Assalamualaikum wr.wb.
Saudara2 ku ,yang seiman�..
Semoga saudara2 sekalian berada dalam naungan Rahmat
dan lindungan Allah SWT,Amin�.
Dalam menyingkapi tulisan saya yang berlalu,nampaknya
sudah semakin jelas antara kita,apa sebenarnya yang
saya paparkan tsb.Namun ada satu hal yang perlu saya
ingatkan,jangan sekali2 samakan antara saya dan
Urpas,mengapa saya mengatakan hal demikian?
Pertama,Jelas Jenis kelamin kami berbeda,ia
lelaki,saya wanita,dan pikiran kamipun berbeda,dimana
saya juga ngak kenal siapa Urpas ,tetapi saya banyak
mebaca posting2 yang berasal darinya,saya mengakui
banyak tidak setuju akan hal2 yang ia sampaikan,baik
itu ttg Islam,maupun ttg Minang sendiri,tetapi saya
dalam menyingkapinya tdklah emosional,tetapi membaca
dan merenungkannya,kemudian mengambil
kesimpulan.Secara jujur saya mengatakan,apa2 yang
disampaikan urpas tsb,ada benarnya,tetapi banyak
salahnya.Kalau yang benar saya pikir ada baiknya kita
berusaha menerima dan merobahnya,tetapi kalau salah
apa yang disampaikannya,kalau ia mau terima
kesalahannya,yah syukur,kalau tidak itu hak nya.
Kedua,jelas berbeda antara hal2 yang saya
kemukakan dgn apa2 yang disampaikan Urpas,apakah itu
dinilai dari niat maupun tujuan masing2 antara saya
dan ia.Saya utk pertama sekali mengemukakan cerita
saya itu tidak ada sama sekali bermaksud apa2,hanya
mengemukakan pengalaman dan realita yang saya lihat
dan rasakan,selama saya hidup dirantau orang,dan hal2
ini banyak juga dari kita merasakan hal2 yang sama,dan
ini dari posting2 yang masuk pada saya,sementara ada
juga yang berbeda,karena itulah saya tidak pernah
menilai itu sepihak,hanya sekedar menyampaikan
fenomena2 dari realita yang terjadi,dan juga saya
mengemukakan alasan2 saya setelah banyak tanggapan2
yang masuk,yang pada akhirnya tanggapan yang terakhir
ttg harta warisan,jatuh ketangan wanita,bagaimanapun
alasannya,bagi saya kita harus sama2 dapat memilih dan
memilah2 suatu persoalan.Kalau saja harta warisan
tsb,berasal dari suami istri ketika masa mereka
berumah tangga,dalam hukum sekarang yang ada di
Indonesia ini,harta tsb,dibagi dua,sementara dalam
Islam Hukum tsb,belum ada dan hal ini boleh2 saja
dijalankan,karena tidak bertentangan dgn agama,tetapi
bila harta tsb,jelas harta dari suami, atau istri
sebelum mereka kawin,nah ini ad a pembagiannya yang
diatur dalam Islam.Itu yang saya maksudkan dgn harta
warisan,yang namanya juga harta warisan,pasti sudah
turun menurun,dari nenek moyang kita,dan kita ngak
tahu pasti harta itu milik siapa asalnya,dari
siapa.Kalau saja harta ini tidak boleh dijual karena
alas an agar menjaga kelangsungan tanah Sumbar,agar
tidak jatuh ketangan daerah lain,(dgn syarat tidak
boleh dijual,dan kalaupun dijual harus dibagi menurut
hokum Islam,bukannya bagian wanita saja yang harus
mengambilnya sementara lelaki tidak diberikan
haknya,kalaupun ia diberi tetapi tidak sesuai dgn
haknya yang sebenar menurut hukum Islam,tetapi ia
harus diberi sesuai dgn haknya,dan wanita sesuai dgn
haknya,kecuali bila lelaki tsb,tatanazul,ataupun dgn
sukarela ia memberikan haknya pada saudara
perempuannya bagi saya tidak mengapa.)tetapi
kebanyakan dari wanita2 kita tidak seperti itu,mereka
merasa itu adalah haknya penuh,nah itu yang bagi saya
salah.Dan hal inipun saya rasa hanya terjadi pada
Zaman nenek2 kita terdahulu,kalau sekarang saya rasa
Sumbar itu sudah banyak perkembangan dalam masalah
ini.
