Walinagari se-Tanahdatar Hadiri Mubes Perwatar Padang
Padang, Kamis, 17/1/2002 01.26 WIB mimbarminang.com �Adagium Minang
kabau mambangkik batang tarandam, itulah tekad para perantau
Kabupaten Tanah Datar dan Padang Panjang (Luhak Nan Tuo), di Padang
dengan rencana menumbuhkembangkan segala potensi di Luhak nan Tuo
yang selama ini belum tergarap karena longgarnya silaturrahmi dan
kurangnya perhatian terhadap kampung halaman.
Luhak nan Tuo sebenarnya memiliki potensi besar di sektor pariwisata,
perkebunan, pertanian, pendidikan adat istidat dan sumber daya
manusia. �Namun kurang tergali akibat longgarnya silaturahmi dan
kerjasama para perantau dan kampung halaman,� ujar Wakil Ketua
Panitia Musyawarah Persatuan Warga Tanah Datar (Perwatar) Luhak Nan
Tuo, Dr. Musliar Kasim dan Wahyu Iramana Putra didampingi sekretaris
Ir. Arkadius MM, MBA kepada wartawan di Hotel Bumiminang Padang, Rabu
kemarin.
Musliar mencontohkan potensi pariwisata Tanah Datar dan Padang
Panjang yang demikian besar. Namun kenyataannya hari ini, Luhak Nan
Tuo hanya sekedar menjadi tempat wisatawan �buang hajat� saja dengan
kun-jungannya yang hanya sesaat. Sedangkan makan dan menginapnya di
kota Bukittinggi atau Padang. �Yaa, rombongan kendaraan wisata-wan
yang datang untuk sesaat saja, hanya terkesan merusakan jalan. Tak
seberapa dampaknya bagi peningkatan pendapatan masyarakat dan sumber
PAD,� kata Musliar.
Menurut dia, meski Tanah Datar daerah wisata sejarah sebagai pusat
Kerajaan Minang-kabau tempo dulu dengan berbagai peninggalannya, akan
tetapi karena kurangnya perhatian potensi tersebut jadi kalah
bersaing dengan potensi wisata daerah lain. �Potensi objek wisata
sejarah itu belum dilengkapi fasilitas seperti penginapan dan pusat
informasi sejarah Minangkabau akibatnya paket tersebut kurang
diminati wisatawan,� tegasnya.
Arkadius menambahkan, di bidang pertanian dan perkebunan, Tanah Datar
memiliki potensi yang belum tergali maksimal seperti komoditi tomat
dan kulitmanis yang ditunjang lahan subur baik di dataran tinggi dan
rendah. Selain itu, Tanah Datar berpotensi menjadi pusat pendidikan
adat istiadat dan agama.
�Asal tahu saja, kalitmanis Salimpaung itu yang terbaik di pasar
dunia. Tapi kenyataan, yang dihasilkan kebanyakan berkualitas C
saja,� timpal Wahyu Iramana Putra.
Untuk memanfaatkan potensi-potensi tersebut, kata Arkadius, akan
dimulai dengan menjalin kembali silaturahami dan kerjasama antar
perantau dan warga di kampung halaman, karena silaturahmi tersebut
sudah longgar akibat vakumnya Perwatar sejak 1967.
Dengan mempererat silaturahmi, warga Tanah Datar dapat mencurahkan
pemikiran-pemikiran untuk menggali potensi daerahnya lebih maksimal
yang akhirnya upaya �mambangkik batang tarandam� bisa diwujudkan
untuk kemajuan masyarakat dan daerah Tanah Datar.
Berkaitan itu, kata Arkadius, Perwatar menyelenggarakan musyawarah
besar (Mubes) yang akan dilaksanakan di Padang 20 Januari 2001 dan
diikuti sekitar 250 peserta dari utusan setiap Nagari di Luhak Nan
Tuo, tokoh masyarakat dan agama, perantau dan mahasiswa Tanah Datar.
