dulu saya pernah menulis posting: 'kawin, punya anak, dan mati'
intinya bahwa kematian orang tua kita adalah hal yang tidak terelakkan,
bahkan dalam 'waktu dekat'; bagi kita -kita yang seumuran segini, 25-30 yo;
lalu saya posting di milis teman-teman kuliah dan milis teman-teman sma;

ternyata yang diuji tuhan pertama kali sejak tulisan itu diposting adalah
saya,
ayah saya meninggal;
beberapa teman kemudian,
tanpa bermaksud apa-apa sempat menyinggung tulisan saya tersebut;
dan mengaitkannya dengan meninggalnya ayah saya;

beberapa hari yang lalu,
entah inspirasi dari mana yang mendorong saya utk menulis hal-hal  berbau
kematian lagi;
(posting saya : 'tungau pada sehelai debu yang hinggap di karpet lembab');
honestly, entah karena apa;
begitu tulisan itu saya posting,
saya langsung teringat pengalaman yang sebelumnya;
saya terus terang sedikit takut, kalau-kalau hal itu terulang;
takut kematian mengitari 'area' sekitar saya;
tentu termasuk saya...
beberapa kali kekhawatiran tolol itu singgah di benak saya;
tapi saya tepis ketakutan itu : ketakutan yang bodoh!

tapi,
untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak;
kaba baiak bahimbauan, kaba buruak bahambauan;

innalillahi wa innailaihi roji'un
sekitar setengah jam yang lalu;
paman saya yang paling dekat dengan kami dan keluarga;
yang selama ini sehat walafiat bugar,
berpulang ke rahmatullah;
paman, yang lebaran lalu minta saya untuk beliin celana baru no. 36;
(untung saya sempat beliin persis malam sebelum pulang kampung,
seperempat jam sebelum pasaraya tutup)
yang seminggu lalu masih 'berkelana' ke jakarta;
yang kemarin pagi masih bercanda di telpon dengan ibu saya;
yang tadi siang masih segar bugar pulang kantor;

sebetulnya,
saya benci dan sampai sekarang cenderung tidak percaya dengan 'firasat';
dan berharap tuhan, sang penguasa, pencipta;
tidak memompakan firasat itu ke benak kita, manusia;
personally, saya merasa lebih safe hidup dengan hal-hal yang riil;

what do you think?

=urpas=
*ini cuman sekedar bercerita


Kirim email ke