Saudara2 ku sekalian,saya sendiri merasa kagum
akan negeri Sumbar,yaitu negeri asal daerah saya
sendiri,apa yang saya kagumi?Pertama jelas keindahan
alamnya,yang masih asli.Kedua,dgn basa-basi Minangnya
yang sangat halus,bila menyampaikan sesuatu itu
baik,dgn kata2 yang halus,meskipun harimau
dihatinya,namun kucing juga yang
dipertunjukkannya,bukan seperti Medan yang
kasar,tetapi saya mengagumi orang Medan itu dgn
keterus terangannya dan selalu apa yang ada didalam
hatinya itulah yang ada diluar hatinya,jarang ada yang
munafik,kalau marah itu mereka memang marah saat itu
saja,setelah itu mereka baik kembali,dan ini banyak
persamaannya dgn orang Mesir dimana saya berdiam
sekarang.Mengenai lelaki mereka yang minum tuak
sementara istrinya kerja disawah,terus terang saja itu
tidak semua terjadi pada lelaki batak,malah saya lihat
sendiri di MInang kabau ada juga yang seperti
itu,istrinya disawah,berdagang,atau lainnya sementara
suaminya dilapau.Kalau masalah ini saya rasa
tergantung individual masing2 sebagaimana juga sifat
pelit dan pemalas,karena itu saya tidak pernah
mengatakannya,ataupun mengomentarinya,karena itu cob
abaca kembali cerita saya yang pertama baru ambil
kesimpulannya,dan jangan langsung menghujat2,apalagi
kalau apa yang saya sampaikan ini saya hampir
diserupakan dgn Urpas.Jauh beda antara saya dan
Urpas,saya rasa Urpas itu cukup pintar dalam
memberikan jawaban2 dari lawan bicaranya,dan tidak
menerima apapun yang disampaikan orang ttg hal2 yang
baik dari ungkapan yang diberikannya,malah dijawabnya
dgn yang lebih tegas dan kasar lagi,sehingga saya
sendiri menilai memang Urpas itu pintar bersilat
lidah,ia tahu sejarah Islam,meskipun tidak banyak
kebenaran yang ia sampaikan,hanya bagi saya melawan
orang seperti itu sama arti nya bagi saya dgn
membuang2 waktu saja,toh ia tidak akan beranjak dari
pendapat2nya ttg betapa jeleknya Orang Islam dan Orang
Minang ini dimatanya.padahal tidak seluruhnya orang
Minang maupun orang Islam itu seperti itu.Kalau saya
hanya sekedar mengemukakan bagaimana pandangan orang
diluar daerah Minang terhadap orang Minang tsb,sesuai
dgn pengalaman2 yang saya alami semenjak kecil,namun
saya tidak pernah terpengaruh,buktinya saya kawin dgn
orang Minang tulen,dan saya lebih memilih tinggal di
Sumbar,karena alamnya dan juga nuansa Islaminya masih
lebih kuat,dan juga tutur kata nya yang lembut,tidak
kasar seperti medan yang saya ketahui,dan lebih
menarik lagi bagi saya adalah toko2 di Sumbar masih
didominasi oleh orang2 Minang sendiri ketimbang orang2
China seperti di daerah2 lain,dan ini suatu kekaguman
tersendiri bagi saya ,tetapi begitupun karena
kekaguman saya itu lantas saya tidak melihat sisi2
negatifnya?tidak,saya bukan seperti itu saya selalu
melihat kedua sisi,positif dan negative,kemudian
disitu baru saya dapat menentukan pilihan saya,yang
jelek saya buang yang buruk saya ambil,darimanapun
datangnya,kejelakan dan kebaikan itu.Karena itu saya
lebih suka berpatokan pada Al Qur,an dan AssSunnah,dan
saya aflikasikan dgn lingkungan saya.Demikian dari
saya Wassalamualaikum wr.wb.
Assalamualaikum wr.wb.
Saudara2 ku ,yang seiman�..
