Lurus musim salju Nihonmatsu merayap menggapai puncaknya, 
lantas akan bertengger di ketinggian, dan perlahan bergulir 
kembali menuruni pegunungan waktu. Begitu berulang terus 
hingga matahari istirahat total menyemburkan apinya dan 
mencampakkan bumi ke dalam kegelapan beku yang sonder 
kehidupan.

Sewaktu masih memamah bangku dan kursi SD di dusun 
pedalaman Sumatra yang jauh, ada cerita dari seorang guru 
yang coba membayangkan kepada kami bagaimana bentuk salju 
lembut yang diturunkan dari bawah langit itu. Bagai kapas putih 
bersih yang ditebarkan dari atas pepohonan melayang-layang 
anggun dalam apungan angin yang semilir. "Negara yang bermusim 
salju ini terletak jauh dekat kutub", lanjut sang guru yang juga 
mendapat cerita tersebut dari lain orang. 

Saya kira waktu itu mulut saya + kawan lain ternganga begitu 
saja mendengar sesuatu yang mustahil bisa dilihat di Indonesia. 
Bagi saya yang hidup serba tidak berkecukupan di dusun pedalaman 
Sumatra yang senyap dari lalu lalang kendaraan dan informasi hanya 
mampu mancaguik membayangkan kelak akan bisa melihat dengan 
incat mata kepala sendiri bagaimana salju itu sesungguhnya. 

Terpandang tungkai yang selalu berkaki ayam pulang-pergi ke 
sekolah dengan pakaian yang tidak senonoh tambal-bertambal 
di sana-sini. "Pergi ke kota saja belum lagi, haramlah akan bisa 
kamu menengok negeri orang yang jauhnya ribuan kilometer 
dari sini", bisik hati saya membuyarkan lamunan manis yang 
sangat tipis itu.

Mujur tak dapat dijangkau dan Malang tak dapat dipukau. Bersebab 
jalan penghidupan yang dirambah dengan tetesan keringat serta 
pertolongan banyak orang dengan berbagai cara, halal dan tidak 
halal, sampai juga menyelesaikan kuliah di Bandung dan akhirnya 
berbentuk jua impian belia dengan beroleh kesempatan menuntut 
ilmu ke Jepang yang juga ditopang rekomendasi Prof. Arifin Bey 
kelahiran Padangpanjang yang sudah melintang namanya di Jepang. 
Di samping nasib yang berpihak serta usaha keras tanpa kenal ampun, 
molekul DNA yang bersarang dalam sel tubuh ini punya andil besar 
mempengaruhi derap langkah kaki saya.

Meski rata-rata juara 15 di antara sekitar 40 orang murid dari 
SD sampai SMU, semangat juang yang setinggi langit, pantang 
menyerah, jauh dari kecengengan, berusaha jujur, dan penunjukan 
rasa terima kasih yang dalam terhadap betapapun kecilnya barang 
atau kebaikan yang diterima berwujud menjadi batu loncatan yang 
kuat untuk sampai di seberang sungai menuju Jepang.

Inilah untuk pertama kalinya saya mencicipi rasa salju yang 
pernah didongengkan oleh guru dusun dulu. Turunlah salju pertama 
yang memutuhi kota Hiroshima. Keluar saya dari flat tua menuju 
gang sempit dan berdiri berlama-lama di sana memandangi deraian 
salju yang turun dari atas langit yang tidak berloteng. Rasa dingin 
yang menggigit tidak terasakan. Salju begitu lembut, begitu putih, 
begitu indah, dan begitu saja. Tidaklah perlu saya bersusah payah 
membuka mulut lebar-lebar coba mencicipi salju karena salju itu 
masuk begitu saja ke dalam mulut saya yang ternganga tanpa 
disadari. 

Barangkali orang sekeliling yang melihat saya berlaku agak ganjil 
tersebut berucap, "Orang asing edan". Entah berapa lama berada saya 
dalam guyuran salju itu sampai akhirnya badan menggigil kedinginan, 
balik ke flat, dan masuk angin. "Dasar kampungan", cerca saya kepada 
diri sendiri sambil menyurukkan diri berkelumun dalam selimut tebal 
yang hangat.

Ini hari pun berselimut tebal saya membenamkan diri sendirian 
ber"hibernasi" laiknya beruang di negeri salju yang dingin.

e

RantauNet http://www.rantaunet.com

Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3

ATAU Kirimkan email
Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
-mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
-berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
===============================================

Kirim email ke