Dear Mr Wardi

Mambangkik batang tarandam = banjir

Esteranc Labeh
JKT


>Date: Sun, 3 Feb 2002 21:37:25 -0800 (PST)
> Alma Wardi <[EMAIL PROTECTED]> [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED] 
>[RantauNet] Hipotesa budaya Minang mengembang Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>
>Maaf ambo cc kan email ko ,sabab ambo indak bisa
>masuak ka RN , entah apo nan salah ?
>
>mohon kalau bisa tolong di palega kan di RN.
>tarimo kasih
>
>Hipotesa budaya Minang mengembang
>
>Menyimak uraian sejarah Minang dari Mak Adyan, saya
>terpikir pada suatu hipotesa bahwa sejarah budaya
>orang dan budaya Minang cenderung mengembang .
>
>Hal ini bisa terlihat dari tahapan perkembangan
>regional orang Minang yg terus berkembang , daerah yg
>asalnya rantau akhirnya menjadi ranah minang dan
>begitu seterusnya, mungkin akan lebih mudah bila saya
>jelaskan secara skematis sbb ;
>
>Secara umum bagi orang minang daerah dibagi dua ,
>yaitu ranah minang 
>( daerah sendiri / internal region ) dan tanah rantau
>( eksternal region )
>
>Tahap 1
>Internal region ( ranah minang ) ; Tanah data ( luhak
>nan tuo )
>Eksternal region (rantau )           ; Luhak Agam dan
>50 koto
>
>Tahap 2 ;
>Internal region  ; Luhak nan tigo ( tanah data , Agam
>dan 50 koto )
>Rantau          ; Pesisir selatan , Pariaman, Pasaman
>, Bangkinang, 
>                       Negeri sembilan  dll
>Tahap 3 : 
>Internal region : Sumatera Tengah ( Sumbar +
>Bangkinang, Pk Baru, Kerinci dll ) 
>Rantau             : Medan, Palembang, Pulau Jawa (
>Jakarta , Bandung dll ) 
>
>Tahap 4           : Sumbar + Riau, Batam,Medan,
>Palembang,Jakarta dll
>Internal region :  Irian, Maluku, Singapura ,
>Malaysia, Australia, Amerika , Eropa
>
>Jadi pada tahap awal , orang tanah data ( luhak asal
>Minang ) pergi ke Agam saja telah dianggap merantau.
>
>Pada tahap kedua ( sekitar jaman Belanda ) orang luhak
>Agam pergi ke Padang saja ( padang didirikan Belanda )
>telah dianggap merantau.
>
>Pada tahap 3 , pergi ke Jakarta adalah merantau , tapi
>bukan merantau namanya kalau pergi ke Padang. Atau
>Pekanbaru , walaupun propinsi Riau tapi bahasa populer
>yg dipakai sehari hari ialah bahasa Minang , ini lah
>salah satu yg menimbulkan kecemburuan sosial orang
>melayu Riau.
>
>Pada tahap ke 4, pergi ke Jakarta bukan lagi dianggap
>merantau karena , telah banyak berdiri koloni koloni
>urang minang ( spt tanah abang, Manggarai dll )
>sehingga kalau berada di Jakarta rasanya seperti di
>kampung saja, orang tidak merasa perlu selalu pulang
>kampung ketika telah tua, dan menghabiskan hari tuanya
>di tanah jawa ( seperti mak Bandaro di nagari Bogor )
>
>Saat ini yg namanya merantau ialah kalau pergi ke luar
>negeri seperti Australia, Amerika dll.
>
>Sekarang mungkin kita berada pada tahap 4 , pada tahap
>ini konsep membangkit batang terendam atau hal hal
>lainnya terasa kurang aktual karena kondisi sosial
>kultural orang minang di rantau telah berubah.
>Anak anak urang awak nan lahir di rantau rendah sekali
>rasa  ke�minang-annya
>Banyak diantara mereka yg tak merasa bangga sebagai
>orang minang, bahkan sebagian ada yg merasa malu sbg
>orang Minang. Berbeda sekali dengan mereka yg lahir di
>Sumbar sekitar th 1930-1960-an. ( sebelum peristiwa
>PRRI ).
>
>Jadi pada kondisi ini , harus dipahami bahwa minang (
>orang minang dan budaya minang ) telah berubah , ide
>untuk kembali ke kondisi ideal di masa lalu
