Assalamu'alaikum WW

Mambaco posting sanak, walaupun OOT tapi dek dalam email kapatang ado soal 
Baharuddin Dt Bagindo (BDB)sebagai salah satu pengusaha Minang yang 
berhasil.... ambo pernah mandanga hal tsb dan pernah mambaco keberhasilan 
BDB pado maso-nyo dalam Buletin IKM ... namun sayangnyo generasi penerus 
almarhum (CMIIW)indak sanggup untuak manaruihkan usao tsb.. dan kini 
anak-anak BDB nan tigo urang bantuak indak pernah punyo Bapak sasukses BDB, 
sayang sekali  :-(

Mungkin itulah nan juo paralu ditiru dari urang Cino, kok rang tuonyo 
pengusaha...anaknyo disikolakan untuak jadi pengusaha nan batua...sampai ka 
lua nagari ... jadi si anak lansuang jadi putra mahkota nan tangguh.. kok 
diawak kadang indak tapikia bantuak itu..
....sayang sekali :-(    sakali lai

Wassalam

Z Chaniago - Palai Rinuak


>From: aseancaj <[EMAIL PROTECTED]>




======================================================================
                       Alam Takambang Jadi Guru
======================================================================


_________________________________________________________________
Join the world�s largest e-mail service with MSN Hotmail. 
http://www.hotmail.com
--- Begin Message ---
Note: Maaf E-mailing diulang utk kepastian
Minang News Brief & Commentaries # 3 -------------- January 2002
Lords of the Rim dan Minang - Kiau
oleh:  MC Baridjambek (Jakarta)

Ilustrasi
       Masalah ekonomi Indonesia tak kunjung selesai apalagi setelah dibebani hutang konglomerasi yang hampir menyamai hutang Pemerintah dan dijamin negara walaupun kualitas assetnya akal-akalan. Akal-akalan tersebut mengingatkan kita kepada buku Lords of the Rim karya Sterling Seagrave (Gorgi Books, 1996) yang mengulas prilaku, sejarah dan sistem kerja Cina perantauan (overseas Chinese) yang bermukim di kawasan Asia Pacific (disebut the Rim).
       Laporan investigative Seagrave itu mengulas bagaimana kekuatan ekonomi 55 juta orang Hua Kiau (julukan perantau Cina yang populer pada tahun 60-an) yang bergabung dalam kerajaan maya (invisible empire of the overseas Chinese), berhasil meningkatkan pertumbuhan ekonomi 1,2 milyar jiwa penduduk Cina daratan yang semula terbelakang menjadi kekuatan yang sangat diperhitungkan dalam tatanan ekonomi dunia.

       Menurut World Bank, jika tidak ada hambatan, Cina akan menjadi kekuatan utama ekonomi dunia pada tahun 2010, mengalahkan Jepang dan Amerika Serikat. Tingkat pertumbuhan Cina mencapai 19% selama tiga tahun berturut-turut pada tahun 1994. Tingkat pertumbuhan itu malah 2 kali lipat untuk daerah Hokkien dan Teochiu, dari mana umumnya sindikat perantau Cina kaya raya itu berasal. Merekalah yang disebut Seagrave sebagai : Lords of the Rim, penguasa (ekonomi) Kawasan Asia Pasifik.
       Keberhasilan kelompok perantau yang menguasai berbagai sumber ekonomi dengan perkiraan produk nasional bruto (bagi mereka yang tinggal di kawasan Asia saja) mencapai $ 450 milyar per tahun atau 125% dari GNP Cina sendiri, pada tahun 1990 memiliki dana bersih sebesar $ 2 triliun, di luar surat berharga dan asset lainnya, terletak pada kemampuan mereka membangun solidaritas yang tinggi dan jaringan kerjasama erat di antara mereka. Wujud kerjasama itu dimulai dari kongsi dagang sampai kepada triad dan tongs yang spesialisi dalam bidang kriminal, atau bentuk kerjasama lain yang menyebabkan setiap kelompok menjadi saling terkait.

