggate II mutlak diperlukan. DPR harus bersikap adil karena pernah membuat Pansus Buloggate I, yang melibatkan KH Abdurrahman Wahid dan juga agar permasalahannya jelas. > > Afan mengatakan kepada Pembaruan, Kamis pagi, tidak ada pilihan lain, kecuali DPR >harus membentuk Pansus Buloggate II yang melibatkan Ir Akbar Tanjung dan penggunaan yang Rp 40 milyar. > > Tentang nasib Partai Golkar pasca-Buloggate II, katanya, masih belum bisa diprediksi >karena sanga t tergantung pada hasil pemeriksaan terhadap Akbar Tandjung. Namun, sebaiknya Partai Golkar harus a mbil inisiatif dengan tidak menghalangi pembentukan pansus. > > Justru Golkar harus proaktif, ini bukan soal balas dendam atau apa. Yang jelas, >masalah itu sanga t berkaitan dengan masa depan Partai Golkar. Dengan bertindak proaktif, ikut mendorong terbentuknya pansus, paling tidak tampak ada iktikad baik dari Partai Golkar untuk mencari kejelasan mengenai k asus KKN yang melibatkan partai berlambang pohon beringin itu, katanya. > > Terlibat-tidaknya Partai Golkar, tentu sangat bergantung pada hasil pemeriksaan >terhadap Akbar Ta ndjung. Apakah itu akan dipertanggungjawabkan selaku Menteri Sekretaris Negara atau memang Golkar y ang menggunakan. "Terlibat-tidaknya Partai Golkar dalam kasus itu, Akbar Tandjung yang paling tahu, " kata Afan Gaffar. > > Jalan keluar agar kehidupan parpol-parpol di Indonesia sehat, harus ada yang >mempelopori untuk me nciptakan langkah dalam tradisi kepartaian yang sehat. Caranya, tiap-tiap partai harus berani memul ai dengan kehidupan yang berpijak di atas dasar aturan secara benar, bukan pada kekuasaan dan kewen angan, kata Afan Gaffar. > > Sementara itu, dari Surabaya, pengamat politik FISIP Unair, Drs Kris Nugraha MA, >Rabu (5/12) pagi , menyebut pembentukan Pansus Buloggate II di DPR-RI tetap berada ''di awang-awang kegelapan'' dan hanya sekadar sebagai wacana, karena fraksi-fraksi besar di DPR-RI selain PKB, jelas tidak akan mem berikan dukungan riil di dalam forum. > > Dia pun menilai Kejaksaan Agung bergerak sangat lamban dalam memeriksa saksi-saksi >yang berkaitan dengan tersangka Rahardi Ramelan, malahan sekarang memunculkan tersangka baru dari beberapa mantan Deputi Bulog. > > Pansus Buloggate II, kata Kris, akan menjadi pendorong bagi Golkar membentuk >pansus-pansus untuk meneliti pengunaan dana nonbujeter yang diduga digunakan sejumlah partai politik untuk pemilihan um um. > > Sebelumnya, menjelang rapat Bamus DPR yang akan membahas pembentukan Pansus >Buloggate II, Kamis s iang, pimpinan Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (FPDI-P), Fraksi Kebangkitan Bangsa (FK B) dan Fraksi Reformasi melakukan pertemuan khusus, Selasa (4/12) malam. > > Keterangan yang diperoleh Pembaruan, Rabu sore menyebutkan, pertemuan pimpinan tiga >fraksi yang m endukung terbentuknya Pansus Buloggate II itu berlangsung di Hotel Le Meridien. > > Pimpinan fraksi itu adalah Roy BB Janis (FPDI-P), Ali Masykur Musa (FKB), dan Ahmad >Farhan Hamid (Fraksi Reformasi). > > Ali Masykur Musa dan Roy BB Janis, Rabu sore, membantah pertemuan di Hotel Le >Meridien tersebut. Namun, Samuel Koto dari Fraksi Reformasi, secara terpisah, membenarkan pertemuan tiga pimpinan frak si itu. > > (Y-3/037/029/M-15) > > > > -------------------------------------------------------------------------------- > Last modified: 6/12/2001 > RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 =============================================== Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ATAU Kirimkan email Ke/To: [EMAIL PROTECTED] Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama: -mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda] -berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda] Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung ===============================================

