Assalamu'alaikum WW

... kalau lah dasarnyo pamaleh ... ... iyo indak tampak jalan lain nan 
labiah elok..., nan pamaleh nan lain adolah tukang parkir, agen-oto, ngamen, 
minta-minta dll ... apokoh ado hak-nyo dibandiang jariah nan 
dibarikannyo....

Ado ilustrasi "ketek" dan ado hikmah nan ambo dapek dari banjir di Batawi 
kapatang.. di daerah tertentu ado "oknum" peminta-minta dari "korban banjir" 
nan satangan mamaso ala "tukang palak" ka urang urang nan baoto..  dilain 
pihak peristiwa banjir kapatang alah mambuka pintu solidaritas dari nan 
bapunyo manolong nan indak .. dengan mengenyampingkan antisipasi 
pemerintahan ala Perjalanan Sang "M" nan labiah banyak upacara dan 
simbolisme palsu...

Nah saandainyo hak-nyo urang nan bapunyo alah diganggu dek sekelompok 
"oknum" ateh namo "korban banjir" tantu si urang nan bapunyo akan ado 
pikiran negatif misalnyo untuak apo manolong urang nan indak tau tarimo 
kasih....   hhhmmm dilematis tetapi faktual.... hanyo dek karano ado 
urang-urang pamaleh nan memanfaatkan situasi....

...pls indak usah ditanggapi hanyo sakadar "unek-unek" paisi pagi minggu nan 
rada suram dek hujan dan jakarta dalam keadaan Siaga-3 banjir... dan bacaan 
barito Kompas dibawah..........

Dan mari berdo'a semoga Allah indak lai menghukum awak dengan azab dan 
bencana ..dan dapat mesyukuri ni'mat Allah SWT, Amin....

Wassalam

Z Chaniago - Palai Rinuak -


http://www.kompas.com/kompas-cetak/0202/10/NAPER/kila23.htm


Sekali di Penjara, Tetap di Penjara

PENJARA alias bui alias "hotel prodeo" dewasa ini bukan sesuatu yang 
menakutkan, rupanya. Ada lho yang melihat penjara sebagai tempat yang 
menyenangkan dan bahkan menyehatkan. Menurut mereka, tinggal beberapa bulan 
di penjara itu enak, nek.

Ya, memang begitu pengakuan sejumlah pencopet dan tukang todong di atas 
angkutan kota di Kota Padang, yang baru saja ditangkap masyarakat dan 
petugas dari Polresta Padang dan juga perkaranya baru divonis di pengadilan 
negeri setempat.

Makanya, jangan dikira empat remaja pelaku penodongan di angkutan kota 
Airtawar-Pasar Raya, Rabu (6/2) malam, yaitu RY, Tira, Irwan, dan GS akan 
jaran (kapok) meski ditangkap, bahkan seorang di antaranya nyaris dibakar 
massa di Perumahan Asratek Ulakkarang, Padang.

Begitu juga remaja Roni, Robi, dan Mawardi yang divonis hukuman 18 bulan 
penjara oleh Majelis Hakim Arnelia SH, Inang Kasmawati SH, dan Machri Hendra 
SH di Pengadilan Negeri Padang, Rabu (6/2), karena terbukti mencopet di 
angkutan kota jurusan Pasar Raya-Telukbayur.

"Apa boleh buat. Mencopet atau menodong, sudah jadi hobi. Keluar-masuk 
penjara merupakan hal biasa. Habis enak, kok," ungkap Robi tanpa rasa 
penyesalan sedikit pun.

Terpidana yang lain menimpali, "Mencopet enak, menodong enak. Dapat uang. 
Ditangkap dan dipenjara juga enak, karena di penjara bisa makan enak dan 
teratur."

Pencopet atau penodong itu, semuanya residivis. Sudah berkali-kali 
keluar-masuk penjara. Artinya, usai menjalani masa tahanan dan keluar dari 
penjara, mereka kembali melakukan hobinya. Menodong boleh, mencopet boleh. 
Kalau tidak tertangkap, bisa foya-foya. Bila tertangkap juga tak apa-apa, 
karena di penjara bisa makan teratur dan sehat.

Berstatus residivis, meski menjadi hal yang memberatkan hukuman selain 
faktor telah meresahkan masyarakat, bagi pelaku copet seperti Roni, Robi, 
Mawardi, Irwan, Tira, GS dan RY, tak membuat nyalinya ciut. Bagi mereka 
seperti sudah ada kebulatan tekad: Sekali mencopet tetap mencopet. Sekali 
masuk penjara, pantang tak kembali lagi ke penjara.

"Penjara enak, kok. Cuma hitungan bulan," kata tersangka Irwan. Gila, nek.



======================================================================
                       Alam Takambang Jadi Guru
======================================================================


_________________________________________________________________
Join the world�s largest e-mail service with MSN Hotmail. 
http://www.hotmail.com


RantauNet http://www.rantaunet.com

Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3

ATAU Kirimkan email
Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
-mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
-berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
===============================================

Kirim email ke