       Dana mereka yang tersimpan diberbagai tempat dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pengembangan upaya strategis tanpa dapat dijangkau oleh kekuasaan Pemerintah manapun. Temuan itu mungkin dapat menjelaskan mengapa Pemerintah Indonesia tidak berhasil menyelesaikan masalah divestasi beberapa lembaga keuangan dan badan usaha yang menguasai hajat hidup ekonomi bangsa.
       Menarik untuk diamati adalah efektifitas mereka dalam menguasai pasar. Terlihat sejak hubungan ekonomi Indonesia - Cina resmi dibuka pada era Presiden Wahid, penetrasi produk Cina berjalan sangat cepat melalui jaringan ritel yang telah lama terbentuk, menggeser supremasi produk Jepang yang semula menguasai pasar. Terlihat bagaimana produk Cina mulai dari kendaraan bermotor sampai ke komoditas elektronik dan barang konsumen lainnya yang sebelumnya masuk melalui jaringan illegal, segera membanjiri pasar dengan harga bersaing dan sarat pembayaran yang lebih mudah.
       Ilustrasi ini mengambarkan setidaknya ada tiga faktor kunci keberhasilan Hua Kiau, 1). Adanya solidaritas dan persamaan kehendak yang tinggi, 2). Terbentuknya sistem jaringan kerjasama yang erat, dan 3). Tersedianya gunggungan dana strategis yang semakin berkembang.

Minang - Kiau ?
Pada dekade 1960-an perantau Minang pernah mendapat julukan plesetan "Minang - Kiau". Keberhasilan mereka mengembangkan usaha dan akhirnya menjadi besar, menjadikan mereka menonjol dalam khazanah entrepreneurs bangsa. Jumlahnya yang relatif besar menyebabkan orang Minang dianggap sebagai pengusaha berhasil, dan julukan Minang-Kiau mensejajarkan mereka dengan Hua Kiau. Saat itu berkembang opini bahwa hanya pengusaha Minanglah yang mampu mengimbangi dominasi Hua Kiau ini.

       Tercatat nama seperti antara lain Haji Abdul Latief dengan tenun Padang, Rahman Tamin dengan Ratatexnya, Baharuddin Dt. Bagindo (BDB) dengan pabrik korek api, dan Hasyim Ning si Raja Mobil yang saat itu menguasai keagenen beberapa merk dan komoditas lain, yang berlanjut kepada generasi Aminuzal Amin, Nasroel Chas di samping banyak lagi deretan nama besar pengusaha sukses Minang dan lainnya. Mereka itu perantau Minang yang berhasil mengembangkan usaha di luar Sumatera Barat..
       Seperti Hua Kiau, perantau Minang juga menguasai usaha ritel dengan keahlian menjual dagangan di pasar akhir. Mereka pekerja keras yang tahan tempaan. Hanya saja mereka tidak terkoordinasi seperti kelompok Hua Kiau yang karenanya selain tidak dapat menguasai berbagai sumber daya, juga tidak mampu menggunggungkan kapital untuk membiayai kegiatan strategis bagi peningkatan penguasaan (bersama) pasar, di samping tidak berusaha menggalang kerjasama dalam satu sistem yang menjadikan mereka secara otomatis dapat saling dukung dan tunjang (cross fertilization) untuk menjadi lebih kuat.

       Masyarakat Minang sendiri memiliki pengalaman panjang dalam industri rumah tangga (cottage industry), yang seperti juga halnya di RRC dapat ditumbuh-kembangkan dengan sentuhan teknologi melalui program inkubator ekonomi rakyat. Pandai Sikek dengan tenun yang indah dan Tilatang Kamang dengan usaha konpeksi rakyatnya merupakan contoh dari pengalaman itu. Terdapat pula industri rumah makanan seperti karupuak Sanjai, kalamai (dodol) Payakumbuh dan sejenisnya yang bertebaran di Ranah Minang.