Mubes dengan tema �Melalui Musyawarah Perwatar Luhak Nan Tuo kita
tingkatkan nilai-nilai silaturahmi, pengabdian dan sumbangsih
terhadap kampung halaman�, dibuka Walikota Padang dan dihadiri Bupati
Tanah Datar serta Walikota Padangpanjang.
Ia menjelaskan, agenda yang dibicarakan antara lain membahas program
kerja, menyempurnakan AD/ART, pertanggungjawaban pengurus lama yang
dipimpin Djanas Raden dan pemilihan serta pelantikan Ketua dan
pengurus Perwatar baru priode 2001-2005. �Untuk calon ketua semua
anggota Perwatar mempunyai peluang yang sama untuk dipilih dan terpih
memimpin organisasi yang berdiri sejak tahun 1962 itu,� tambahnya.
Sementara itu, bendahara panitia Musda, Drs. H. Suchyar D.H Putra
mengatakan dalam menggelar Musda yang diadakan di hotel termahal dan
terbesar di Padang itu, pihak panitia menghimpun dana melalui
sumbangan secara pribadi dari sejumlah perantau Tanah Datar di Padang
dan daerah lain. �Kepada masyarakat di kampung, kita tidak minta
sumbangan. Dana Musda yang mencapai puluhan juta rupiah murni
sumbangan para tokoh perantau,� ujarnya.
Suchyar menyebutkan, keinginan untuk menghadirkan para Walinagari se
Tanah Datar di dalam Mubes ini adalah perwujudan dari hasrat untuk
tak terputusnya hubungan batin antara rantau dan kampung halaman.
�Meskipun kita-kita di Padang ini hanya �marantau dakek� tapi toh
tetap saja nama wilayah rantau,� kata pimpinan LKBN Antara Biro
Padang itu.(dod)
------------------------------------------
AA Navis: Lantaran Dikebut Setoran
Jakarta, Kamis, 17 Januari 2002, 09:14 WIB Kompas
Sastrawan dari Padang, AA Navis (77), masuk lagi ke Rumah Sakit
Harapan Kita Jakarta. "Ada dua sebab. Pernah ketika saya batuk,
bagian sini keram," kata Navis sambil menunjuk bagian dada. "Yang
kedua, saya susah bernapas," lanjut Navis, yang mengaku masuk rumah
sakit ini sejak Senin (14/1) lalu.
Navis memang begitu. Meski dalam keadaan sakit, ia kelihatan masih
gemar bercerita. Ini kali kedua Navis masuk Rumah Sakit Harapan Kita,
setelah dia mengalami operasi jantung di rumah sakit itu tahun 2000
lalu.
Lalu, dia pun melanjutkan cerita mengenai kegiatannya sejak bulan
Puasa lalu. Katanya, waktu itu dia sempat berpuasa sampai hari ke-13.
"Saya ini tidak bisa ditantang," katanya. Waktu itu, katanya sebuah
surat kabar yang terbit di Jakarta memintanya untuk menulis cerpen
bertema Lebaran. Permintaan disertai tanggal deadline yang harus
dipenuhi Navis. Karena merasa tertantang itu, Navis kemudian ngebut
menyelesaikan cerpennya. Hasilnya, selain cerpen yang telah
diterbitkan tadi, dia jatuh sakit.
Kemudian Lebaran tiba. Kembali Navis diliputi berbagai kesibukan,
termasuk menerima silaturahmi dari sanak keluarga dan handai-taulan.
Lalu berlanjut lagi, setelah itu juga ada acara perkawinan.
Masih banyak yang diceritakan Navis di tempat tidurnya di rumah sakit
itu, bahkan termasuk sedikit mengenai budaya Padang, sebelum suster
masuk dan memerika tensi darahnya. Ternyata, tensi Navis berdasar
pengukuran petang itu naik.
Mungkin karena banyak bercerita? Navis tertawa. Agaknya, dia memang
harus beristirahat dulu. (bre)
------------------------------------------
Get your Free E-mail at http://minangkabau.zzn.com
____________________________________________________________
Get your own FREE Web and POP E-mail Service in 14 languages at http://www.zzn.com.
RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
==============================================Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
ATAU Kirimkan email
Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
-mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
-berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
==============================================