dari www.indonesiamu.com "Program IMF Menjadi Bukti Kegagalan" Peraih Nobel Ekonomi 2001, Joseph E. Stiglitz, dari Universitas Columbia adalah kritikus IMF paling berpengaruh saat ini. Menurutnya, kebijakan-kebijakan IMF berupa liberalisasi perdagangan dan aliran modal yang berlebihan didasarkan pada model ekonomi yang mengabaikan keterbatasan pada pasar yang menjadi fokus perhatiannya. Selama krisis Asia 1997, Stiglitz kerap berhubungan dengan IMF dan mengundurkan diri kemudian dari jabatannya selaku kepala ekonom Bank Dunia pada akhir 2000. Editor senior Business Week, Peter Engardio, beberapa kali mewawancarai Stiglitz soal kritik-kritiknya terhadap IMF. Berikut rangkumannya.
IMF dikritik untuk lebih fokus dan lebih selektif dalam persyaratan yang diterapkan terhadap 'pasiennya'. Menurut Anda apakah IMF memang telah bergerak terlalu jauh? Masalah yang mendasar adalah IMF menerapkan terlalu banyak persyaratan. Sebagian bersifat politik dan banyak diantaranya mikroekonomi, yang di luar mandat dan keahliannya seharusnya (makroekonomi). Dengan begitu, IMF memiliki kekuasaan yang besar. Seharusnya, IMF hanya membuat tujuan makro dan membiarkan negara menentukan tujuannya sendiri sesuai kendala politik yang dihadapi. Kritik lain terhadap IMF adalah persyaratannya yang tidak konsisten ketika diterapkan. Di Rusia, IMF mengkritisi soal kebijakan persaingan dan korupsi. Tetapi IMF tidak pernah menunda programnya ketika kebijakan persaingan masih kurang memadai dan korupsi masih berjalan. Padahal, penundaan itu dilakukan terhadap Kenya. Jadi, sejumlah negara diperlakukan berbeda dari negara lain. Artinya, persyaratan yang pilih-pilih itu menunjukan bahwa tidak semua persyaratan IMF itu serius. Seharusnya, peranan apa yang tepat dilakukan IMF? Saya setuju dengan Komisi Meltzer--panel bentukan Kongres tahun 1999 yang merekomendasikan overhaul IMF--yang menyatakan bahwa IMF seharusnya lebih memfokuskan pada krisis, dengan memberikan pinjaman jangka pendek. Jika IMF mempunyai program berjangka waktu lebih dari dua tahun, maka program itu menjadi sebuah bukti kegagalan. Peranan IMF pada awalnya adalah mengatasi keadaan seperti, katakanlah, harga minyak jatuh dan sebuah negara produsen minyak mengalami masalah neraca pembayaran dan butuh dana untuk mengatasinya. Atau Sebuah negara yang sedang menghadapi resesi berniat menerapkan kebijakan fiskal countercyclical dan membutuhkan bantuan keuangan. IMF perlu menyediakan dana untuk membantu hal-hal seperti itu. Tetapi IMF telah menjauh dari peranan semacam itu. Menjauh seperti apa? Kini kebanyakan uang IMF dipakai untuk mendukung mata uang sebuah negara pada tingkat yang tidak sustainable. Ini memungkinkan orang kaya mengambil uangnya sebelum terjadi crash. Di Brazil, orang kaya memperoleh empat bulan ekstra dan mengambil uangnya dalam kondisi menyenangkan. Namun hal itu memperburuk kinerja ekonomi akibat nilai tukar yang overvalued. Penggunaan uang IMF lainnya adalah untuk mem- bail out bank-bank Barat. IMF memberi uang ke Meksiko untuk membayar kepada kreditur Amerika. Padahal, lebih baik lupakan utang itu, maju ke peradilan kepailitan, dan biarkan nilai tukar tetap mengambang. Apa kesalahan mendasar IMF pada krisis Asia? IMF masih menggunakan model makro yang tidak memadai. Korea, Thailand dan Indonesia dipaksa menaikkan tingkat bunga ke level paling tinggi, bahkan ada yang mencapai 25%. Sementara negara-negara itu perlu