Komentar positif
       Keberadaan perantau Minang sebagai pengusaha dan pedagang, termasuk pedagang ritel merupakan keunggulan komparatif etnis tersebut dalam bidang ekonomi. Keberanian bersaing dan daya tahan menghadapi tempaan merupakan asset yang besar bagi pengembangan diri dan masyarakat di masa depan.
       Masalahnya bagaimana cara membangun kesepakatan dalam menggabungkan kekuatan ritel itu untuk membentuk saluran distribusi yang secara sistemik terkelola dan menguasai pasar untuk ditingkatkan guna menyalurkan komoditas yang dihasilkan masyarakat dengan lebih efisien dan saling menguntungkan.
       Hal lain adalah bagaimana membangun kerjasama yang membentuk sinergi besar untuk meningkatkan posisi runding di pasar, dengan membangun sistem kerja yang holistik seperti kelompok Lords of the Rim di atas.
       Pembangunan sumber keuangan untuk menunjang peningkatan usaha merupakan keharusan. Program seperti itu bukan hanya dilakukan oleh overseas Chinese saja, tetapi juga sejak lama dikembangkan oleh MITI Jepang dan juga baru saja dicanangkan oleh Menteri Perdagangan Rini Suwandi untuk membangun dana strategis bagi pengembangan pengusaha nasional.
       Jika kedua pilar perdagangan tersebut dapat terbentuk, selanjutnya dapat dilakukan peningkatan efisiensi dan pemberdayaan produksi masyarakat (capacity building) sesuai dengan kehendak pasar, yang dengan baik dan terarah dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan mensejahterakan mereka agar mampu pula membiayai pendidikan keluaarga mereka untuk kembali membangun keunggulan masyarakat Minang sepertti yang pernah dicapai pada masa lalu (lihat Minang News Brief terdahulu).
       Pendidikan merupakan sumber keunggulan jangka panjang setiap masyarakat. Pencanangan Bill Clinton pada masa jabatannya bahwa pada tahun 2004 seluruh tenaga kerja Amerika Serikat sudah berkualifikasi S1 (menurut Thurow, pada tahun 1996: 95% berpendidikan SLTA), menyebabkan Amerika Serikat mampu mempertahankan super powernya dan tidak tertandingi dalam hampir segala bidang.
       Kualitas SDM seperti itu menjadikan masyarakat menjadi mumpuni. Negara-negara tetangga kita juga selalu berusaha meningkatkan kualitas pendidikannya. Singapura dikenal sebagai masyarakat yang menguasai teknologi informasi yang canggih, Malaysia dengan sungguh-sungguh membangun cyber super highwaynya, sedangkan Phillippine dikenal sangat menguasai bidang keuangan.
       Masyarakat Minang dengan track record terdahulunya dapat membangun kembali keunggulan kompetitif mereka dengan mambangkik batang tarandam, dan kembali menjadikan Minang sebagai center of exellence. Keinginan dan kerjasama berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk mewujudkan visi tersebut.
       Kalau mereka mampu,Minang - kiau juga pasti bisa, asalkan �� (saluang sajo nan manyampaikan).
________________________________________________
Kami mohon tanggapan dan saran anda. Semoga Allah memberkahi dan menunjuki kita, Amin. (** Mac)
Salam dari rekan-rekan dari :Lembaga  Kajian  Dan Pemberdayaan Masyarakat
Yayasan Imam Bonjol
Jl. Walang Baru VII A No. 7 � Jakarta 14260
Telephone: (062-21) 430.6813 � Fax & Voice mail: (062.21) 430.6811
Pengurus:
Aswin Jusar, Ketua : <[EMAIL PROTECTED]>
M.C. Baridjambek, Sekretaris: <[EMAIL PROTECTED]>
Darmansyah Darwis, Bendahara
Anggota:
Abdul Razak, M.Sc: <[EMAIL PROTECTED]>
Drs. Asmun A. Syueib: <[EMAIL PROTECTED]>
DR.Ir. Suheimi Nurusman: <[EMAIL PROTECTED]>
Ir. Ridwan M. Risan: <[EMAIL PROTECTED]>
Chairil Anwar S.E: <[EMAIL PROTECTED]>
Risda Djambek: <[EMAIL PROTECTED]>
--------------------------------------------------------------------------
 
 

RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 ==============================================Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ATAU Kirimkan email Ke/To: [EMAIL PROTECTED] Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama: -mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda] -berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda] Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung ==============================================
--- End Message ---

Kirim email ke