*
orang pesisir memang bicaranya lebih keras, tak terlalu banyak basa-basi,
tak terlalu tahu adat, dalam arti sebenarnya;
orang pesisir adalah kaum yang lebih bebas,
jauh dari feodalisme basa-basi, datuk-datuk, ninik-mamak, petatah-petitih;
orang pesisir, apalagi orang selatan (orang pesisir selatan bagian
selatannya lagi),
mulai dari orang surantiah, terus ampiang parak,
kambang, lakitan, balai salasa, aie haji,
indopuro, tapan, dst.;

orang selatan paling tidak tahu adat,
sekali lagi, dalam arti sebenarnya;
jangan harap banyak orang kampung di sini tahu siapa datuk kaumnya;
apalagi mengangguk-angguk tersenyum hormat pada datuk ketika berpapas di
jalan, seperti di minang darek sana;

cuman jangan salahkan kalau orang pesisir sekarang mulai latah beradat-adat
secara seremonial,
nampaknya budaya orang darek ini mulai merasuk...
dan saya sedikit benci;
saya khawatir 'feodalisme' tidak perlu orang minang merasuk ke
negeri 'bebas' pesisir ini

ada cerita 'tragis' beberapa tahun lalu;
seorang pejabat dari jakarta diangkat sebagai datuk oleh kaumnya,
di kampungnya di sebuah nagari di pesisir;
dan ini dirayakan besar-besaran sampai dihadiri bupati dan pejabat-pejabat
kabupaten segala;
lucunya, mereka menyewa 'konsultan' dari darek, dari bukittinggi;
termasuk yang bikin hiasan-hiasan, bikin pantun sambutan, dll.

ah, pesisir kenapa engkau menjebloskan diri pada feodalisme yang tidak perlu
itu...
buang-buang energi, duit dan waktu;
mending sekolahin tuh anak kampung yang sibuk nonton vcd porno dan joget
disco house!
pesisir tolol!

kalau mau,
putarilah pesisir tak akan ada ente temui rumah adat bagonjong;
kecuali korban politik seragamisasi dalam bentuk kantor bupati, kantor
camat, kantor kepala desa, dan kantor kantor pemerintah lainnya;
serta ada satu rumah penduduk di kambang atau di surantiah, saya lupa
persisnya;
milik pendatang dari darek;
padahal cukup lah kantor bupati saja misalnya, atau hingga kantor camat;
tak usah sampai kantor kepala desa di pelosok atau atap los pasar harus
bergonjong;
bak rumah gadang orang minang darek itu;
toh, rumah gadang orang pesisir sebetulnya punya arsitektur tersendiri;

ya..beginilah politik seragamisasi yang diajarkan dari jakarta;
tak ubahnya politik "batik" dari pulau jawa;
semua harus berbatik-batik;
termasuk jutaan pegawai korpri dari ujung sabang hingga ke pelosok lembah
dani di papua sana;
waktu paman saya dapat undangan guru teladan ke jakarta;
dari seminggu daftar acaranya, ada 'aturan' berpakaian;
sebagian besar tertulis 'pakaian nasional';
beliau pikir baju safari gurunya, taunya orang-orang pakai batik...

i dont like batik, pren!
selain terus terang merasa terpaksa saya juga merasa seperti banci setiap
pake batik, he..he...
abis nggak suka aja
biar bule kate bagus juga;
ah, bule kan banyak yang banci juga...

orang pesisir sering dianggap bodoh dan terlebelakang oleh orang padang dan
orang darek;
sarang mistik dan dukun-dukun;
maka saya harus meyakinkan teman-teman di kota padang
yang minta diajari 'ilmu' sakti dari bayang, surantieh, air haji, tapan,
dll.
bahwa saya tidak bisa mengajari mereka;
walau saya tambahkan saya 'punya' cuman tidak bisa diajarkan he..he...

maka hingga beberapa tahun terakhir,
tak seorang pun orang pesisir yang dianggap layak menjadi bupati buat
negerinya sendiri;
bupati selalu didrop dari padang, atau dari darek;
iih... jahat bener....
butuh perjuangan besar, sebelum orang pesisir memiliki bupatinya sendiri;

tentu bukan masalah kebencian pada pendatang;
tapi dari sisi masyarakat mereka tentu merasa senang dipimpin oleh sanak
saudara sendiri;
tapi intinya adalah bahwa urusan pemimpin adalah urusan segelintir elit di
padang situ!
bukan urusan rakyat yang akan dipimpin!
sehingga harus menyembah-nyembah ke padang situ (bahkan sampai jakarta
segala!)
untuk bisa punya bupati putra pesisir;
menyedihkan....

nah, sekarang,
ketika memiliki bupati putra sendiri, asli bayang,
apakah ekspetasi masyarakat pesisir terpenuhi?
entahlah, saya adalah putra pesisir yang munafik juga,
jarang pulang kampung menjamu ombak, angin, dan pucuk kelapa di sepanjang
samudera hindia itu;

yang jelas,
dengan cukup yakin saya katakan bahwa,
pesisir, relatively, bergerak cepat dibanding daerah-daerah lain,
ungkapan seorang lelaki darek yang saya kenal baik dan percaya adalah,
bahwa pesisir bergerak berubah begitu cepat,
rumah-rumah yang dua puluh tahun lalu masih kayu beratap rumbia,
sekarang rumah permanen dimana-mana,
sepeda motor, mobil berseliweran,
parabola memayungi rumah dimana-mana;

ada satu karakter orang pesisir, menurut dia yang cukup menunjang adalah,
cenderung lebih berani mengambil risiko, relatif agresif dan lebih cuek;
ketika dulu akan dibangun jalan tembus dari kambang ke muara labuh solok
situ;
lelaki ini berpendapat, bahwa angkutan yang mendominasi lalu lintas kedua
negeri kemugnkinan dari pesisir;
tapi entahlah kenyatannya;
jangan-janagn orang pesisir jadi penonton saja terhadap potensi ekonomi yang
muncul;

satu hal, menurut dia;
meskipun pesisir bergerak relatif cepat,
namun dari sisi pendidikan orang pesisir masih tertinggal,
jika tidak boleh dikatakan jauh tertiggal dari orang-orang darek;
apalagi dengan orang-orang dari jawa yang terus semakin rajin sekolah;

memprihatinkan,
kemajuan ekonomi tidak akan sustainable,
jika anak negeri tidak memiliki kecerdasan yang cukup mengatasi pergerakan
jaman;
hi, orang pesisir mari kita provokasi, kita hasut anak negeri kita!
gila-gilaan belajar dan bersekolah,
jangan lupakan moral tentu saja,
sebagai pondasi utama.

yah,
maafkan saya berbicara terlalu banyak tentang kampung halaman saya,
pasisie.

=urpas=
urang pasisie.


--------------------------------------------
Milis Warga Pesisir Selatan, Sumatera Barat
Bergabung : [EMAIL PROTECTED]
--------------------------------------------




RantauNet http://www.rantaunet.com

Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3

ATAU Kirimkan email
Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
-mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
-berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
===============================================

Kirim email ke