Semoga saudara2 sekalian berada dalam naungan Rahmat
dan lindungan Allah SWT,Amin�.
Dalam menyingkapi tulisan saya yang berlalu,nampaknya
sudah semakin jelas antara kita,apa sebenarnya yang
saya paparkan tsb.Namun ada satu hal yang perlu saya
ingatkan,jangan sekali2 samakan antara saya dan
Urpas,mengapa saya mengatakan hal demikian?
Pertama,Jelas Jenis kelamin kami berbeda,ia
lelaki,saya wanita,dan pikiran kamipun berbeda,dimana
saya juga ngak kenal siapa Urpas ,tetapi saya banyak
mebaca posting2 yang berasal darinya,saya mengakui
banyak tidak setuju akan hal2 yang ia sampaikan,baik
itu ttg Islam,maupun ttg Minang sendiri,tetapi saya
dalam menyingkapinya tdklah emosional,tetapi membaca
dan merenungkannya,kemudian mengambil
kesimpulan.Secara jujur saya mengatakan,apa2 yang
disampaikan urpas tsb,ada benarnya,tetapi banyak
salahnya.Kalau yang benar saya pikir ada baiknya kita
berusaha menerima dan merobahnya,tetapi kalau salah
apa yang disampaikannya,kalau ia mau terima
kesalahannya,yah syukur,kalau tidak itu hak nya.
Kedua,jelas berbeda antara hal2 yang saya
kemukakan dgn apa2 yang disampaikan Urpas,apakah itu
dinilai dari niat maupun tujuan masing2 antara saya
dan ia.Saya utk pertama sekali mengemukakan cerita
saya itu tidak ada sama sekali bermaksud apa2,hanya
mengemukakan pengalaman dan realita yang saya lihat
dan rasakan,selama saya hidup dirantau orang,dan hal2
ini banyak juga dari kita merasakan hal2 yang sama,dan
ini dari posting2 yang masuk pada saya,sementara ada
juga yang berbeda,karena itulah saya tidak pernah
menilai itu sepihak,hanya sekedar menyampaikan
fenomena2 dari realita yang terjadi,dan juga saya
mengemukakan alasan2 saya setelah banyak tanggapan2
yang masuk,yang pada akhirnya tanggapan yang terakhir
ttg harta warisan,jatuh ketangan wanita,bagaimanapun
alasannya,bagi saya kita harus sama2 dapat memilih dan
memilah2 suatu persoalan.Kalau saja harta warisan
tsb,berasal dari suami istri ketika masa mereka
berumah tangga,dalam hukum sekarang yang ada di
Indonesia ini,harta tsb,dibagi dua,sementara dalam
Islam Hukum tsb,belum ada dan hal ini boleh2 saja
dijalankan,karena tidak bertentangan dgn agama,tetapi
bila harta tsb,jelas harta dari suami, atau istri
sebelum mereka kawin,nah ini ad a pembagiannya yang
diatur dalam Islam.Itu yang saya maksudkan dgn harta
warisan,yang namanya juga harta warisan,pasti sudah
turun menurun,dari nenek moyang kita,dan kita ngak
tahu pasti harta itu milik siapa asalnya,dari
siapa.Kalau saja harta ini tidak boleh dijual karena
alas an agar menjaga kelangsungan tanah Sumbar,agar
tidak jatuh ketangan daerah lain,(dgn syarat tidak
boleh dijual,dan kalaupun dijual harus dibagi menurut
hokum Islam,bukannya bagian wanita saja yang harus
mengambilnya sementara lelaki tidak diberikan
haknya,kalaupun ia diberi tetapi tidak sesuai dgn
haknya yang sebenar menurut hukum Islam,tetapi ia
harus diberi sesuai dgn haknya,dan wanita sesuai dgn
haknya,kecuali bila lelaki tsb,tatanazul,ataupun dgn
sukarela ia memberikan haknya pada saudara
perempuannya bagi saya tidak mengapa.)tetapi
kebanyakan dari wanita2 kita tidak seperti itu,mereka
merasa itu adalah haknya penuh,nah itu yang bagi saya
salah.Dan hal inipun saya rasa hanya terjadi pada
Zaman nenek2 kita terdahulu,kalau sekarang saya rasa
Sumbar itu sudah banyak perkembangan dalam masalah
ini.