menggerakkan sumberdaya dari industri lama ke industri baru, termasuk yang berorientasi ekspor dan untuk mengembangkan industri baru itu membutuhkan modal. Akibat tingginya beban utang, bunga yang tinggi tak terhindarkan, lalu terjadi kebangkrutan massal. Kebijakan uang ketat merupakan resep job destruction ketimbang job creation. Paket tersebut menjadi tidak sensitif terhadap besarnya dinamika perubahan. Saya pernah berdebat dengan pejabat IMF dan menentang kenaikan tingkat bunga. Saya mengatakan, langkah itu akan menyebabkan modal keluar bukannya mempertahankan modal masuk. Biasanya, setelah setengah jam berargumen, pejabat IMF itu mengerti maksud saya. Tapi mereka mengatakan bahwa dewan direktur IMF tidak memberikan pilihan lain. Apa yang salah dari pendekatan IMF dalam mengatasi krisis utang perusahaan Asia? Apa yang dikatakan IMF adalah negara-negara di Asia perlu membawa masuk sejumlah manajemen asing yang baik. Tetapi negara-negara Asia telah tumbuh lebih dari 25 tahun. Sukses kebanyakan perusahaan- perusahaan Asia, termasuk di pasar internasional, menunjukkan bahwa mereka tidak memiliki manajemen yang buruk. Di Thailand, banyak perusahaan asing datang untuk membeli aset-aset bermasalah (akibat krisis), memegangnya selama enam bulan, lalu menjualnya kembali kepada orang Thailand dengan untung yang tinggi. Jadi mereka (orang asing) sekadar mengambil keuntungan dalam krisis tersebut. Di Korea, IMF sepertinya tidak mengerti prinsip-prinsip yang harus dilakukan pemerintah dan sektor swasta. Semua perusahaan di Korea sedang dilanda masalah. Mereka membutuhkan penyelesaian secara cepat. Dan pemerintah harus memfasilitasinya. IMF seharusnya tidak membuat keputusan tentang apa yang harus dilakukan oleh perusahaan-perusahaan tersebut, karena hal tersebut seharusnya dilakukan oleh sektor swasta. Beberapa perusahaan Amerika juga dinyatakan sedang mengalami kerugian. Tapi kita tidak bisa mengatakan bahwa [kerugian perusahaan AS] ini merupakan suatu [dampak dari] "kroni kapitalis" atau "dibutuhkan manajemen asing" untuk memperbaikinya. Lantas ahli dari luar mengatakan pemerintah Korea harus membuang kelebihan kapasitas. Bahkan mereka menyarankan agar Korea mengurangi kapasitas semi konduktornya. Padahal, sebenarnya, apa yang diketahui oleh ekonom junior berusia 26 tahun dari IMF mengenai pabrik chips? Begitulah, saat ini, banyak perusahaan-perusahaan AS memiliki ekses kapasitas. Di Asia Timur, banyak orang melihat bahwa IMF atau departemen keuangan AS memaksa penjualan obral terhadap aset-aset penting. Mengapa tampaknya IMF tidak mau mendengar saran dari luar? IMF itu sangat hirarkis, sangat Washington-based. Ada dorongan organisasional yang membuatnya seperti itu. Padahal, ketika krisis,diperlukan kemampuan untuk bergerak cepat. Ketika muncul kebakaran tidak ada waktu untuk berdiskusi panjang mengenai cara terbaik memadamkan kebakaran itu. Nah, masalahnya adalah IMF tidak menginginkan diskusi mengenai cara terbaik untuk memadamkan api, setelah atau sebelum kebakaran. Hal itu merupakan kultur bank-bank sentral dan masyarakat keuangan yang kebanyakan percaya pada kerahasiaan bukan diskusi terbuka. Mereka terlambat mengadopsi prinsip-prinsip transparansi. Anda setuju bahwa IMF bertindak atas nama kepentingan AS? IMF dijalankan oleh menteri-menteri keuangan dan bank-bank sentral dari G-7, dan terutama G-1, yaitu AS. AS merupakan negara yang mempunyai kekuatan veto (di IMF). Kalaupun IMF tidak melayani kepentingan Wall Street secara eksplisit, paling tidak mereka melakukannya secara parsial. Bagaimana AS harus mendorong kepentingan Wall Street? Di tahun 1993, pihak AS mendorong liberalisasi pasar modal ketika negosiasi perdagangan dengan Korea Selatan. Depkeu AS ingin Korea membuka pasar modalnya. Pada waktu itu ada perbedaan pendapat antara Dewan Penasehat Ekonomi dan Depkeu AS. Di Dewan, kami mengatakan bahwa bukti-bukti menunjukkan liberasilisasi pasar modal, apalagi yang dilakukan secara berlebihan dan cepat, dapat mendorong gejolak di sejumlah negara. Lantas mengapa harus buru-buru? Kenyataannya, alasan untuk berhati-hati semakin kuat, karena tingkat tabungan di Asia sedemikian tinggi, sehingga negara tersebut tidak membutuhkan modal dari luar. Mereka mengalami masalah dalam hal menanamkan modal yang dimilikinya. Kami lalu mengatakan bahwa kita harus memutuskan sebuah kebijakan mengenai prinsip-prinsip pembukaan akses pasar, tidak hanya untuk Korea tapi untuk semua negara. Depkeu sangat menentang hal tersebut. Tapi perhatian kami kemudian terbukti, liberalisasi keuangan dan pasar yang cepat seperti didorong Depkeu AS dan IMF menjadi faktor tunggal penyebab krisis Asia 1997. Akhir-akhir ini IMF sering menyatakan bahwa emerging market perlu mengadopsi pasar modal yang terbuka. Bukankah ini menunjukkan bahwa IMF telah belajar? Saat ini IMF mengakui kesalahan-kesalahannya, tapi masih dalam batas- batas intelektual. Satu alasan adalah kurangnya transparansi di IMF. Mereka tidak mau melakukan diskusi terbuka dengan pihak lain. Jika konsensus Washington lama telah mati, apakah ada konsensus yang baru? Harus ada keseimbangan yang lebih baik antara aturan pasar dan aturan pemerintah. Menyederhanakan reformasi hanya berdasarkan ideologi pasar bebas tidak berhasil. Cara Asia Tenggara mengelola globalisasi, yang mengkombinasikan pada kebijakan berorientasi ekspor dan kebijakan yang bertujuan mengurangi kemiskinan, ternyata dapat berjalan lebih baik, bahkan bagi orang miskin. Negara-negara tersebut hanya mau melakukan liberalisasi perdagangan jika bisa menciptakan lapangan kerja. Bagaimana pendapat anda mengenai kontrol modal? Kita telah menyaksikan kerusakan akibat liberalisasi pasar modal yang bebas dan berlebihan. Saya mengantisipasi, di tahun-tahun mendatang akan ada eksplorasi menstabilitkan aliran modal, tidak hanya menggunakan kontrol tetapi menggunakan pajak, regulasi perbankan dan berbagai intervensi di pasar modal. Sukses Malaysia menerapkan kontrol modal pada 1998 sehingga mengalami penurunan ekonomi paling landai dan paling singkat -dan pulih dengan tingkat utang yang lebih kecil ketimbang negara lain yang mengikuti resep IMF-akan membuat beberapa negara kian terbuka untuk melakukan langkah serupa jika mengalami krisis. Malaysia hati-hati sekali dalam merancang kebijakan itu sehingga tidak berdampak negatif terhadap investasi asing langsung. RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 =============================================== Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ATAU Kirimkan email Ke/To: [EMAIL PROTECTED] Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama: -mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda] -berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda] Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung ===============================================

