wassalam
/ari
Date: Tue, 08 Jan 2002 09:00:02 -0600
From: Dudi Rendusara <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [icmi-houston] Kiat Membeli Durian
Assalamu'alaikum,
Buat penggemar durian, semoga bermanfaat.
Dudi
Kiat Membeli Durian di Pinggir Jalan
Sumber: M. Reza Tirtawinata, Taman Buah
Mekarsari
Bagaimana caranya memilih durian yang baik dari
setumpuk durian yang dijajakan di pinggir jalan?
Pertanyaan ini seringkali ditanyakan karena seringkali
pula penggemar durian kecewa bila membeli durian
yang tidak diketahui jenisnya. Ketika hendak memilih,
biasanya terjadi proses tawar menawar yang alot dan
disertai janji "bicara manis", artinya, bila durian yang dicoba
tidak manis maka pembeli tidak perlu membayar.
Tetapi dalam prakteknya, bila durian telah dibuka dan
rasanya manis-manis hambar, timbullah cekcok antara pembeli
dan penjual soal kadar manis tidaknya durian yang dirasakan.
Belum lagi durian yang dibawa pulang ke rumah ternyata tidak
sesuai dengan contoh yang telah dibuka sebelumnya, maka
menimbulkan rasa dongkol dan kecewa berat pada si pembeli.
Kapok....!
Untuk mengurangi perasaan tertipu ketika membeli durian,
berikut ini.disajikan beberapa patokan dalam memilih
durian.di pinggir jalan, walaupun tidak selalu tepat namun
dapat dijadikan pegangan secara umum :
Pilih buah yang kelima juringnya terisi sempurna.
Kalau ada juring yang kosong (tidak berisi daging buah),
biasanya bentuk buah menjadi tidak simetris (melengkung),
duri mengecil.dan mengumpul.
Periksa seluruh permukaan kulit buah, jangan
sampai ada lubang bekas ulat.
Biasanya lubang ini berukuran sebesar kepala jarum
pentul, kulit di sekelilingnya menjadi kecoklatan,
dan sering terdapat bekas kotoran ulat (kalau belum
dibersihkan oleh si penjual). Jangan percaya kalau
si penjual mengatakan : "Aah, ini nggak apa-apa, cuma
luarnya saja kok!", karena di dalamnya daging sudah habis
dan ulatnya gemuk-gemuk!
Pilih bentuk buah yang bulat membola karena biasanya
mempunyai daging buah yang lebih tebal daripada buah
yang berbentuk bulat memanjang. Ini logis karena ruang
untuk daging buah menjadi lebih lebar, dan pembengkakan
ini menyebabkan kulitnya agak lebar.
Jangan membeli buah durian yang dibungkus dengan
daun aren, karena daun tersebut dapat menyembunyikan
bagian yang cacat atau mungkin ujung kulit buahnya ternyata
sudah merekah, sehingga dagingnya sudah masuk angin.
Durian yang sudah masak biasanya beraroma tajam, terutama
pada bagian ujung buah. Perhatikan agar kulit di ujung buah belum
merekah, tapi sudah mengeluarkan aroma. Tetapi berhati-hati jugalah
pada ulah penjual yang nakal, karena dapat saja durian mentah
diciprati oleh air cucian tangan (kobokan) orang yang baru saja
makan durian, sehingga durian mentah pun dapat beraroma semerbak.
Durian yang sudah masak juga bisa diketahui dari suara gema bila
kulitnya dipukul menggunakan gagang (tangkai) pisau. Bila bunyinya
"...bluk...bluk...bluk..." itu tandanya buah sudah masak betul.
Sebaliknya bila bunyinya "...plek...plek...plek..." tandanya belum
enak dimakan. Seorang penjual durian yang sudah ahli bahkan cukup
menggarukkan kukunya di atas duri-duri tajam, dan dengan ketajaman
telinganya sudah bisa "mendengar" mana durian yang masak dan mana
yang masih mentah.
Tangkai buah yang dipotong dengan pisau menunjukkan bahwa buah
dipetik sebelum masak (mengkal), sehingga baru enak dimakan setelah
diperam selama 2-3 hari. Durian jatuhan mempunyai ciri ujung
tangkai buah yang tidak rata karena lepas dari dahannya secara
alami, berarti buah tersebut sudah enak untuk langsung dimakan.
.
Tebal tipisnya daging durian dapat juga ditebak dari ketebalan
tangkai buahnya. Tangkai buah yang tebal dan pendek cenderung
menghasilkan daging buah yang tebal, karena semakin besar diameter
dan semakin pendek tangkai buahnya maka akan semakin cepat dan
banyak karbohidrat masuk dari daun ke dalam buah, sehingga akhirnya
daging buah menjadi lebih tebal. Sebaliknya,
bila tangkai buah kurus dan panjang, maka daging buah yang
dihasilkan cenderung tipis.
Untuk menentukan apakah ukuran biji besar atau
kecil, angkatlah dua buah durian yang besarnya sama.
bila salah satu terasa lebih ringan, maka isinya berbiji kecil,
dan kemungkinan daging yang dapat dimakan lebih banyak.
Buah yang berduri kecil dan rapat cenderung berdaging lembek (kadar
airnya tinggi), sedangkan buah yang berduri besar dan jarang akan
berdaging lebih kering.
Warna daging buah agak sulit untuk ditebak dari
penampilan luar buah durian. Tetapi ketika masih di pohonnya,
coba tengok warna bagian belakang daunnya. Bagian atas daun jelas
berwarna haijau, tetapi bagian belakangnya dapat berwarna
keperakan atau keemasan.
Daun yang keperakan biasanya menghasilkan buah
berdaging putih, sedangkan daun yang keemasan akan berdaging
buah kekuningan.
Jangan membeli buah yang berukuran terlalu besar
(lebih dari 4 kg), karena seringkali daging buahnya masak tidak
merata. Bagian tengah dan ujung sudah cukup empuk dan enak
dimakan, tetapi bagian pangkalnya masih keras dan belum manis.
Bila satu buah contoh yang dibuka ternyata
berkualitas baik, maka carilah buah dari varietas yang sama
(berasal dari satu pohon), karena besar kemungkinan kualitasnya
akan sama pula. Cirinya adalah warna kulit, bentuk duri,
dan bentuk buah sama.
Sincerely,
Dudi Rendusara, Ph.D.
Schlumberger
Oilfield Services
110 Schlumberger Drive MD110-11,
Sugar Land, TX 77478
Phone: 281-285-7931
Fax: 281-285-8999