Saudara2 ku sekalian,saya sendiri merasa kagum
akan negeri Sumbar,yaitu negeri asal daerah saya
sendiri,apa yang saya kagumi?Pertama jelas keindahan
alamnya,yang masih asli.Kedua,dgn basa-basi Minangnya
yang sangat halus,bila menyampaikan sesuatu itu
baik,dgn kata2 yang halus,meskipun harimau
dihatinya,namun kucing juga yang
dipertunjukkannya,bukan seperti Medan yang
kasar,tetapi saya mengagumi orang Medan itu dgn
keterus terangannya dan selalu apa yang ada didalam
hatinya itulah yang ada diluar hatinya,jarang ada yang
munafik,kalau marah itu mereka memang marah saat itu
saja,setelah itu mereka baik kembali,dan ini banyak
persamaannya dgn orang Mesir dimana saya berdiam
sekarang.Mengenai lelaki mereka yang minum tuak
sementara istrinya kerja disawah,terus terang saja itu
tidak semua terjadi pada lelaki batak,malah saya lihat
sendiri di MInang kabau ada juga yang seperti
itu,istrinya disawah,berdagang,atau lainnya sementara
suaminya dilapau.Kalau masalah ini saya rasa
tergantung individual masing2 sebagaimana juga sifat
pelit dan pemalas,karena itu saya tidak pernah
mengatakannya,ataupun mengomentarinya,karena itu cob
abaca kembali cerita saya yang pertama baru ambil
kesimpulannya,dan jangan langsung menghujat2,apalagi
kalau apa yang saya sampaikan ini saya hampir
diserupakan dgn Urpas.Jauh beda antara saya dan
Urpas,saya rasa Urpas itu cukup pintar dalam
memberikan jawaban2 dari lawan bicaranya,dan tidak
menerima apapun yang disampaikan orang ttg hal2 yang
baik dari ungkapan yang diberikannya,malah dijawabnya
dgn yang lebih tegas dan kasar lagi,sehingga saya
sendiri menilai memang Urpas itu pintar bersilat
lidah,ia tahu sejarah Islam,meskipun tidak banyak
kebenaran yang ia sampaikan,hanya bagi saya melawan
orang seperti itu sama arti nya bagi saya dgn
membuang2 waktu saja,toh ia tidak akan beranjak dari
pendapat2nya ttg betapa jeleknya Orang Islam dan Orang
Minang ini dimatanya.padahal tidak seluruhnya orang
Minang maupun orang Islam itu seperti itu.Kalau saya
hanya sekedar mengemukakan bagaimana pandangan orang
diluar daerah Minang terhadap orang Minang tsb,sesuai
dgn pengalaman2 yang saya alami semenjak kecil,namun
saya tidak pernah terpengaruh,buktinya saya kawin dgn
orang Minang tulen,dan saya lebih memilih tinggal di
Sumbar,karena alamnya dan juga nuansa Islaminya masih
lebih kuat,dan juga tutur kata nya yang lembut,tidak
kasar seperti medan yang saya ketahui,dan lebih
menarik lagi bagi saya adalah toko2 di Sumbar masih
didominasi oleh orang2 Minang sendiri ketimbang orang2
China seperti di daerah2 lain,dan ini suatu kekaguman
tersendiri bagi saya ,tetapi begitupun karena
kekaguman saya itu lantas saya tidak melihat sisi2
negatifnya?tidak,saya bukan seperti itu saya selalu
melihat kedua sisi,positif dan negative,kemudian
disitu baru saya dapat menentukan pilihan saya,yang
jelek saya buang yang buruk saya ambil,darimanapun
datangnya,kejelakan dan kebaikan itu.Karena itu saya
lebih suka berpatokan pada Al Qur,an dan AssSunnah,dan
saya aflikasikan dgn lingkungan saya.Demikian dari
saya Wassalamualaikum wr.wb.
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Send your FREE holiday greetings online!
http://greetings.yahoo.com
RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
ATAU Kirimkan email
Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
-mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
-berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
===============================================