Nampaknya logika Suara Hidayatullah yang diposting oleh engku Muhammad Rijal yang nggak jalan, bagian terbesar muslim indonesia toh nggak setuju dengan disebutkan dalam uud: "dengan kewajiban menjalankan syariat islam bagi pemeluknya".  Kami sendiri justru menganggap sikap rekan-rekan yang kebelet syariah itu adalah sikap munafik dari para pembajak islam seperti halnya osamah bin laden, lasykar jihad dll. Mereka ingin berkuasa lalu dipakai jalan gampang yaitu agama, sehingga bisa terjadi paham orang lain haram dan orangnya boleh dipancung.
Bangsa ini malas melihat sejarah, cobalah lihat apa yang terajdi dalam perang Padri di Minangkabau dan apa yang terjadi di masyarakat sesudah itu, menurut saya istilah Tempo sudah sangat pas sekali.
 
----- Original Message -----
Sent: Tuesday, December 11, 2001 1:29 PM
Subject: [RantauNet] Siapa Mau Syariat Islam "Cap Babi"?

KHUSUS-Desember 2001 Suara Hidayatullah

Siapa Mau Syariat Islam "Cap Babi"?

Selama lebih 20 tahun Tempo konsisten mengkampanyekan sekularisme dan negara
tanpa syariat Islam. Edisi pekan kedua bulan Nopember menegaskan sikap itu./
Pekan kedua bulan Nopember, majalah mingguan ternama itu tampil dengan sampul
berwarna hijau, bergambar para demonstran pro-Piagam Jakarta. Tempo menyuguhkan
--------------------- dikarek ---------------------

Kirim email ke