Nus
Ambo ateh namo RF lai magirim surek kilek ke Yysn / SMK Dhuafa Pdg
tgl 12 Dec.
Mukasuk surek tu maminta data / proposal dari Yysn / smk, karano
ado niaik dari RF utk manyumbang.

Sampai kini alun ado response.

Sanak di Pdg.
  Minta tolong kontek ka SMK Dhuafa, utk mangirim data / proposal ka
  ambo. 

'Mokasi

Bandaro, Bgr
~~~~~~~~~~~~~~~~

-----------------Quoting previous message:-----------------

>Dari www.mimbarminang.com
>4/1/2002 17. 30 WIB
>
>
>Siswa SMK Dhuafa Unjuk Rasa ke Balaikota
>
>
>Padang, mimbarminang.com Merasa tidak puas dengan pelaksanaan 
program=20
>bantuan biaya pendidikan bagi siswa miskin dan tidak mampu, sekitar 
seratus=
>=20
>siswa-siswi SMK Dhuafa Dhuafa Yayasan Bakti Nusantara Isafat berikut 
para=
>=20
>pengurus yayasan mendatangi Balaikota Padang, Kamis (3/1/2002) pagi 
kemarin=
>=2E
>
>Ketidak puasan tersebut, lantaran jatah beasiswa berupa program 
Bantuan=20
>khusus murid (BKM) selama 6 bulan terhitung Juli hingga Januari 2002 
ini=20
>hanya untuk 12 orang siswa dari SMK Dhuafa, sedangkan yang mereka 
inginkan=
>=20
>sebanyak 100 siswa yang mendapat bantuan. Lagipula SMU lainnya 
mendapat=20
>lebih banyak dari itu, bahkan SMU 1 yang terletak di tengah kota 
dan=20
>dianggap tidak banyak siswa miskinnya, mendapat kuota sebanyak 26 
siswa.
>
>=93Kita melihat hal ini tidak pada tempatnya, makanya kita 
mengajukan tuntu=
>tan=20
>dan menyampaikan aspirasi ini kepada Walikota, kata Drs.Zulmasri, 
Kepala SM=
>K=20
>Dhuafa menjawab Mimbar Minang disela-sela aksi unjuk rasa para 
siswa=20
>tersebut dihalaman Gedung lama Balaikota Padang. Sembari membawa 
sejumlah=
>=20
>pamflet dan berorasi dihalaman yang cukup terik itu serta didampingi 
Ketua=
>=20
>YBNI, M.Ibrahim, siswa meminta Walikota untuk turun menemui mereka. 
Sebelum=
>=20
>turun dan bersalam-salaman pada akhir pertemuan, diadakan dialog 
antara=20
>perwakilan para pengurus sekolah dan yayasan dengan Walikota Padang, 
Zuiyen=
>=20
>Rais, Kepala Dinas Pendidikan DR.Mardjohan M.PD, Kepala Kesbang 
Linmas=20
>Syafrizon Hakim dan Wakapolresta Padang Arief Pranoto.
>
>Dalam dialog di ruang khusus Walikota itu, pihak yayasan menuding 
adanya=20
>ketidakberesan dalam penentuan penerima bantuan (BKM) dan BKS 
(bantuan=20
>khusus sekolah), bahwa sekolah mereka dengan 650 siswa itu kok hanya 
sediki=
>t=20
>saja mendapat bantuan. =93Seolah-olah Pemko mengabaikan SMK ini, 
padahal=20
>disinilah paling banyak anak miskin bersekolah dan memang sejak 6 
tahun=20
>berdiri sekolah sama sekali belum dibantu, katanya.
>
>Menanggapi hal tersebut, Walikota beserta Kepala Dinas terkait 
menjelaskan=
>=20
>bahwa Pemko Padang sudah membantu sekitar Rp50 juta untuk yayasan 
dan atas=
>=20
>penggunannya digunakan untuk apa saja, apakah untuk Rumah Singgah, 
SMK atau=
>=20
>Panti itu diserahkan ke yayasan.
>
>Kuota Penerima Ditetapkan Pusat
>
>Dijelaskan lagi oleh Mardjohan, bahwa bantuan BKM dan BKS 
merupakan=20
>kebijakan pemerintah pusat sebagai program pengganti JPS yang memang 
sudah=
>=20
>tidak ada lagi programnya pada tahun 2001. Dana untuk program ini, 
katanya,=
>=20
>merupakan bantuan subsidi BBM yang dialihkan untuk bidang 
pendidikan.=20
>=93Khusus kota Padang mendapat bantuan BKM sekitar Rp967 juta dan 
itu=20
>dialokasikan kepada 5.646 murid SD, SLTP dan SLTA, katanya.
>
>Menyoal mekanisme penentuan siswa yang memperoleh mengacu pada 
peraturan=20
>yang ditetapkan dalam program JPS pusat sejak tahun 1998 lalu, yakni 
siswa=
>=20
>yang menerima ditentukan oleh komite sekolah dengan kuota yang 
ditetapkan=
>=20
>pemerintah pusat. =93Jadi dengan dasar itulah, bila siswa kelas tiga 
telah=
>=20
>tamat, kuota untuk yang tamat ini diberikan ke siswa kelas satu yang 
baru=
>=20
>masuk. Misalnya SMU 1 kelas tiga yang tamat 26 siswanya mendapat 
beasiswa,=
>=20
>sebagai pengganti 26 ini dipilihkan siswa kelas satu sebanyak 26 
pula,=20
>paparnya.
>
>Dilanjutkan, bila dialihkan ke SMU atau SMK lain kuota penerima 
BKM=20
>tersebut, jelas menyalahi aturan dan akan dipertanyakan oleh BPKP,=20
>setidaknya atas kebijakan komite sekolah dan kesepakatan para 
kepala=20
>sekolah, SMK Dhuafa yang dahulunya tidak termasuk dalam penerima 
beasiswa=
>=20
>JPSotomatis juga tidak menerima BKM ini, karena ini merupakan 
kelanjutan=20
>dari progran JPS pendidikan tersebut. =93Tapi karena kesepakatan 
para kepal=
>a=20
>sekolah, maka dari sejumlah SMK dan SAMU tersebut, disisihkan untuk 
SMK=20
>Dhuafa sebanyak 12 siswa, jadi laporan pertanggungjawaban ke BPKP 
juga suda=
>h=20
>jelas disertai dengan laporan tentang kesepakatan mengalihkan untuk 
12 sisw=
>a=20
>itu. Semula hal ini juga disetujui pihak SMK Dhuafa, ternyatra 
kemudian=20
>menuntut agar bisa 100 siswanya memperoleh BKM ini, jelas Mardjohan.
(sel)
>
>
>
>RantauNet http://www.rantaunet.com
>
>Isikan data keanggotaan anda di 
http://www.rantaunet.com/register.php3
>===============================================
>Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
>http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
>
>ATAU Kirimkan email
>Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
>Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
>-mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
>-berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
>Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda 
kurung
>===============================================
>
>

RantauNet http://www.rantaunet.com

Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3

ATAU Kirimkan email
Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
-mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
-berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
===============================================

Kirim email ke