Katak dalam kuali adalah sindrom manusia Indonesia
kini, terjadi hampir disemua daerah, Aceh mungkin yang telah mulai menggeliat
fisik belum intelektual. Minangkabau telah memulai masa pancaroba
sejak masa perang Kamang dan masih belum selesai sampai sekarang,
diperparah lagi oleh sindrom PRRI, belum kelihatan tanda-tanda perubahan
sampai kini. (RantauNet nggak masuk hitungan). Bangsa ini harus
memilih jadi masyarakat sekuler dan maju atau tetap mempercayai bahwa masyarakat
teosentris akan berjaya suatu masa. Padahal sunatullah alam itu sendiri
mengatakan:
Mancaliak contoh ka nan
sudah,
mancaliak tuah ka nan
manang.
Sakian dulu dari ambo,
Basri Hasan
(Sutan Bagindo Nagari)
Koto Tuo Ampek ANgkek Candung.
----- Original Message -----
From: "Fery Permata" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Monday, December 10, 2001 11:04
AM
Subject: [RantauNet] Katak dalam
Kuali
> Semalam bertamu ke rumah kami orang sekampung istri,
> dia sopir pick up barang, dengan setoran bagi 3, untuk
> sopir, pemilik dan mobil.
>
> Lama tak bertemu, nampak jauh berubah, pancaran letih,
> benar-benar letih nampaknya, lelah berjuang.
>
> "Sudah setahun sewa sepi, sehari rata-rata hanya 20rb
> kadang nol, jika rejeki besar bisa 50ribu. 20ribu
> hanya cukup belanja sehari di Batam, belum biaya anak,
> sewa rumah dan lain-lain. Terpikir mau pulang kampung,
> tapi tak tahu ngapain di sana".
>
> Saya kasih saran, coba pergi ke Jodoh, ada beberapa
> orang kampung, baru datang kemudian berusaha di sana,
> hasilnya cukup bagus.
>
> Komentar dari dia ada, namun dia lebih menyukai
> pekerjaannya sekarang., padahal menganggur sudah
> sering disebabkan oleh pekerjaannya yang sekarang,
> anak dan istrinya kurus,
> sepuluh tahun di Bengkong second, sopir pick up.
>
> Saat itu terkilas filosofi katak di dalam kuali,
> jika airnya panas perlahan-lahan, sang katak tidak
> akan mengerti mengapa lingkungan menjadi tidak nyaman,
> berenang-renang hingga akhirnya mati tegang, dia masih
> mengingat saat-saat air dingin dan menyenangkan.
>
> Mungkin begitu juga dengan Ranah Minang, terkenang dan
> berharap dengan sejarah Intelaktual, Budaya dan
> Agama-nya. padahal sekarang sudah porak-poranda,
> dengan busung lapar, kebobrokan pendidikan, kebodohan,
> korupsi, pengangguran, kemiskinan, akhlak, dsb.
>
> Kapan kembalinya Era kejayaan kita, bangkit batang
> tarandam ? tak nak aku merubah budaya lame, bagus
> punye.
>
> Solusi extrimnya, seperti buron legendaris Tomi bilang
> "bakar pohon cengkih, harga cengkih akan bagus".
> ??????...
>
> Wasallam,
>
>
> Fery.
>
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Send your FREE holiday greetings online!
> http://greetings.yahoo.com
>
> RantauNet http://www.rantaunet.com
>
> Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
> ===============================================
> Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
> http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
>
> ATAU Kirimkan email
> Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
> Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
> -mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
> -berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
> Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
> ===============================================
>