>(membangkit batang terendam ) cenderung jadi utopia.
>
>Nampaknya batang telah benar benar terendam, dan kita
>perlu mencari batang baru sebagai tonggak baru budaya
>minangkabau.
>Skema adat dan budaya nya harus berubah pula, kita tak
>bisa lagi memakai pola pola lama, karena kondisi telah
>berubah.
>
>Sebagai perbandingan kita bisa melihat sejarah orang
>China atau diasporanya orang Yahudi.
>
>Orang China menyebar dan membumi dg kondisi setempat (
>melebur )
>Sedangkan orang Yahudi walaupun menyebar, mereka tetap
>terikat dg tanah leluhurnya , selain itu Yahudi diikat
>oleh agama dan keluarga ( agama Yahudi dan perkawinan
>sesama orang Yahudi ) sehingga secara sosial budaya
>dan politis orang Yahudi kuat, beda halnya dg orang
>China yg melebur, walaupun ada konsep tanah leluhur
>tapi relatif lemah.
>
>Nah orang Minang adalah lebih melebur lagi dibanding
>orang China, sehingga praktis lebih lemah secara
>sosial budaya dibanding orang China apalagi Yahudi.
>
>Orang Yahudi terpelihara secara genetik , karena
>perkawinan yg tertutup ( diantara mereka saja )
>
>jadi jauh sekali membandingkan hoakiaw China yo rang
>Minang.
>
>Contoh sederhana , pada awal abad 20-an , ada anggapan
>bahwa orang Bukittinggi relatif lebih berbudaya
>dibanding orang kota Padang, karena di Padang banyak
>orang Nias, Mentawai, China dll
>Bahkan orang orang tua kita dulu di daerah kab Agam,
>melarang anaknya nikah dg orang Padang karena
>dianggapnya orang kota Padang, adalah keturunan orang
>Nias atau mentawai yg peradabannya berbeda.
>
>Cenderung orang minang yg mantiko ( berbudaya rendah
>spt omong kasar, dll )
>Adalah mereka yg turunan campuran ( bukan minang asli
>) biasanya ayah atau ibunya orang Nias, Mentawai
>,China atau lain lain.
>
>Kasus pada beberapa teman teman yg menikah dg orang
>Jawa di keluarga tsb bisa dikata ciri kultural minang
>nya telah berkurang banyak.
>
>Bisa jadi suatu saat kelak , orang Minang bisa punah.
>karena terus mengembang dan pecah seperti balon.
>
>Ini sekedar hipotesa sederhana dari saya, yg perlu
>pembuktian lebih lanjut , mungkin dunsanak ada ide ide
>lain yg lebih tepat.
>
>Wassalam 
>
>A W. Malin Muncak
>Palembayan- Kab Agam
>
>
>
>__________________________________________________
>Do You Yahoo!?
>Great stuff seeking new owners in Yahoo! Auctions! 
>http://auctions.yahoo.com
>
>RantauNet http://www.rantaunet.com
>
>Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
>===============================================
>Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
>http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
>
>ATAU Kirimkan email
>Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
>Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
>-mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
>-berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
>Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
>===============================================




------------------------------------------------------------
Free Web-email ---> http://mail.rantaunet.web.id
Komunitas Minangkabau  ---> http://www.rantaunet.com

RantauNet http://www.rantaunet.com

Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3

ATAU Kirimkan email
Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
-mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
-berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
===============================================

Kirim email ke